PERJALAN MENUJU ISRAEL BERSAMA Pdt Ivan

Retreat Gereja Tiberias Indonesia di Tanah Perjanjian
GO ISRAEL ... Experience His Miracle and His Power through the Land of The Bible ...
TEL AVIV – TIBERIAS (GALILEA) – KANA – NAZARET –
BETLEHEM – JERUSALEM – LAUT MATI + HONGKONG
23 NOVEMBER – 03 DESEMBER 2009 ( 11 HARI )
Bersama : Pdt. Ir. Ivan Tanudjaja, M.A

HARI 01 / SENIN / 23 NOVEMBER 2009 :

JAKARTA – HONGKONG

CI 680

06.35 – 12.25

HONGKONG – TEL AVIV

LY 076

16.30 – 22.40

Kesempatan retreat di Tanah Perjanjian haruslah disyukuri. Hari ini kita awali retreat ini dengan berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta 2 jam sebelum keberangkatan pesawat untuk penerbangan menuju Tel Aviv via Hongkong. Setibanya di Hongkong, melanjutkan penerbangan menuju Kota Tel Aviv di Tanah Perjanjian dengan maskapai penerbangan El Al. Tiba di Tel Aviv malam hari, diantar ke hotel untuk beristirahat.

HARI 02 / SELASA / 24 NOVEMBER 2009 :
TEL AVIV – JAFFA – MUHRAKA – GUNUNG KARMEL – GUNUNG TABOR – TIBERIAS
Pagi ini mengunjungi Jaffa, mengingatkan kita akan kisah Petrus yang memperoleh penglihatan penting pada saat ia menumpang di rumah Simon penyamak kulit (Kis 10). Dan Jaffa pun mengingatkan kita akan kisah Nabi Yunus (Yun 1:1). Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Muhraka di Gunung Karmel, mengingatkan kita akan kisah Nabi Elia yang berperang melawan Nabi Baal (1 Raj 18:19-30). Juga menuju Gunung Tabor, tempat Yesus dimuliakan dengan diapit oleh Musa dan Elia (Mat. 17:1-2). Sore hari tiba di Tiberias di Galilea. (Santap pagi / siang / malam)

HARI 03 / RABU / 25 NOVEMBER 2009 :
TIBERIAS – DANAU GALILEA – BUKIT SABDA BAHAGIA – TABGHA – KAPERNAUM – SUNGAI JORDAN – TIBERIAS
Pagi hari kita diajak naik perahu mengarungi Danau Galilea yang indah. Kemudian menuju Bukit Sabda Bahagia, tempat Yesus menyampaikan “Delapan Sabda Bahagia” (Mat. 5:1-12). Juga menuju Tabgha, untuk melihat tempat mukjizat penggandaan roti dan ikan (Yoh. 6:1-15) serta Gereja Primat Petrus, tempat penampakkan Yesus yang ketiga setelah kebangkitanNya dari antara orang mati ( Yoh 21:1). Juga mengunjungi Kapernaum, kampung dari Yesus. Sore hari menuju Sungai Jordan untuk mengenangkan pembaptisan Yesus (Mat 3:13-17) sekaligus melakukan acara rededikasi & baptisan.
(Santap pagi / siang / malam)

HARI 04 / KAMIS / 26 NOVEMBER 2009 :
TIBERIAS – GUNUNG HERMON – BANIAS – KANA – NAZARET – DESA NAZARET – TIBERIAS
“Seperti embun gunung hermon yang turun ke atas gunung Zion, kesanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya” (Mzm 133), pagi ini kita diajak untuk naik ke atas Gunung Hermon yang indah, yang juga merupakan puncak tertinggi di Tanah Perjanjian. Setelah itu mengunjungi Banias, tempat Petrus megatakan bahwa Yesus adalah Mesias, anak Allah yang hidup ( Mat 16:13). Setelah itu menuju Kana, tempat mukjizat pertama Yesus (Yoh. 2:1-11) dimana kita akan melakukan acara khusus bagi para pasangan yang hadir, yaitu PEMBAHARUAN JANJI PERNIKAHAN. Kemudian menuju Nazaret untuk melihat Gereja Kabar Gembira & Rumah Keluarga Kudus (Luk. 1:26-37). Juga menuju Nazaret Village, dimana kita dapat mengetahui lebih jauh desa Nazaret pada jaman Yesus. (Santap pagi / siang / malam)

HARI 05 / JUMAT / 27 NOVEMBER 2009 :
TIBERIAS – QUMRAN – JERIKHO – BUKIT ZION – JERUSALEM
Pagi ini meninggalkan daerah Galilea menyusuri tepi barat untuk menuju Qumran, tempat ditemukannya salinan gulungan Kitab Suci Perjanjian Lama tertua. Kemudian menuju kota Jerikho, kota pertama yang ditaklukkan Joshua (Yos 4). Di Jerikho, kita akan melihat pohon ara yang dipanjat oleh Zakeus (Luk 19:1) serta memandang ke arah bukit pencobaan (Mat 4:1). Setelah santap siang di Jerikho, kita naik ke arah Kota Suci Jerusalem untuk menuju Bukit Zion untuk melihat Makam Raja Daud & Ruang Perjamuan Terakhir (Luk. 22:14-38) yang juga merupakan tempat turunnya Roh Kudus atas para rasul (Kis. 2:1-8). Juga mengunjungi Gereja St. Petrus Ayam Berkokok, tempat penyangkalan Petrus kepada Yesus sebanyak 3 kali (Mat 26:34). Bermalam di Jerusalem.
(Santap pagi / siang / malam)

HARI 06 / SABTU / 28 NOVEMBER 2009 :
JERUSALEM – BETLEHEM – KOLAM BETESDA – DOMINUS FLEVIT – TAMAN GETSEMANI – JERUSALEM
Pagi ini menuju Gereja Kelahiran Yesus di Betlehem (Luk 2:4-8) untuk melihat gua tempat Yesus dilahirkan. Setelah santap siang menuju Kolam Betesda, mengingatkan orang lumpuh yang disembuhkan (Yoh. 5:1-18). Kemudian kita akan menuruni lereng Bukit Zaitun untuk menuju Gereja Dominus Flevit, tempat Yesus Menangisi Kota Jerusalem (Luk. 19:41-44) serta Taman Getsemani, tempat Yesus ditangkap pada Kamis malam (Luk. 22:52). (Santap pagi / siang / malam)

HARI 07 / MINGGU / 29 NOVEMBER 2009 :
JERUSALEM – VIA DOLOROSA – GOLGOTA – YAD VA SHEM – JERUSALEM
Pagi hari menyusuri Jalan Derita Yesus di Via Dolorosa menuju Golgota. Setelah itu kita akan diajak mengunjungi Museum Holocaust Yad va Shem, museum memorial mengenai pembantaian dari 6 juta orang Yahudi di Eropa oleh Nazi. Sebuah tempat yang menyimpan kenangan dari kegelapan sejarah manusia yang pernah terjadi. Sore hari kembali ke hotel. (Santap pagi / siang / malam)

HARI 08 / SENIN / 30 NOVEMBER 2009 :
JERUSALEM – GARDEN TOMB – KAPEL KENAIKAN – GEREJA BAPA KAMI – LAUT MATI
Pagi ini kita akan melakukan Perjamuan Kudus di Kubur Kosong Garden Tomb sebagai acara penutupan peziarahan kita di Tanah Perjanjian. Setelah itu menuju Kapel Kenaikan di Bukit Zaitun, tempat Yesus naik ke surga (Kis. 1:9-12) serta Gereja Bapa Kami (Mat. 6:9-13), tempat Yesus mengajar doa Bapa Kami. Setelah santap siang kita menuju hotel di Laut Mati, dan kemudian acara bebas untuk menikmati hotel di Laut Mati. Juga kesempatan untuk mencoba berenang terapung di Laut Mati, laut yang kadar garamnya 10 x lipat daripada laut biasa pada umumnya. (Santap pagi / siang / malam)

HARI 09 / SELASA / 01 DESEMBER 2009 :

LAUT MATI – TEL AVIV

TEL AVIV – HONGKONG

LY 075

20.50 – 13.45+1

Pagi hari masih acara bebas untuk menikmati hotel di Laut Mati sampai tiba saatnya setelah santap siang kita bersiap-siap diantar ke Bandara di Tel Aviv untuk penerbangan menuju Hongkong. (Santap pagi / siang)


HARI 10 / RABU / 02 DESEMBER 2009 :
HONGKONG
Tiba di Hongkong siang hari, kita akan diantar ke hotel. Setelah itu acara bebas bagi para peserta yang dapat dipergunakan berjalan-jalan sendiri untuk berbelanja atau bertemu dengan sanak saudara di Hongkong.

HARI 11 / KAMIS / 03 DESEMBER 2009 :

HONGKONG – JAKARTA

CI 679

16.35 – 20.20

Pagi hari kita diajak city tour sejenak di kota Hongkong. Setelah santap siang kita diantar ke Bandara untuk penerbangan kembali ke Tanah Air. Perjalanan Retreat kita berakhir ketika pesawat mendarat kembali di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Tetapi perjalanan panjang ziarah kehidupan kita masih berlanjut dan semua yang kita peroleh selama berziarah bersama Yesus semoga dapat menjadi bekal dalam perjalanan kita mewartakan kabar gembira keselamatan dari Tuhan bagi umatNya. Sampai bertemu dalam Retreat berikutnya bersama GEREJA TIBERIAS INDONESIA & STELLA KWARTA.

------------------------------------

----------------------------------------------

BIAYA TOUR :

(berdasarkan 1 kamar 2 dewasa)

Dewasa ( Twin Sharing )

USD. 2.695

Fuel Surcharge* (Subject to Change)

USD. 160

Tips Luar Negeri dan Visa Israel

USD. 125

Airport Tax Jakarta

Rp 150.000

Single Supplement (Tambahan 1 kamar sendirian)

USD. 450

---------------------------------

--------------------

KONDISI TOUR
TOUR TERMASUK :
01. Tiket kelas ekonomi EL AL Airlines rute Hongkong / Tel Aviv / Hongkong untuk
peserta.
02. Tiket kelas ekonomi China Airlines rute Jakarta / Hongkong / Jakarta untuk
peserta.
03. Akomodasi hotel berbintang 4* dengan ketentuan 1 kamar 2 dewasa (Twin
Sharing).
04. Seorang tour leader dari STELLA KWARTA.
05. Perlengkapan wisata seperti : tas, topi, dan dompet paspor
06. Transportasi perjalanan dengan bus turis (deluxe).
07. Tiket masuk obyek wisata sesuai acara perjalanan.
08. Santap pagi / siang / malam sesuai acara perjalanan.
09. Porter untuk hotel selama perjalanan.
10. Asuransi Perjalanan.

TOUR TIDAK TERMASUK :
01. Biaya pengurusan paspor.
02. Airport Tax Jakarta Rp 150.000 / peserta.
03. Fiskal Luar Negeri Rp 2.500.000 / peserta (GRATIS bila memiliki NPWP /
berumur dibawah 21 tahun).
04. Tour-tour tambahan diluar jadwal acara (optional).
05. Pengeluaran pribadi : telepon, minibar & laundry.
06. Biaya kelebihan berat bagasi.
07. Tips pemandu lokal, supir, pelayan restoran dan porter serta biaya
Visa Israel sebesar USD. 125 / peserta.
08. Fuel Surcharge dari Maskapai penerbangan (*dapat berubah
sewaktu-waktu sesuai kebijaksanaan dari Airlines) sebesar USD. 160 /
peserta.
---------------------

SYARAT DAN KONDISI TOUR :
01. Pendaftaran disertai uang muka USD. 300 / peserta.
02. Pelunasan paling lambat 21 hari sebelum keberangkatan.
03. PEMBATALAN :
- > 30 hari sebelum keberangkatan sebesar uang muka.
- 04 - 14 hari sebelum keberangkatan sebesar 50% dari biaya perjalanan.
- 00 - 03 hari sebelum keberangkatan sebesar 75% dari biaya perjalanan.

-------------

Catatan :

1. Bagi peserta yang extend di Hongkong akan dikenakan biaya tambahan tiket sebesar Usd. 30 / orang (sesuai ketentuan dari China Airlines)

2. Pengurusan Visa membutuhkan waktu minimal 1 bulan terhitung sebelum tanggal keberangkatan.

TANGGUNG JAWAB :
Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dan bertanggung jawab selama perjalanan, namun kami dan agen-agen kami di luar negeri hanyalah merupakan agen yang bertanggung jawab atas servis transportasi dan hotel, tidak bertanggung jawab atas kecelakaan, kehilangan barang atau dokumen perjalanan, kelebihan bagasi, penahanan baik di bandara maupun di hotel serta gangguan keterlambatan / perubahan jadwal pesawat dan transportasi lain atau akibat dari pemogokan, force majeur, peratouran pemerintah dan lainnya yang terjadi di luar kekuasaan kami serta biaya-biaya yang bersangkutan dengan karantina. Segala biaya yang terjadi akibat kehilangan barang ataupun dokumen perjalanan bukan menjadi tanggung jawab kami. Kami juga tunduk kepada segala persyaratan pembuatan visa kunjungan yang dikeluarkan oleh Kedutaan setempat. Kami tidak bertanggung jawab atas kegagalan / penolakan mendapatkan visa. Visa Kunjungan sepenuhnya menjadi hak dan wewenang dari Kedutaan Besar setiap negara yang dimaksud. Kedutaan tertentu tidak mengembalikan biaya visa. Kami akan menyampaikan kepada setiap peserta syarat-syarat untuk mendapatkan visa berdasarkan ketentuan kedutaan besar yang bersangkutan. Peserta yang pulang diluar jadwal dengan alasan apapun, tidak memperoleh pengembalian biaya. Overbooked pada maskapai penerbangan di luar kuasa kami. Kami berhak membatalkan keberangkatan bila jumlah peserta di bawah minimum yang ditentukan. Fuel Surcharge adalah kebijaksanaan dari setiap maskapai penerbangan yang dapat berubah setiap saat mengikuti fluktuasi minyak mentah dunia. NPWP dapat berlaku sebagai bebas fiskal minimal 7 hari setelah tanggal pembuatannya. Segala kebijaksanaan yang ada bersifat mutlak, peserta dianggap sudah mengetahui dan menyetujui kondisi yang ada. ----------------

KETERANGAN DAN PENDAFTARAN :
Sdr. Kiki / Sdr. Laurens
G.T.I. TIBERIAS – Intiland Tower Lt. 3
Jl. Jendral Sudirman Kav. 32 – Jakarta Pusat
Tel : (021) 570 8107
Fax : (021) 570 9520
Website : http://www.tiberias.or.id/

PT. STELLA KWARTA WISATA
Kompleks B.H.P Blok F-30 Jakarta 13550 – Indonesia
Tel. : (021) 877 94 878
Fax. : (021) 877 94 877
E-mail : info@stellatours.com / stellatr@centrin.net.id
Website : http://www.stellatours.com

APA ITU SPSS

Apa itu SPSS?

By suicidealone

SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya. Beberapa aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan pointing dan clicking mouse.

SPSS banyak digunakan dalam berbagai riset pemasaran, pengendalian dan perbaikan mutu (quality improvement), serta riset-riset sains. SPSS pertama kali muncul dengan versi PC (bisa dipakai untuk komputer desktop) dengan nama SPSS/PC+ (versi DOS). Tetapi, dengan mulai populernya system operasi windows. SPSS mulai mengeluarkan versi windows (mulai dari versi 6.0 sampai versi terbaru sekarang).

Pada awalnya SPSS dibuat untuk keperluan pengolahan data statistik untuk ilmu-ilmu social, sehingga kepanjangan SPSS itu sendiri adalah Statistikal Package for the Social Sciens. Sekarang kemampuan SPSS diperluas untuk melayani berbagai jenis pengguna (user), seperti untuk proses produksi di pabrik, riset ilmu sains dan lainnya. Dengan demikian, sekarang kepanjangan dari SPSS Statistikal Product and Service Solutions.

SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung ke dalam SPSS Data Editor. Bagaimanapun struktur dari file data mentahnya, maka data dalam Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables). Case berisi informasi untuk satu unit analisis, sedangkan variable adalah informasi yang dikumpulkan dari masing-masing kasus.

Hasil-hasil analisis muncul dalam SPSS Output Navigator. Kebanyakan prosedur Base System menghasilkan pivot tables, dimana kita bisa memperbaiki tampilan dari keluaran yang diberikan oleh SPSS. Untuk memperbaiki output, maka kita dapat mmperbaiki output sesuai dengan kebutuhan. Beberapa kemudahan yang lain yang dimiliki SPSS dalam pengoperasiannya adalah karena SPSS menyediakan beberapa fasilitas seperti berikut ini:

Data Editor. Merupakan jendela untuk pengolahan data. Data editor dirancang sedemikian rupa seperti pada aplikasi-aplikasi spreadsheet untuk mendefinisikan, memasukkan, mengedit, dan menampilkan data.

Viewer. Viewer mempermudah pemakai untuk melihat hasil pemrosesan, menunjukkan atau menghilangkan bagian-bagian tertentu dari output, serta memudahkan distribusi hasil pengolahan dari SPSS ke aplikasi-aplikasi yang lain.

Multidimensional Pivot Tables. Hasil pengolahan data akan ditunjukkan dengan multidimensional pivot tables. Pemakai dapat melakukan eksplorasi terhdap tabel dengan pengaturan baris, kolom, serta layer. Pemakai juga dapat dengan mudah melakukan pengaturan kelompok data dengan melakukan splitting tabel sehingga hanya satu group tertentu saja yang ditampilkan pada satu waktu.

High-Resolution Graphics. Dengan kemampuan grafikal beresolusi tinggi, baik untuk menampilkan pie charts, bar charts, histogram, scatterplots, 3-D graphics, dan yang lainnya, akan membuat SPSS tidak hanya mudah dioperasikan tetapi juga membuat pemakai merasa nyaman dalam pekerjaannya.

Database Access. Pemakai program ini dapat memperoleh kembali informasi dari sebuah database dengan menggunakan Database Wizard yang disediakannya.

Data Transformations. Transformasi data akan membantu pemakai memperoleh data yang siap untuk dianalisis. Pemakai dapat dengan mudah melakukan subset data, mengkombinasikan kategori, add, aggregat, merge, split, dan beberapa perintah transpose files, serta yang lainnya.

Electronic Distribution. Pengguna dapat mengirimkan laporan secara elektronik menggunakan sebuah tombol pengiriman data (e-mail) atau melakukan export tabel dan grafik ke mode HTML sehingga mendukung distribusi melalui internet dan intranet.

Online Help. SPSS menyediakan fasilitas online help yang akan selalu siap membantu pemakai dalam melakukan pekerjaannya. Bantuan yang diberikan dapat berupa petunjuk pengoperasian secara detail, kemudahan pencarian prosedur yang diinginkan sampai pada contoh-contoh kasus dalam pengoperasian program ini.

Akses Data Tanpa Tempat Penyimpanan Sementara. Analisis file-file data yang sangat besar disimpan tanpa membutuhkan tempat penyimpanan sementara. Hal ini berbeda dengan SPSS sebelum versi 11.5 dimana file data yang sangat besar dibuat temporary filenya.

Interface dengan Database Relasional. Fasilitas ini akan menambah efisiensi dan memudahkan pekerjaan untuk mengekstrak data dan menganalisnya dari database relasional.

Analisis Distribusi. Fasilitas ini diperoleh pada pemakaian SPSS for Server atau untuk aplikasi multiuser. Kegunaan dari analisis ini adalah apabila peneliti akan menganalisis file-file data yang sangat besar dapat langsung me-remote dari server dan memprosesnya sekaligus tanpa harus memindahkan ke komputer user.

Multiple Sesi. SPSS memberikan kemampuan untuk melakukan analisis lebih dari satu file data pada waktu yang bersamaan.

Mapping. Visualisasi data dapat dibuat dengan berbagai macam tipe baik secara konvensional atau interaktif, misalnya dengan menggunakan tipe bar, pie atau jangkauan nilai, simbol gradual, dan chart.

Senin, 01 November 2010

TEOLOGIA PL 1 (REVISI FINAL).doc

PENDAHULUAN TEOLOGI
PERJANJIAN LAMA
Ada banyak metode untuk mempelajari PL tetapi lebih baik fokus kepada penyataan Allah tentang diri-Nya dalam era yang berbeda.


“Kerajaan Theokratis melalui moderator-moderator” adalah cara Allah untuk menyatakan kehendak-Nya dan diri-Nya agar dikenal.

Bentuk akhir dari kerajaan PL adalah Millenium.


SEJARAH TEOLOGI PERJANJIAN LAMA
PERKEMBANGAN AWAL
Teologi PL dan PB belum terorganisir

ABAD KESEMBILAN BELAS
Ide religius dari kitab suci sebagai suatu fakta sejarah, yaitu untuk membedakan perbedaan waktu dan subyek, dan juga untuk membedakan tahap-tahap dalam perkembangan ide-ide ini.

SEJARAH AGAMA-AGAMA
- Sejarah agama-agama dibangun di atas teori Darwin dan diaplikasikan pada teori agama.
- PL dievaluasi tidak sebagai wahyu Ilahi melainkan berdasarkan perkembangan sejarahnya.
- Dugaan penulisan teori YEDP
• Dokumen Y dari Selatan (10 sM);
• Dokumen E dari Utara (8 sM);
• Dokumen D dari temuan raja Kitab Hukum oleh Yosia di Bait Suci (622 sM)
• Dokumen P pada masa pembuangan di Babel (5 sM)






BUKTI MUSA PENULIS UNTUK BAGIAN DIDUGA Y – E – D - P
Bagian-bagian Dokumen Graf-Wellhausen Musa Penulis

Kel. 17:8-13 E Kel. 17:14
Kel. 20:22-23;33 E Kel. 24:4
Kel. 34:10-26 Y Kel. 34:27
Im. 18:5 P Rm. 10:5
Bil. 33:3-49 P Bil. 33:2
Ul. 5:30 D Ul. 31:9
Ul. 32:1-42 D Ul. 31:22

- Wellhausen dengan teori “Y” (Yahweh), “E” (Elohim), “D” (Deuterenium), “P” (Priester Codex) melakukan kesalahan:
1. Menolak kesatuan PL dengan menekankan periode waktu yang berbeda
2. PL hanya merupakan koleksi-koleksi dari berbagai periode yang terpisah
3. PL hanya berisi refleksi orang Israel atas berbagai agama primitif yang berbeda


SEKOLAH SEJARAH KESELAMATAN
Penekanan sekolah keselamatan ada pada:
1. Pelayanan Kristus
2. Kedatangan-Nya yang pertama dan
3. Pelayanan akhir-Nya pada kedatangan-Nya yang kedua

Kelemahan sekolah sejarah keselamatan ada pada penolakannya terhadap inspirasi Kitab Suci (menerima beberapa pandangan Kritik tinggi terhadap Alkitab).

Kekuatan sekolah sejarah keselamatan ada pada “back to the revelation of God”


NEO ORTODOKSI
Teologi-teologi PL ditulis dibawah pengaruh penekanan neo-ortodoksi yaitu berkaitan dengan unsur subyektif (untuk mengabaikan obyektivitas) dalam pendekatan terhadap kitab suci.


KONSERVATISME
Teologi PL yang penting adalah The Basis of the Premillennial Faith yang melihat kesatuan PL berdasarkan pada covenan tanpa syarat antara Allah dengan Israel.

























METODE TEOLOGI PERJANJIAN LAMA
METODE DIDAKTIK DOGMATIK
R. C. Denton menyatakan bahwa “tanda yang paling dasar dari agama PL yaitu: Yahweh adalah Allah Israel, dan Israel adalah umat Yahweh.”


METODE PROGRESIF GENETIK
Chester K. Lehman menyatakan “Kami menemukan bahwa garis keturunan yang paling fundamental dalam Wahyu Allah berpusat pada beberapa kovenan yang Allah buat dengan manusia . . . Rencana waktu kovenan itu dibuat oleh Allah dengan Nuh, Abraham, Musa dan sampai pada Kristus.


METODE LINTAS BAGIAN
Walther Eichrodt pada tahun 1930-an mendasarkan sifat historisitas dari PL dan mengembangkan teologinya dengan “membuat suatu lintas bagian melalui proses historikal, di mana terhampar dengan jelas struktur inti dari agama.” Melalui prinsip kovenan, Eichrodt mengembangkan tiga kategori utama: Allah dan umat-Nya, Allah dan dunia, dan Allah dan manusia untuk memperlihatkan perkembangan pikiran dan institusi.
Walter Kaiser Jr, melihat suatu kesatuan dari PL yang berpusat pada “janji” di PL, di mana setiap penulis dari PL secara sadar memberikan sumbangsih berkaitan dengan tema ini.

METODE TOPIKAL
John L. McKenzie mengembangkan teologi PL tanpa pertimbangan PB. Sebagai kontras dengan teologi-teologi PL yang lain yang berusaha melihat hubungan antara kedua perjanjian tersebut. McKenzie menulis seakan PL tidak ada lagi. McKenzie setuju dengan Harnack dan Bultmann bahwa PL bukan sebuah buku Kristen.


METODE DIAKRONIK
G. von Rad menyatakan bahwa teologi PL harus “menceritakan kembali” kerugma Israel atau pengakuan PL, yang dinyatakan oleh orang Israel dalam konteks sejarah. Yang dimaksudkannya bukan fakta sejarah, melainkan “penafsiran” sejarah. “Penceritaan kembali” bukan merupakan pernyataan iman; “mereka merupakan tindakan di mana umat mengekspresikan kesadaran hubungan mereka dengan Allah. Rad tidak menemukan tema sentral dalam teologi PL-nya, tetapi ia puas dengan “menyampaikan apa yang PL katakan tentang isinya sendiri.


METODE FORMASI TRADISI
Hartmut Gese mengembangkan teologi PL yang harus dimengerti secara esensi sebagai suatu proses sejarah dari suatu perkembangan. Yang ada bukan teologi Kristen atau teologi Yahudi dari PL, tetapi satu teologi dari PL yang disadari melalui formasi tradisi PL. Gese dan Rad tidak melihat ada tema yang sama atau utama dalam studi PL.


METODE TEMATIK DIALEKTIKAL
W. Breggemann mengusulkan suatu relasi tematik dan dialektik. Breggemann mengutip karya Terrien, Westermann, dan Hason yang menggunakan sistem dialektikal (proses penalaran yang berusaha untuk mencari solusi dari konflik antara ide-ide yang berbeda).


METODE TEOLOGI BIBLIKAL BARU
Bevard Childs menyerukan tentang “teologi biblikal baru” yang bergerak melampaui kritik historis (yang meninggikan penalaran manusia sebagai otoritas tertinggi dan memperlakukan Alkitab sama dengan buku-buku yang lain) yang mendasari hampir semua teologi PL.






IDENTIFIKASI DARI TEOLOGI PERJANJIAN LAMA
Beberapa unsur yang harus jelas dalam teologi PL:
1. Doktrin inspirasi kitab suci merupakan keharusan apabila keadilan akan ditegakkan pada teks kitab suci.
2. Teologi PL harus melibatkan eksegesis teks kitab suci, mengaplikasikan prinsip-prinsip hermeneutik yang tepat, sehingga membiarkan teks itu berbicara untuk dirinya sendiri
3. Teologi PL dibangun di atas premis wahyu progresif dan melalui eksegesis menemukan progresif dari wahyu Alah dalam sejarah
4. Teologi PL menyelidiki berbagai era yang berbeda, khususnya sebagaimana yang dicatat melalui kovenan-kovenan Allah yang dibuat dengan pengantara-pengantara-Nya, untuk menemukan bagaimana Allah telah menyatakan diri-Nya dalam sejarah Alktab.
5. Sebuah teologi PL harus memperhatikan kesatuan kitab suci, wahyu Allah yang telah diberikan berkaitan dengan diri-Nya harus merefleksikan tujuan akhir di mana Allah dari PL dan PB membawa kemuliaan pada diri-Nya sendiri. Kesatuan itu ditemukan dalam konsep kerajaan.


PENEKANAN DARI TEOLOGI
PERJANJIAN LAMA
Janji Allah kepada Daud bahwa kerajaan-Nya yang diwujudkan oleh Mesias tidak akan pernah diberhentikan dan pemerintahan kerajaan Mesias akan selama-lamanya.

Tujuan Allah memanggil orang berdosa adalah agar setiap orang kembali ke dalam persekutuan-Nya untuk membahwa kemuliaan nama-Nya. Allah adalah kudus dan semua yang akan masuk ke dalam persekutuan dengan-Nya harus kudus. Hari di mana Allah akan disembah dalam kekudusan-Nya oleh suatu bangsa yang diharubirukan dalam dunia yang telah direstorasi yakni dalam kerajaan Millenium.


TEOLOGI ERA EDENIK
PENCIPTAAN DAN TUJUANNYA
Elohim adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi. Istilah El berakar pada kata “kuasa dan takut,” yang mengartikan “Kebesaran Allah atau superioritas-Nya atas ilah-ilah lain.” Nama Elohim menyatakan Allah sebagai “subjek dari semua aktivitas ilahi yang dinyatakan kepada manusia dan Allah sebagai objek dari semua penghormatan dan ketakutan dari manusia. Nama Elohim menekankan kedaulatan-Nya (Kej. 24:3; Yes. 37:16; 54:5); peran-Nya sebagai Hakim (Mzm. 50:6; 58:11; 75:7); kemuliaan-Nya (Yes. 40:28; 65:16); peran-Nya sebagai Allah Sang Juruselamat (Kej. 17:8; 26:24; 28:13); dan keintiman dengan umat-Nya (Kej. 48:15; Mzm. 4:2; Yer. 23:23).

Penciptaan dalam Kejadian 1:1 “Pada Mulanya” bukan merupakan mitos, melainkan peristiwa sejarah. Istilah yang digunakan “bara” yang menyatakan Allah menciptakan dalam arti ex nihilo, yaitu “dari yang tidak ada.” Penciptaan ini bukan merupakan perevisian dari materi yang sudah ada sebelumnya (lih. Rm. 4:17; Ibr. 11:3). Hari-hari penciptaan diakhiri dengan pernyataan “ini adalah malam dan ini adalah pagi.” Pernyataan itu menunjukkan waktu dua puluh empat jam sehari. Pernyataan-pernyataan “hari kedua,” “hari ketiga,” juga menuntut waktu dua puluh empat jam sehari. Hal ini menjadi sarana untuk menyangkali pemahaman , evolusi, ateistik. Apabila manusia adalah produk dari proses evolusi, maka secara moral tidak bertanggung-jawab kepada Allah. Karena Allah yang menciptakan manusia, maka manusia bertanggung-jawab kepada Allah yang menciptakan supaya manusia berjalan dalam kekudusan untuk bersekutu dengan Allah, hal ini tidak menunjukkan keserupaan fisik tetapi keserupaan dalam hal spiritual, natural dan moral. Dalam keserupaan spiritual keberadaan manusia telah diregenerasikan untuk memiliki persekutuan dengan Allah (Ef. 2:1, 5), dalam keserupaan secara natural manusia memiliki akal budi, emosi, dan kehendak untuk mengetahui dan berkomunikasi dengan Allah, dalam keserupaannya manusia dapat mengetahui dan mentaati kehendak Allah.

Tujuan Allah menciptakan manusia dinyatakan di Kejadian 1:26 “biarlah mereka berkuasa.” Allah menempatkan manusia di taman untuk memerintah atas ciptaan-Nya. Sebagai pengantara Allah, Adam harus melaksanakan otoritas atas semua ciptaan, yaitu kehidupan tumbuh-tumbuhan dan binatang. Adam harus berkuasa atas ciptaan Allah.


KEJATUHAN DAN PENGHAKIMAN
Pembujukan untuk berdosa datang kepada Hawa melalui Ular. Fakta bahwa Ular dapat mencobai Hawa menunjukkan kehadiran si jahat (meskipun manusia belum jatuh ke dalam dosa). Namun demikian tetap menjadi teka-teki dari mana asalnya dosa, ini merupakan salah satu misteri dalam kehidupan. Meskipun Ular yang berbicara, sebenarnya Setan yang menjadi perancang dari pencobaan itu. Kemungkinan besar oleh karena ia “cerdik” (“pandai,” Mat. 10:16). Ular melawan kemuliaan Allah dan berusaha untuk merusak persekutuan manusia dengan Allah dan penguasaan manusia atas ciptaan Allah. Setan, melalui Ular, membangkitkan keraguan atas perkataan Allah (Kej. 3:1); ia berbohong dengan mengatakan bahwa manusia tidak akan mati (Kej. 3:4), mengekspresikannya dengan istilah yang kuat, “kamu pasti tidak akan mati.”

Penghakiman atas Adam berarti bahwa ia akan bekerja dengan susah payah; tanah akan melawan dia. Berita yang tragis menunggu Adam: kematian akan muncul. Adan dan Hawa akan mati baik secara fisik maupun secara spiritual.

JANJI PENEBUSAN
Kejadian 3:15 merupakan protevangelium, pemberitaan tentang Injil di kitab suci. Ini menunjuk kepada kemenangan Kristus atas Setan di kayu Salib (Kol. 2:14-15; Ibr. 2:14) pada saat itu Kristus akan menunjukkan ketidakberdayaan setan, dan memampukan manusia untuk selamanya dipulihkan hubungannya dengan Allah, dan memungkinkan manusia akhirnya sebagai yang berdaulat. Setan akan mendapatkan sedikit kemenangan (“kamu akan melukai tumitnya”), menunjukkan kematian Kristus, namun demikian kematian itu akan membuat kekalahan Setan.

Meskipun Adam kehilangan cukup besar berkaitan dengan otoritas dalam memerintah kerajaannya sebagai pengantara Allah, Kejadian 3:15 melihat pada masa yang akan datang pada waktu kerajaan Mesianik akan dimulai, serta memulihkan apa yang telah dihilangkan oleh Adam.

Beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan penyataan Allah pada teologi Era Edenik:
1). Allah menyatakan diri-Nya sendiri sebagai yang mahakuasa dan berdaulat atas penciptaan alam semesta dan dunia.
2). Allah yang kudus, menuntut ketaatan untuk dapat bersekutu dengan Dia.
3). Allah adalah Allah dari anugerah, seperti yang dimanifestasikan melalui janji seorang Juruselamat.
4). Manusia adalah puncak dari ciptaan Allah, diciptakan segambar dan serupa dengan Allah untuk bersekutu dengan Allah dan untuk memerintah atas ciptaan Allah.
5). Manusia adalah makhluk yang bertanggung-jawab kepada Allah yang kudus. Manusia ditetapkan berdosa melalui dosa Adam.
6). Allah berinisiatif untuk memberikan program penebusan dengan menjanjikan seorang Juruselamat kepada Adam dan Hawa. Janji menantikan kemenangan terakhir dari Mesias atas Setan itu, menyediakan dasar bagi yang dipulihkan.















TEOLOGI ERA NUH

ORANG KANAAN DAN ORANG SET
Periode Nuh memperlihatkan degradasi dan kemerosotan umat manusia. Masa ini ditandai dengan pemisahan antara gadis keturunan Set yang saleh dengan garis keturunan Kain yang tidak saleh; dua cabang yang berbeda dari umat manusia sedang berlangsung.

Kejadian 5 menelusuri keturunan Set yang terpisah dari keturunan Kain. Garis keturunan Set mewakili garis keturunan orang-orang saleh, sedangkan keturunan Kain mewakili garis keturunan orang-orang yang tidak saleh.

AIR BAH
Nuh, sebagai mediator pemerintahan kerajaan Allah, berdiri sendiri sebagai manusia yang benar di tengah dunia yang berdosa (Kej. 6:9-11). Nuh berlaku benar terhadap manusia dan Allah: ia adalah benar (Ibrani zedek), dilihat dari sudut pandang manusia, dan ia tanpa cacat cela (Ibrani tamim), dilihat dari sudut pandang Allah (6:9). Kontras antara Nuh dan dunia itu sangat nyata: Nuh adalah benar sedangkan bumi telah tercemar; Nuh berjalan dengan Allah sedangkan bumi penuh dengan kejahatan.

W. E. Vine, Merrill F. Unger, William White, Jr juga memberikan komentar tentang penggunaan kata tâmîym sebagai berikut: tâmîm (~ymiîT'), “sempurna, tak bercela, ketulusan, seluruh, utuh, lengkap, penuh.” Kata tâmîm muncul berkaitan dengan makna korban persembahan. Tâmîm berarti “lengkap” dalam pengertian keseluruhan atau kepenuhan: “Kemudian dari korban keselamatan itu ia harus mempersembahkan lemaknya sebagai korban api-apian bagi Tuhan, yakni segenap ekornya yang berlemak yang harus dipotong dekat pada tulang belakang . . . (Imamat 3:9). Tâmîm dapat juga berarti tidak perlu diragukan lagi atau lepas dari keberatan dalam Yesaya 32:4 perkataan-Nya menunjukkan pekerjaanNya: “perbuatan-Nya adalah sempurna.” Umat Tuhan harus menghindari praktek penyembahan berhala dari orang Kanaan. Mereka harus hidup dengan tidak bercela (sempurna) dihadapan Tuhan Allahmu (Ulangan 18:13). Digunakan dalam konteks untuk menerangkan bahwa (kesempurnaan) harus memenuhi semua persyaratan dari hukum Tuhan (bnd. Mazmur 18:23). Kata ini juga menunjukkan korban yang harus dipersembahkan kepada Tuhan (15 kali). Itu berarti korban harus yang tak bercacat cela (Imamat 22:18-21) dimana “cacat cela”nya adalah dilihat dari sudut pandang Tuhan: “maka supaya TUHAN berkenan akan kamu, haruslah persembahan itu tidak bercela dari lembu jantan, domba atau kambing (Imamat 22:19). Dalam beberapa konteks lain karena ini memiliki latar belakang yang lebih luas. Ketika korban (bakaran) itu sudah dinyatakan berkenan, maka tidak ada tampilan luar atau bagian dalamnya yang menjijikkan untuk Tuhan “… Nuh tidak berbuat salah, dan dia satu-satunya orang yang baik pada zamannya. Ia hidup akrab dengan Allah. ” (Kej. 6:9). Kata ini menunjukkan hubungan sepenuhnya antara Nuh dan Tuhan. Dalam Hakim-Hakim 9:16, dimana tâmîm dijelaskan sebagai “suatu hubungan antar sesama manusia yang lebih dari sekedar perbuatan yang kelihatan diluar: “Maka sekarang, jika kamu berlaku setia dan tulus ikhlas (literal, “sikap tulus hati/bersungguh-sungguh’) dengan membuat Abimelekh menjadi raja …” Konotasi yang meluas ini juga mewarnai seperti yang terdapat dalam Kejadian 17:1 yang berkaitan dengan Roma 4. Dimana Paulus menyatakan bahwa Abraham memenuhi persyaratan Tuhan tetapi ia melakukannya hanya melalui iman. Kata sifat yang lain, Tam, muncul 15 kali. Dengan akar kata yang sama dari Ugaritic. Kata ini juga berarti lengkap atau sempurna (Kid. 5:2), dapat dipercaya atau bermanfaat (Kej. 25:27) dan lengkap, secara moral tidak bersalah, dan berintegritas (Ayub 1:8).

KOVENAN NUH
Tindakan pertama Nuh setelah peristiwa Air Bah adalah membangun mezbah dan beribadah kepada Tuhan (Kej. 8:20). Ini merupakan catatan pertama di Perjanjian Lama tentang ibadah kepada Tuhan melalui korban penumpahan darah di atas mezbah. Persembahan korban bakaran kemudian dinyatakan sebagai korban persembahan (Im. 1:1-7).
Kovenan Nuh memberikan prinsip-prinsip untuk manusia sebagai penguasa kerajaan Allah di atas bumi: (1) Allah membuat provisi untuk penyebaran umat Allah (9:1) tidak lagi muncul; hal itu tidak berlaku lagi karena dosa. (2) Ketakutan kepada manusia diberikan kepada binatang (Kej. 9:2). (3) Provisi untuk memelihara kehidupan manusia (Kej. 9:3-4). Manusia tidak lagi harus menjadi pemakan sayur-sayuran; melainkan juga daging untuk dimakan. Namun darah tidak boleh dimakan karena mewakili kehidupan (lih. Im. 17:14). (4) Provisi untuk melindungi kehidupan manusia (Kej. 9:5-6). Sebagai administrator kerajaan Allah, Nuh harus menjaga kekudusan hidup manusia. (5) Allah berjanji tidak akan lagi mengirimkan air bah yang akan membinasakan seluruh umat manusia (Kej. 9:11).

BERKAT SEM
Bersamaan dengan penghakiman Allah akan dunia yang berdosa ini dengan Air Bah, berkat yang akan datang bagi semua orang pun diumumkan. Berkat itu akan bersumber dari kovenan Allah, Yahweh, dengan umat perjanjian-Nya, yaitu keturunan Sem. Allah sekarang mewahyukan bahwa Ia akan melaksanakan program kerajaan-Nya melalui garis keturunan Sem, yaitu bangsa Ibrani.

MENARA BABEL
Ketransedenan dan keimanenan Tuhan sangatlah jelas (Kej. 11:7). Ia yang jauh “turun” untuk melihat apa yang sedang dikerjakan oleh orang-orang itu. Allah Tritunggal secara implisit tersirat dalam pernyataan itu “Baiklah Kita turun.”
Dosa orang-orang itu adalah: (1) Mereka memberontak melawan perintah Allah yang eksplisit (Kej. 9:1); (2) Mereka berusaha mencari kemuliaan mereka sendiri bukannya kemuliaan Tuhan. Mereka mendelekrasikan, “mari kita membuat untuk kita sendiri (Kej. 11:3-4). (3) Mereka mau membuat nama untuk mereka sendiri (Kej. 11:4). Mereka mau membangun sebuah menara yang akan memberikan kemuliaan bagi mereka sendiri; (4) Mereka ingin menghindari penyebaran oleh karena itu mereka membangun menara yang akan menjadi titik temu supaya mereka tidak tercerai berai. Mereka ingin membangun kerajaan mereka sendiri bukannya kerajaan Allah.
Melalui pengacaubalauan bahasa, Allah mencapai tujuan-Nya. Bangsa itu terserak dan menggenapi perintah-Nya (Kej. 9:1) dengan memenuhi bumi.
Sepanjang periode Nuh, Allah mewahyukan diri-Nya kepada umat-Nya: (1) Ia adalah Allah yang benar, yang menuntut ketaatan pada perintah-Nya, (2) Allah tidak mengabaikan dosa, (3) Allah adalah transenden dan imanen. Allah yang “tidak sama dan terpisah dengan ciptaan-Nya” juga merupakan Allah yang berkomunikasi dengan umat manusia, (4) Allah menerima penyembahan dari umat-Nya. Persembahan kurban dengan penumpahan darah pertama kali disebutkan pada zaman ini, (5) Allah adalah Allah yang berdaulat; kehendak-Nya selalu akan terjadi, (6) Allah akan memberkati orang Ibrani dan pada akhir semua bangsa di dunia melalui keturunan Sem, sebagai garis keturunan Mesianik. Kerajaan itu diantisifasi melalui Sem.



























TEOLOGIA PATRIAKH
Konsep kerajaan menjadi lebih jelas di Kejadian 12. Pasal ini menandai suatu perubahan dalam Allah berhadapan dengan manusia. Pada pasal-passal sebelumnya dari Kejadian, Allah berhubungan secara umum dengan umat manusia. Sehubungan dengan keberdosaan umat manusia yang sudah terjadi, Allah sekarang bertindak untuk memberkati dan menebus umat manusia yang telah jatuh dengan melakukannya melalui bangsa tertentu. Abraham menjadi pusat figure dimana melaluinya Allah akan bertindak. Ia menjanjikan suatu berkat bagi Abraham dan keturunannya yang akan melahirkan seorang Mesias dengan berkat bagi orang Ibrani dan bangsa-bangsa di dunia dalam Kerajaan milenial.

KOVENAN ABRAHAM

NATUR KOVENAN
Allah menentukan untuk memilih bangsa tertentu bagi diri-Nya di mana melalui bangsa itu Allah akan memberkati semua bangsa. Kovenan Abraham adalah penting untuk mendapatkan pengertian yang tepat tentang konsep Kerajaan dan merupakan dasar dari Teologi PL. (1). Kovenan Abraham dijelaskan di Kejadian 12:1-3 dan merupakan Kovenan tak bersyarat. Tidak ada persayaratan yang melekat pada Kovenan itu (tidak ada kata ”jika” yang menunjukkan bahwa penggenapan kovenan itu bergantung pada manusia). (2). Kovenan itu juga merupakan kovenan literal di mana janji-janji itu harus dimengerti secara harfiah. Tanah yang dijanjikan itu harus dimengerti secara harfiah atau dengan penafsiran yang normal, dengan kata lain tanah itu tidak menggambarkan surga. (3). Kovenan itu juga merupakan kovenan yang kekal. Janji-janji yang Allah buat dengan Israel adalah kekal.

GAMBARAN DARI KOVENAN
Ada tiga segi dalam Kovenan Abraham
Tanah perjanjian (Kej 12:1). Allah memanggil Abraham keluar dari Ur Kasdim ke tanah yang akan Ia berikan kepadanya (Kej 12:1). Janji ini diulang lagi di Kejadian 13:14-18, yang dikonfirmasikan dengan suatu kovenan kasut, dimensi kovenan itu diberikan di Kejadian 15:18-21 (menghindari semua anggapan bahwa hal ini baru akan digenapi di surga). Aspek tanah perjanjian dalam Kovenan Abraham lebih jauh dijelaskan lagi di Ulangan 30:1-10, yang adalah Kovenan Palestina.
Perjanjian Keturunan (Kej 12:2). Allah menjanjikan Abraham melaluinya Ia akan membuat bangsa yang besar. Abraham, yang telah berumur 75 tahun pada waktu itu, tidak memiliki anak (Kej. 12:4). Ia dijanjikan akan memiliki keturunan yang sangat banyak. Janji ini diperjelas di Kejadian 17:6 di mana Allah berjanji bangsa-bangsa dan raja-raja akan berhasil dari era Patriakh. Janji ini (dijelaskan lebih jauh di Kovenan Daud di 2Samuel 7:12-16) akan terjadi pada garis keturunan kerjaan Daud di mana kerajaan Mesias akan memerintah atas bangsa Ibrani.
Perjanjian berkat dan penebusan (Kej. 12:3). Allah berjanji melalui Abraham untuk memberkati Abraham dan keluarganya di bumi ini. Janji ini dipertegas di PB (Yer. 31:31-34, lihat Ibr. 8:6-13) dan janji ini berkaitan dengan berkat rohani dan penebusan Israel. Yeremia 31:34 mengantisipasi pengampunan dosa yang dijanjikan itu.
Natur Kovenan tanpa syarat dan kekal itu terlihat pada waktu Kovenan itu ditegaskan kembali pada Ishak (Kej. 21:12, 26:3-4). Janji-janji “Aku akan” menunjukkan aspek tanpa syarat dari Kovenan itu. Kovenan itu kemudian dikonfirmasikan pada Yakub (Kej. 28:14-15). Perlu diperhatikan bahwa penegasan Allah yang berulang-ulang atas janji-janji itu menunjukkan pengakuan Allah atas dosa-dosa para Patriakh. Fakta itu menekankan lebih lanjut tentang natur tanpa syaratnya dari Kovenan Abraham.
Metode Allah menggenapi Kovenan Abraham adalah harfiah, sebagaimana Allah menggenapi sebagian dari Kovenan itu dalam sejarah. Allah memberkati Abraham dengan memberikan ia tanah (Kej. 13:14-17); Allah memberkatinya secara rohani (Kej. 13:8, 14:22, 23; 21:22); Allah memberikannya banyak keturunan (Kej. 22:17; 49:3-28).
Unsur penting dari Kovenan Abraham adalah penggenapan dimasa yang akan datang di mana kerajaan Mesias akan berkuasa. (1). Israel sebagai sebuah Negara akan memiliki tanah itu di masa yang akan datang. Banyak bagian PL mengantisipasi berkat di masa yang akan datang bagi Israel dan kepemilikan tanah sebagaimana yang dijanjikan kepada Abraham. Yehezkiel menerima visi untuk masa depan pada waktu Israel akan dipulihkan kembali ke tanah itu (Yeh. 20:33-37, 40-42; 36:1-37:28). (2). Israel sebagai suatu bangsa akan bertobat, diampuni dan dipulihkan (Rm. 11:25-27). (3). Israel akan bertobat dan menerima pengampunan dari Allah pada masa yang akan datang (Za. 12:10-14). Kovenan Abraham akan digenapi sepenuhnya dalam hubungan dengan kedatangan Mesias kembali untuk membebaskan dan memberkati umat-Nya Israel. Hal itu terjadi melalui bangsa Israel bahwa Allah menjanjikannya di Kejadian 12:1-3 untuk memberkati bangsa-bangsa di dunia. Puncak berkat itu adalah pengampunan dosa dan kerajaan Mesias yang mulia akan memerintah di atas bumi.

RINGKASAN
Wahyu progresif Allah dapat dilihat selama era Abraham. Allah bertindak untuk menyelesaikan masalah dosa yang telah masuk ke tengah umat manusia. Allah sekarang tidak lagi berhubungan dengan umat manusia secara umum seperti sebelumnya. Allah mulai bekerja dengan pribadi lepas pribadi. Ia berhubungan dengan Abraham secara pribadi, di mana melaluinya Ia akan memanggil keluar bangsa tertentu. Dan melalui bangsa ini Allah akan memberkati semua bangsa di dunia serta melalui bangsa ini Allah akan memberkati semuanya bangsa di dunia serta melalui bangsa ini yaitu Israel Mesias akan datang dan mendirikan kerajaan-Nya. Jadi, janji Allah berupa berkat melalui keturunan Abraham adalah suatu berkat yang mana pengampunan dosa kemudian termasuk di dalamnya (Yer. 31:34).









TEOLOGI ERA MUSA
Allah memimpin Israel yang telah ditebus turun ke Sinai di mana Ia membuat kovenan dengan bangsa itu. Ia menetapkan untuk memisahkan orang Israel sebagai bangsa yang dikhususkan untuk diri-Nya sendiri. Israel menjadi mediator Allah dalam kerajaan teokrasi Allah di atas bumi melalui Kovenan Musa. Allah masuk pada perjanjian bersyarat, yaitu Kovenan Musa, dengan Israel. Persyaratan kovenan itu kemudian diajukan kepada bangsa itu, mereka berkewajiban untuk menaati raja itu. Apabila mereka menaati Dia, maka mereka akan menerima berkat, apabila mereka tidak taat kepada Dia, maka mereka akan menerima penghukuman. Perjanjian itu dikenal sebagai Kovenan Musa yang terjadi antara TUHAN dengan bangsa Israel.

MEDIATOR BANGSA-BANGSA
Allah berjanji akan membuat Israel “imamat yang rajani dan suatu bangsa yang kudus” (Kel. 19:6). Bangsa itu dikhususkan bagi Tuhan untuk menjadi mediator kebenaran-Nya kepada bangsa lain. Ini merupakan perintah bagi seorang utusan. Seorang imam adalah seorang mediator, mewakili umat Allah, dalam pengertian semua bangsa Israel harus menjadi mediator antara kerajaan Allah dengan semua bangsa di dunia. Israel merupakan imamat yang bersifat universal. Mereka adalah mediator-mediator anugerah Allah bagi bangsa-bangsa di dunia sebagaimana yang dinyatakan kepada Abraham “semua bangsa dibumi akan diberkati.” Israel sebagai bangsa harus menjadi terang spiritual bagi bangsa-bangsa di dunia. Israel gagal, tetapi Mesias pada akhirnya akan memproklamirkan terang Allah bagi bangsa-bangsa melalui pendirian kerajaan seribu tahun (Yes 42:6, 49:6; 51:4, 60:1,3).


KONSTITUSI BANGSA
Hukum Moral
Hukum moral ditemukan pada prinsipnya di sepuluh Hukum (Kel. 20:2-17; Ul. 5:6-21), meskipun tidak terbatas pada hukum-hukum itu saja. Kesepuluh Hukum itu didaftarkan dalam dua kategori, hubungan manusia dengan Allah, meliputi empat hukum yang pertama (Kel 20:2-11) dan hubungan manusia dengan manusia, meliputi enam hukum yang terakhir (Kel. 20:12-17). Hukum moral mulai dengan pernyataan, “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau, keluar dari tanah mesir (Kel. 20:2), oleh sebab itu “standart moral untuk memutuskan apa yang benar dan salah, baik dan jahat, ditetapkan berdasarkan kekudusan dari karakter Yahweh yang tanpa salah dan tidak bergeser yaitu Allah orang Israel.

Hukum Sipil
Hukum sipil meliputi banyak hukum yang muncul di Keluaran 21:1-24:18, demikian pula di Imamat dan Ulangan. Hukum-hukum ini mencerminkan kepedulian sosial di mana orang Israel akan hidup dengan kepedulian yang benar terhadap sesamanya dalam kerajaan mediatorial ini. Hukum-hukum itu memberikan referensi untuk budak, mencelakakan orang lain, hak kepemilikian, penindasan kepada janda dan yatim piatu, peminjaman uang, dan kepedulian-kepedulian yang lain.

Hukum Seremonial
Dijelaskan di Keluaran 25:1-40:38 (demikian pula di imamat dan Bilangan), meliputi tabernakel, pakaian, dan fungsi dari imam-imam, dan korban-korban serta persembahan.

IBADAH BANGSA
Pada waktu Allah memilih suatu bangsa bagi diri-Nya juga memberikan cara bagaimana bangsa itu dapat bertemu dengan TUHAN; jadi Dia memberikan ibadah tabernakel di mana Israel dapat menghadap Allah yang kudus. Di tempat itu TUHAN akan bertemu dengan Isral (Kel. 25:22; 29:42, 43; 30:6, 36).
TUHAN memanggil Israel untuk membangun tabernakel. (1) Hal itu merupakan pemberian jalan untuk Allah tinggal di tengah bangsa itu (Kel. 25:8). (2) Hal itu memberikan jalan untuk Allah menyatakan kemuliaan-Nya (Kel. 40:34, 35). (3) Hal itu memberikan jalan bagi bangsa yang berdosa untuk menghadap Allah yang kudus karena itu merupakan pusat ibadah pengorbanan (Im. 17:11). (4) Hal itu merupakan peringatan terhadap orang berdosa untuk berhenti berbuat dosa. (5) Hal itu mengantisipasi (menunjuk) penebusan dalam Kristus (Ibr. 8:5).
Tabernakel itu dibagi menjadi dua ruangan, Ruang Kudus dan Ruang yang Maha Kudus. Allah menginstruksikan Israel untuk menempatkan kotak dari kayu, yang disebut tabut perjanjian, ditempat yang Maha Kudus, dan menutupi tabut perjanjian itu dengan kursi kemurahan. Di sini Allah tinggal dengan bangsa-Nya (Kel. 25:22). Pada pintu masuk ke halaman tabernakel ada mezbah korban bakaran dimana imam setiap hari mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan (Kel. 29:38). Ini merupakan peringatan bagi bangsa itu bahwa dituntut darah untuk menghadap TUHAN. Para imam, yang berasal dari suku Lewi, dikhususkan sebagai mediator antara bangsa itu dengan Allah yang kudus. Mereka melayani di tempat peribadahan tabernakel. Keseluruhan sistem penyembahan tabernakel merupakan peringatan akan kemahakudusan Allah; hal itu memperingati bangsa itu bahwa seorang mediator harus ada menghadap Allah.

KOVENAN PALESTINA
Kitab Bilangan mengantisipasi kepemilikan tanah oleh Israel. Bangsa ini mengembara melalui padang belantara dan sampai ke bagian timur Laut Mati dalam penantian memiliki anak itu. Ini adalah penekanan penting dari kitab itu karena “Enam puluh sembilan kali penulis kitab Bilangan mengulangi ikrar bahwa Israel pada suatu hari akan ‘memiliki’ dan ‘mewarisi’ tanah yang dijanjikan kepadanya.” TUHAN mengulangi natur persyaratan dari Kovenan dengan mengutip keharusan ketaatan untuk mendapat berkat (Ul. 28:1-14) dan mengutip penghukuman atas ketidaktaatan (Ul. 28:15-68).

Natur Kovenan
Natur kovenan Palestina adalah sebagai berikut: “(1) Bangsa itu akan diangkat dari tanah itu karena ketidaksetiaannya (Ul. 30:1-3); (2) Akan ada pertobatan dikemudian hari dari Israel (Ul. 28:63-68); (3) Mesias mereka akan kembali (Ul. 30:3-6); (4) Israel akan dipulihkan kembali dari tanah itu (Ul. 30:5); (5) Israel akan sebagai sebuah bangsa (Ul. 30:4-8; Rm. 11:26-27); (6) Para musuhnya akan dihakimi (Ul. 30:7); (7) Bangsa itu akan kemudian menerima berkatnya secara penuh (Ul. 30:9).
Kovenan Palestin adalah penting sejauh hal itu menegaskan kembali kepemilikan Israel akan tanah itu. Janji dari kovenan Palestina tidak dibatalkan oleh karena Kovenan Musa yang bersyarat. Kovenan Palestina diberikan sebagai Kovenan kekal (Yeh. 16:60) oleh karena hal itu adalah bagian dari Kovenan Abraham yang tanpa syarat dan suatu penjelasan akan hal itu.

Penggenapan Kovenan
Studi atas Ulangan 28-30 memperlihatkan bahwa Allah memprediksi kemurtadan Israel dan penyebaran dibawah Asyur, Babel dan Roma sebelum mendiami tanah itu. Sebelum Kovenan Palestina digenapi, Israel harus terlebih dahulu bertobat dan sampai pada pengenalan akan Mesias (Za. 12:10-14), maka mereka akan dikumpulkan kembali dari tengah bangsa-bangsa ditanah, dimana orang-orang telah tinggal selama ribuan tahun. Jadi, Kovenan Palestian adalah tentang masa depan, yaitu suatu peristiwa eskatologis yang akan digenapi di tanah Israel yang sebenarnya dalam kerajaan Millenial.

RINGKASAN
Ibadah Musa memberikan tambahan wahyu berkaitan dengan Allah. (1) Allah adalah kudus; Ia tidak dapat didekati tanpa seorang mediator. Kekudusan Allah juga dapat dilihat dalam tuntutan-Nya akan moral yang benar dari umat-Nya, oleh karena itu Ia memberikan mereka kode moral yang mereka jalani dalam kehidupan mereka. (2) Allah adalah imanen; hal itu diperlihatkan melalui perhatian pada umat-Nya dan tinggal bersama mereka. (3) Darah penting dalam beribadah kepada Allah yang kudus. Darah harus ada sebagai penebusan dari murka Allah karena dosa, dan tanpa darah adalah tidak mungkin menghadap Allah. (4) Pekerjaan mediator dalam keimaman orang Lewi menunjuk pada Mediator yang akan sekali untuk selamanya merekonsiliasi manusia yang berdosa dengan Allah yang kudus. (5) Allah telah membuat Kovenan dengan bangsa yang khusus, Israel. Di era PL Allah memerintah atas Israel dikerajaan mediator melalui mediator-mediator yang dipilih-Nya.



TEOLOGI ERA MONARKHI
Dalam janji Allah semula kepada Abraham, Ia berjanji untuk memberkati para patriakh dengan memberikan keturunan yang banyak jumlahnya. Allah berjanji untuk memberikan Abraham nama besar dan membuat dia menjadi berkat melalui keturunannya. Ini merupakan janji berkaitan dengan keturunan di Kejadian 12:2 yang ditegaskan di kovenan Daud di 2 Samuel 7:12-16. Allah menjanjikan Daud bahwa ia akan memiliki seorang anak, Salomo, yang akan mendirikan kerajaannya; lebih dari itu, garis keturunan Daud akan berlangsung terus, dan pada akhirnya melahirkan kerajaan yang diperintah oleh Mesias yang akan memiliki kerajaan politik, pemerintahan di bumi yang akan berlangsung selama-lamanya.

KOVENAN DAUD
Konsep kerajaan mencapai titik akhirnya di kovenan Daud, yang memprediksikan pemerintah milenial dari Anak Daud yang agung, Sang Mesias.

NATUR KOVENAN
Di 2 Samuel 7 Allah berjanji kepada Daud sebagai berikut: (1) Daud akan memiliki seorang anak, yang akan lahir, yang akan mengantikan dia dan mengokohkan kerajaannya. (2) Anak itu, yaitu Salomo akan membangun bait Allah bukan Daud. (3) Tahta kerajaan itu akan berlangsung selama-lamanya. (4) Tahta kerajaan itu akan direbut dari Salomo, meskipun dosanya layak untuk mendapatkan hukuman. (5) Rumah, tahta, dan kerajaan Daud akan berdiri selama-lamanya.
Salomo, anak Daud, akan bertahta dalam kerajaan Israel, dan Allah berjanji bahwa berkat di kovenan Daud akan berlangsung terus melalui Salomo. Esensi dari kovenan Daud diberikan di 2 Samuel 7:16 dan berisi tiga unsur penting. (1) Rumah. Hal itu menunjuk ada dinasti kerajaan Daud; Allah menjanjikan Daud suatu keturunan raja Daud yang berlangsung terus-menerus. Janji ini memvertifikasi bahwa garis keturunan Daud tidak akan dipunahkan tetapi akan dilahirkan dalam Mesias yang akan memerintah dunia. (2) Kerajaan. Kata kerajaan menyangkut suatu bangsa dan penguasaan atas siapa raja itu dalam pemerintahannya. (3) Selama-lamanya. Selama-lamanya menekankan bahwa hak untuk memerintah tidak akan diambil dari keluarga Daud; lebih dari itu, keturunan Daud tidak akan pernah berhenti memerintah atas Israel.

PENGGENAPAN KOVENAN
Natur dari penggenapan terakhir kovenan dapat dimengerti dengan memperlajari penggenapan inisial dari janji kepada Daud. Takhta Salomo adalah harfiah, takhta secara politik; oleh karena itu, penggenpan terakhir melalui Mesias juga akan harfiah dan politis (demikian pula spiritual). Allah menyatakan kembali penggenapan di masa yang akan datang dari penggenapan kovenan Daud kepada Daud di Mazmur 89. Allah berjanji dengan sumpah kepada Daud bahwa garis keturunannya akan berlangsung selama-lamanya dan bahwa Daud akan memiliki keturunan yang memerintah atas raja-raja dunia ini (Mzm. 89:3-4, 27-29, 33-37)
Mazmur-mazmur lain mengantisipasi pendirian kerajaan Mesianik. Mazmur 110, dinyatakan sebagai “Mazmur mesianik murni”, yang mengantisipasi Mesias yang akan menaklukkan bangsa-bangsa di dunia kepada diri-Nya. Mazmur itu mengantisipasi penghakimannya atas raja-raja dunia (110:5-6) dan pemerintahan-Nya melalui penaklukan-Nya (110:2). Hal itu mencerminkan musuh-musuh yang akan dikalahkan (110:1) Mazmur 2 memiliki penekanan yang serupa. Bukanya pemberontak dari bangsa-bangsa yang tidak percaya, Yahweh malahan menempatkan Mesias di Sion, gunung kudus di Yerusalem, dari mana Ia akan memerintah dunia ini.
Para nabi PL juga mengharapkan penggenapan harfiah dari kovenan Daud melalui Mesias. Mereka menyatakan kembali janji-janji dari penggenapan di masa yang akan datang tanpa memperhitungkan dosa dan kemurtadan Israel (menunjukkan natur tanpa syarat dari kovenan itu). Nubuat Yesaya tentang Anak yang akan diberikan yang akan memerintah di takhta Daud (Yes 9:6-7); ia berbicara tentang keadilan dari pemerintahan kerajaan Mesias (Yes 11:4-5). Yeremia menggambarkannya sebagai suatu hari ketenangan di mana suatu “cabang Daud yang benar” akan menjalankan keadilan dan kebenaran di bumi” (Yer. 33:15). Yeremia menjanjikan kesinambungan garis keturunan Daud yang memampukan Mesias, keturunan Daud, menggenapi janji ini (Yer. 33:15-17; lihat juga 23:5-6; 30:8-9). Yehezkiel juga mengantisipasi penggenapan kovenan Daud di mana Daud (sebutan dari Mesias) akan memerintah atas mereka (Yeh. 37:24-28). Hal ini penting untuk diperhatikan bahwa nubuat sekarang berada dipembuangan di Babel oleh karena dosanya. Hosea juga menegaskan kembali kovenan itu (Hos. 3:4-5), demikian pula Amos (Am. 9:11) dan Zakharia (Za. 14:4,9)
Jadi PL memproklamirkan sebuah kerajaan didirikan di bumi oleh Mesias, Anak Daud, sebagai ahli waris kovenan Daud. Orang Yahudi berharap kerajaan seperti itu oleh karena mereka mengambil secara harfiah perkataan Allah, yang secara tegas dan berulang kali mengkonfirmasikan pengharapan-pengharapan dan janji-janji dari kovenan dengan Daud.

RINGKASAN
Meskipun PL sejauh ini telah cukup menekankan keterpisahan manusia dengan Allah karena dosa, era monarkhi telah mewahyukan bahwa Allah pada akhirnya akan bertindak untuk memulihkan manusia dari perbudakan dosa. Ia akan melakukannya melalui Mesias, keturunan Daud. Allah pada akhirnya akan memberikan Mesias kerajaan politik dan spiritual di dunia atas Israel dan atas bangsa-bangsa, di mana Mesias itu akan memerintah dengan benar.
















TEOLOGI ERA PARA NABI

TEOLOGIA ERA PARA NABI
Para nabi di Israel memegang peran penting untuk mendeklarasikan masa depan, berkat-berkat bagi kerajaan Israel berkaitan dengan janji semula yang diberikan kepada Abraham di kejadian 12:1-3 dan dijelaskan lebih jauh di bawah kovenan Palestina (Ul. 30:1-10) dan kovenan Daud (2Sam. 7:12-16).
Pekerjaan seorang nabi dijelaskan di Ulangan 18:15-18 dan langsung mengantisipasi nabi besar, yaitu Mesias, kepada siapa orang akan mendengarkan (Ul. 18:8). Ada beberapa istilah berbeda yang digunakan untuk menjelaskan seorang nabi. Istilah bahasa Ibrani untuk nabhi artinya adalah jurubicara atau seorang pembicara dan menunjuk pada “seorang yang dipanggil untuk memproklamasikan sebagai pembuka bagi berita dari Allah sendiri.” Istilah Ibrani kedua menjelaskan nabi itu adalah roeh, yang berarti “melihat” (1Sam. 9:9); ini merupakan kata yang lebih terdahulu untuk nabi dan pada dasarnya mirip dengan nabhi. Roeh merupakan istilah popular yang biasa dipakai, sedangkan nabhi merupakan istilah teknis. Istilah Ibrani ketiga, seer, artinya “melihat atau lihatlah”, dan ini juga mirip dengan roeh. Ketiga istilah itu digunakan di 1 Tawarikh 29:29, yang mengusulkan bahwa ketiganya memiliki arti yang sama.
Fungsi dari nabi PL adalah sebagai administrator dari kerajaan teokrasi untuk membawa Israel kembali pada hukum Musa, di mana orang Israel terikat pada Tuhan dalam kovenan antara Tuan dengan hamba-Nya. Hukum Musa merupakan kovenan bersyarat di mana Allah menjanjikann akan memberkati Israel apabila mereka menaati Dia. Apabila mereka tidak menaati Dia, Dia akan menghukum mereka. Fungsi lain (di antara lainnya) dari seorang nabi adalah untuk memproklamirkan apa yang akan terjadi. Kulminasi dari berita tentang apa yang akan terjadi ini berbicara tentang masa depan Israel di bawah pemerintahan kerajaan Mesias.

PENGHARAPAN PADA SEORANG HAMBA YESAYA
Kitab Yesaya seringkali dianggap sebagai surat Rimanya PL. Nabi Yesaya memberikan gambaran kerajaan dari Mesias, melalui siapa Allah akan membawa terang bagi bangsa-bangsa, menebus Israel, menyediakan pengampunan, dan membawa berkat universal bagi bumi dalam kerajaan milenial.
Nubuat Yesaya tumpang tindih dengan pengumuman tentang penundaan penghakiman dan berkat masa yang akan datang. Berkat-berkat pada masa yang akan datang ini ditentukan pada hari di mana Israel akan bertobat atas dosa-dosa mereka dan menikmati berkat-berkat pemulihan pada tanah dalam kerajaan Mesias. Dasar bago teolog Yesaya adalah pangggilannya yang dijelaskan di Yesaya 6. Dalam panampakan Ilahi ini Yesaya melihat kemulian Tuhan di tahta dan dikelilingi oleh seraphim. Yesaya juga mengingatkan kekudusan Allah (Yes 6:3). Bangsa Israel akan kudus bagi Tuhan dankemuliaan Allah akan memenuhi bumi.
Yesaya secara tidak biasa menjelaskan secara deskriptif kerajaan Mesias yang akan datang, yang akan menjadi berkat bagi Israel dan bangsa-bangsa. Nabi itu menunjuk Mesias sebagai “Ranting dari Tuhan” (Yes 4:2). Mesias akan lahir dari garis keturunan Daud dan membawa berkata bagi seluruh bumi. Mesias juga akan menjadi Imanuel, “Allah berserta kita”, oleh karena Ia menunjukkan karya Allah dan menyampaikan perkataan Allah.
Yesaya menjabarkan Dia sebagai “anak yang lahir” dan “putra yang diberikan”, yang pertama menunjukkan kemanusian-Nya sedang yang terakhir menunjukkan keilahian-Nya (Yes 9:6). Sebutan Yesaya akan Mesias juga menekankan keilahian-Nya “Penasihat Ajaib” (lihat 28:29), “Allah yang perkasa” dan Bapa yang kekal” (Yes 9:6).
Yesaya menekankan bahwa Mesias bukan hanya akan membawa berkat bagi Israel, tetapi juga bagi bangsa-bangsa di dunia. Daerah Galilea yang dihina, dikenalkan sebagai “Galilea orang kafir”, akan menjadi mulia karena kehadiran Mesias (Yes. 9:1-2; lihat juga 42:6; 49:6). Tetapi Mesias juga ditetapkan untuk memerintah. Sebagai keturunan Daud, Ia akan melaksanakan pemerintahan atas bumi pada kerajaan yang akan datang (Yes 11:1-5). Tetapi pemerintahan-Nya diawali dengan penghakiman atas bangsa-bangsa di dunia (Yes 24:1-23). Pada waktu itu Mesias akan memberkati Israel (Yes 14:1-2) dan bangsa-bangsa (Yes 25:8). Pada waktu kerajaan itu, bumi akan mengetahui kebenaran oleh karena Mesias, sang Guru, akan membimbing orang-orang pada kebenaran-Nya (Yes 30:20-21). Mesias akan membawa kesembuhan pada dunia (Yes 35:5-6), yaitu suatu kesembuhan yang akan efektif pada mereka yang berjalan dalam kekudusan (Yes 35:8).
Dalam mengembangkan topik-Nya tentang kemuliaan Tuhan di masa yang datang, Yesaya memperlihatkan bagaimana Allah akan membawa berkat bagi orang Israel dan bangsa-bangsa di dunia. Hal itu akan berdasar pada pengampunan dosa. Oleh karena itu, Yesaya bukan hanya berhubungan dengan Mesias yang memerintah tetapi juga dengan Mesias yang menderita, yang adalah pribadi yang sama. Mesias yang menderita , yang adalah pribadi yang sama. Mesias akan menderita kematian yang sangat hebat sebagai pengganti bagi dosa dunia (Yes. 52:13-53:12).
Teologi Yesaya memberikan pencerahan yang cukup banyak tentang metode Allah untuk membereskan dilemma dari dalam kehidupan umat manusia. Melalui Mesias, dosa akan ditebus dan kemuliaan Allah akan dimanifestasikan di atas bumi dalam kerajaan millennium yang akan datang.

ANTISIPASI DARI UMAT YANG TELAH MENGALAMI REGENERASI KOVENAN BARU
Kovenan Baru, yang telah diberitahukan sebelumnya oleh Yeremia, menjelaskan bagaimana umat Allah, Israel akan menikmati berkat kerajaan. Hal itu terjadi melalui regenerasi dari hati.

NATUR KOVENAN BARU
Nabi Yeremia mengumumkan penundaan invasi oleh Nebukadnezar dan pembuangan di Babel yang akan terjadi. Namun, Yeremia memperlihatkan hari akan datang dimana Allah akan memulihkan keberuntungan Israel dan membawa mereka kembali ke tanah (Yeremia 30:3). Hal ini akan merupakan pemulihanes katologis, oleh karena itu akandiikuti dengan masa tribulasi yang besar bagi Israel (Yer 30:7). Yeremia bernubuat tentang pembangunan kembali tembok Yerusalem pada masa yang akan datang (Yer. 30:18-24) dan penghasilan dari berkat-berkat kerajaan (Yer 31:1-12). Berkat Israel pada masa yang akan datang akan berdasar pada kovenan baru yang mana Allah akan buat dengan Israel (Yer 31:31-34). Kovenan Baru itu dibuat dengan bangsa Israel (Yer 31:31) dan akan kontras dengan kovenan Lama, kovenan Musa, yang tidak dapat menghasilkan kebenaran dalam diri bangsa itu.

Sebelas provisi kovenan baru adalah sebagai berikut:
(1) Kovenan baru itu merupakan kovenan anugerah tanpa syarat yang berdasar atas “Aku hendak” dari Allah (2) Kovenan baru merupakan kovenan kekal (3) Kovenan baru juga menjanjikan adanya pembaruan akal budi dan hati yang disebut regenerasi (4) Kovenan baru menyediakan restorasi yang berasal dari kemurahan dan berkat Allah (5) Pengampunan dosa juga termasuk dalam kovenan itu, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka. (Yer 31:34b). (6) Diamnya Roh Kudus juga termasuk di dalamnya. Hal ini dapat terlihat dari perbandingan Yeremia 31:33 dengan Yeheskiel 36:27. (7) Pelayanan pengajaran Roh Kudus akan dimanifestasikan, dan kehendak Allah akan dikenali melalui ketaatan hat (8) Sebagaimana biasanya dalam kasus Israel adalah ada pada tanah itu, ia akan diberkati secara materi seturut dengan provisi dari kovenan baru itu (9) Bait Suci akan dibangun kembali di Yerusalem, karena telah menulis Aku akan memberikan tempat kudus-Ku ditengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. Tempat kediaman-Ku pun akan ada pada mereka (Yeh. 37:26-27a). (10) Perang akan berhenti dan damai akan memerintah sesuai dengan Hosea 2:18 (11) Darah dari Tuhan Yesus Kristus adalah dasar dari semua berkat-berkat kovenan baru, karena’oleh karena darah perjanjian-Ku dengan engkau, Aku akan melepaskan orang-orang tahananmu dari lubang yang tidak berair (Za. 9:11).

PENGGENAPAN KOVENAN
Meskipun kovenan Baru dikutip di Ibran 8, hal itu tidak dapat diartikan bahwa Kovenan Baru telah digenapi dalam gereja. Di eremia 31:31 dan Ibrani 8:8 menyatakan bahwa kovenan itu dibuat dengan “orang Israel dan orang Yehuda” Kovenan itu akan digenapi pada bangsa dengan siapa kovenan itu dibuat. Waktu penggenapan dari kovenan Baru itu adalah eskatologis sebagaimana terlihat dalam konteks dari Yeremia 31. Dalam bagian Yeremia 30-33 konteksnya telah dinyatakan dalam Yeremia 30:3, di mana dinyatakan, Lihatlah, hari itu sedang datang, menunjukkan suatu konteks eskatologis (lihat Yer.31:27). Yeremia 30:7 menjabarkan periode tribulasi di masa yang akan datang, di mana sisa dari Yeremia 30adalah milenial. Nabi lain jugs menunjuk kovenan baru sebagai eskatologis dan karena itu terjadinya di masa depan (Yes. 55:3; Yeh. 16:60, 62; 20:37; 34:25-26; Hos. 2:18-20). Yesaya menghubungkannya dengan restorasi Israel pada tanah itu (Yer. 32:27, 40-41), Urutan peristiwa yang disusun oleh para nabi adalah bahwa Israel akan pertama dikumpulkan lagi dan direstorasi ke tanah itu dan kemudian akan mengalami berkat dari kovenan baru di tanah itu. Penggenapan nubuat itu menuntut pengumpulan kembali semua orang Israel, kelahiran baru secara spiritual dari mereka, dan kembalinya Kristus. Kovenan Baru tidak digenapi oleh gereja tetapi dalam kerajaan dimasa yang akan datang.

ANTISIPASI IBADAH YANG DIBARUI: YEHEZKIEL
Nabi Yehezkiel menjabarkan restorasi Israel pada tanah itu, regenerrasinya, dan pembaruan ibadah Israel dalam kerajaan milenial.
Tidak lama sebelum kehancuran bait Allah oleh Nebukadnezar pada tahun 586 kemuliaan Allah meninggalkan Bait Allah (Yeh 11:23). Kekudusan Allah telah dilanggar oleh penyembahan berhala dan kemurtadan bangsa Israel. Mereka telah melanggar Kovenan Musa, yang telah mengikat mereka dengan Tuhan, dan mereka telah melacurkan iman mereka. Namun demikian, Yehezkiel melihat masa yang akan datang, Pada waktu Israel akan direstorasi kembali ketanah itu (Yeh 36:1-37:28), beribadah kepada Allah dalam bait Allah baru yang akan datang ini sebagai sesuatu yang datang dari Timur dari mana hal itu juga telah pergi (Yeh 43:2-4).
Dalam diskusi rinci Yehezkiel menjabarkan suatu pertobatan dan pemulihan bangsa beribadah kepada Allah dalam lingkungan yang baru di Bait Allah milenial.Yehezkiel 33-48 adalah eskatologis, menjabarkan bagaimana Allah akan menobatkan dan memulihkan bangsa itu ketanah itu. Mesias, dibawah sebuah Daud, akan menjadi Rja dan Gembala mereka akan menikmati istirahat dan damai dikerajaan itu (Yeh. 36:1-37:28). Bangsa ibrani akan bertobat sebagaimana Allah akan memberikan kepada mereka hati yang baru dan menaruh Roh Kudus-Nya di antara mereka (Yeh. 36:25-27). Setelah Tuhan menghancurkan musuh utara mereka (Yeh. 38:1-39:6) tanah itu dibersihkan dan mempersiapkan untuk ibadah milenial. Pasal 40-48 menjabarkan ibadah milenial dari Tuhan secara rinci.

Ini adalah paling sedikit lima tujuan khusus dari Bait Allah milenial.
(1) Mendemonstrasikan kekudusan Allah. Kekudusan natur dan pemerintahan Yehovah yang maha itu telah menimbulkan murka dan pertanyaan oleh karena penyembahan berhala dan pemberontakan bangsa-Nya yang telah mengaku itu. Hal ini telah mengharuskan penghakiman Israel yang penuh dosa bersama dengan bangsa-bangsa di lingkungan mereka yang jahat. Hal itu diikuti dengan pemameran anugerah Allah dengan memulihkan bangsa yang terhilang pada Diri-Nya sendir (2) Menyediakan tempat perhentiaan bagi kemulian Allah. Ini adalah “tempat tahta-Ku, dan tempat tumpuan kaki-Ku, dimana Aku akan tinggal di tengah anak-anak Israel selama-lamanya” (43:7). (3) Melanjutkan korban peringatan. Tentu saja bukan korban itu, sebagai hal yang memungkinkan seseorang mendapatkan keselamatan, tetapi korban peringatan dari keselamatan tang telah dicapai yang dipelihara dalam kehadiran kemulian Yehovah dinyatakan. (4) Menyediakan pusat pemerintahan Ilahi. Pada waktu kemuliaan ilahi menempati tempat tinggal-Nya di Bait Allah, pengumuman itu bukan hanya bait adalah tempat tinggal Allah dan tahta ibadah, hal itu juga merupakan pusat pencerminan pemerintah ilahi. “Ini adalah tempat tahta-Ku” (43:7). (5) Menyediakan kemenangan atas kutuk (47:1-12). Dari bawah antara rumah Bait Allah, nabi itu melihat arus yang luar biasa muncul dan mengalir ke timur dan semakin meluap yang menyegarkan sampai aliran itu masuk pada puncaknya di Laut Mati, yang mana air yang beracun itu dipulihkan. Di lintasan dari air yang memberi kehidupan itu, sang pelihat menemukan kedua sisinya dipenuhi dengan pohon-pohon yang tumbuh lebat obatan dan makanan.
Yehezkiel mengawali nubuatannya dengan menjabarkan kemuliaan Allah (Yeh. 1:4-28) dan mengakhiri bukunya dengan menjabarkan kembalinya kemuliaan Allah pada Bait milenial (Yeh. 43:2). Jadi, yehezkiel menjabarkan penghakiman Allah dan kemenangan atas dosa di mana kemuliaan-Nya akan kembali dimanifestasikan pada umat-Nya Israel dan pada bangsa-bangsa di dunia.
Daniel memberikan cukup banyak rincian dalam menjabarkan kehancuran dari kerajaan-kerajaan palsu pendirian kerajaan Mesias.
Allah memampukan Daniel untuk menafsirkan mimpi dan visi yang diberitahukan sebelumnya tentang konsumsi zaman oleh Allah. Nebukadnezar, raja Babel, Media Persia, Yunani, dan Romawi (Dan. 2:36-43). Setelah penurunan dari keempat kerajaan itu Daniel melihat kerajaan lainyang tidak pernah dihancurkan keempat kerajaan kelima; itu adalah kerajaan Mesias. Kerajaan kelima ini menghancurkan keempat kerajaan sebelumnya dengan potongan batu “tanpa tangan”, mengartikan kerajaan Mesias bukan berasal dari manusia (Dan. 2:45).
Pasal 7, suatu bagian paralel, menjabarkan keempat kuasa kafir yang sama, dihancurkan oleh Anak Manusia (sebutan bagi Mesias), yang membebaskan kerajaan itu pada hari-hari yang lampau (Dan. 7:13-14). Bangsa Ibrani yang telah bertobat akan berkembang dalam kerajaan bari itu (Dan. 7:27). Daniel kemudian menjabarkan tujuh puluh minggu (490 tahun) dibberikan pada bangsa Ibrani. Ketujuh puluh minggu itu menjabarkan rencana Allah untuk membuat provisi bagi dosa (untuk mengakhiri pelangggaran, untuk mengakhiri dosa, untuk membuat penebusan bagi dosa, 9:24), dan untuk mendirikan kerajaan-Nya yang benar diatas bumi ini (untuk membawa kebenaran yang kekal, untuk memeteraikan visi dan nubuat, dan untuk mengurapi tempat yang maha kudus” 9:24). Enam puluh Sembilan minggu (483 tahun) telah digenapi dalam sejarah, diakhiri dengan kematian Kristus pada tahun 33 masehi (Dan. 9:26). Minggu ketujuh (7 tahun) masih merupakan masa yang akan datang, dimana Israel akan menderita selama tribulasi dan di bawah: “raja yang akan datang “(Dan. 9:26). Namun demikian, raja itu (yang terkenal sebagai antikristus) yang melawan Israel akan dihancurkan juga (Dan. 11:45). Israel akan dilepaskan dari opresi, dan mereka yang telah mati akan dibangkitkan (Dan. 12:1-2). Daniel menjabarkan suatu kebangkitan kepada “kehidupan yang kekal” dan suatu kebangkitan pada “kehinaan yang kekal” (Dan. 12:2). Kebangkitan pasti akan dipisahkan oleh zaman milenial
Daniel telah memberikan gambaran rinci dari dari konsumasi zaman itu. Allah yang berdaulat yang melakukan apa yang dikehendaki-Nya dan akan mengakhiri zaman itu sesuai dengan kehendak-Nya yang baik (Dan. 2:21; 4:35). Kuasa dunia orang tidak percaya yang melawan Allah dan kebenaran-Nya akan dikalahkan dan dimusnahkan; Israel, bangsa yang tertindas, akan dibebaskan dan didirikan dalam kerajaan milenial di masa yang akan datang. Kelmuliaan Allah akan dimanifestasikan di kerajaan yang akan datang (Dan. 12:3).

ANTISIPASI HARI TUHAN:YOEL
Nabi Yoel memberikan pandangan lebih lanjut tentang konsep kerajaan melalui deskripsi-Nya akan penghakiman Israel pada masa yang akan datang, bangsa-bangsa, dan berkat-berkat milenial.
Yoel memanggil bangsa Yehuda untuk bertobat melalui wabah belalang mengerikan yang menghancurkan bangsa itu (Yl. 2:12-13). Wabah belalang itu memberikan gambaran sebelum hari Tuhan itu (1:15), Sebuah konsep yang melibatkan tiga gambaran: (1) hal itu dapat menunjuk pada hukuman Allah yang mana pun dalam sejarah; (2) hal itu dapat menunjuk pada penghukuman eskatologis; (3) hal itu dapat berarti berkat-berkat pada zaman milenial. Jadi, hari Tuhan adalah “suatu periode yang panjang yang diawali dengan Allah berhadapan dengan Israel setelah pengangkatan pada awal dari periode tribulasi dan dilanjutkan samapi kedatangan yang kedua dan zaman milenial sampai penciptaan langit baru dan bumi baru setelah millennium. Yoel mempersembahkan 2:18-3:21 untuk menjabarkan penekanan eskatologis dari hari Tuhan, baik dalam penghakiman masa yang akan datang maupun berkat-berkat.
Setelah mendorong bangsa itu untuk bertobat, Yoel menggambarkan hari yang akan datang pada Israel bertobat: “Tuhan menjadi cemburukarena tanah-Nya, dan Ia belas kasihan, kepada umat-Nya” (2:18). Yoel menjabarkan hari yang akan datang sebagai waktu di mana Tuhan akan bertindak untuk memberkati Israel pada kerajaan milenial: (1) tanah itu akan produktif (2:21-27); (2) Israel akan hidup dalam damai (2:26); (3) Tuhan akan tinggal di tengah bangsa itu (2:27); (4) Roh akan dicurahkan atas bangsa itu (2:28-32).
Hari berkat pada masa yang akan itu juga adalah hari pemusnahan bagi musuh-musuh Israel. Pada saat pertobatan Israel, Allah akan menghakimi bangsa-bangsa berdasar pada perlakuan mereka pada Israel (3:2-6). Tuhan akan ditinggikan pada saat Ia menyatakan penghakiman atas bangsa-bangsa (3:9-17), dan dunia akan mengetahui bahwa Tuhan adalah Allah Israel, yang tinggal di Yerusalem (3:17). Yoel menggambarkan zaman akhir dengan berkat Allah atas tanah Israel (3:18-21). Seturut dengan rencana Allah bagi umat tebusan-Nya supaya menjadi kudus, demikianlah akan terjadi pada hari itu. Yerusalem akan menjadi kudus, dan semua yang tinggal di situ akan kudus bagi Tuhan (3:17).

ANTISIPASI KEDATANGAN MESIAS: ZAKHARIA
Allah memberikan nabi Zakharia delapan malam visi untuk menekankan penghakiman atas bangsa-bangsa dan kemuliaan masa yang akan datang dari umat-Nya, Israel dalam kerajaan itu. Signifikansi penglihatan itu, baik yang berimplikasi jauh dan dekat, dapat dilihat dalam bagan di bawah ini.
Visi-visi itu menjabarkan penderitaan Israel (1:7-17), yang diakhiri dengan Mesias yang menghancurkan para penindas (1:21). Setelah musuh Israel dimusnahkan, Yerusalem menikmati ekspansi dan pertumbuhan (2:1-13), di mana hanya akan terjadi setelah bangsa itu telah dimurnikan dari pencemaran dosa (3;1-10). Kemudian Israel akan menggenapi perannya sebagai terang bagi bangsa-bangsa. Hal itu merupakan maksud awal dari Allah bagi bangsa itu (Yes. 49:6; 60:1-3; Zak. 4:1-14), demikian pula dosa seluruh negeri (5:5-11). Penghakiman akan diumumkan dari Yerusalem, pusat kudus dari Allah yang kudus (6:1-8).
Berkat-berkat kerajaan itu akan diawali oleh Mesias, yang disebut Cabang itu (6:12) dan yang akan juga memerintah sebagai imam dan Raja (6:13). Dalam presentasi dari dua beban itu (pasal 9-14), Zakharia menjabarkan bagaimana zaman kemuliaan kerajaan ini akan datang. Hal itu adalah melalui pekerjaan Mesias yang datang dalam kerendahan di Yerusalem (9:9) sebagaimana Gembala yang baik tetapi ditolak dan dijual untuk tiga puluh keping perak demi gembala-gembala yang tidak berarti itu (11:12-17). Gembala yang baik terluka (13:6) dan dibunuh oleh umat-Nya sendiri (13:7). Namun pada kedatangan-Nya yang kedua kali Ia akan datang dalam kemenangan, membebaskan umat yang telah bertobat (12:10-14), membebaskan mereka dari musuh-musuh mereka (14:1-4), meninggikan Yerusalem sebagai pusat kekudusan (14:10), dan memerintah atas bangsa-bangsa dunia dalam kerajaan itu (9:10).
Mesias telah membuat provivi untuk dosa. Pada hari itu semua yang tinggal dalam kehadiran Tuhan akan dimurnikan dari dosa dan akan dikuduskan bagi Tuhan yang adalah kudus (14:20-21).



VISI-VISI ZAKHARIA
VISI SIGNIFIKANSI LANGSUNG PENGGENAPAN DI MASA YANG AKAN DATANG

PERTAMA (1:7-17) Dorongan karena dominasi orang non- Israel-bait akan dibangun Terlepas dari ominasi orang non- Israel
KEDUA (1:18-21) Bangsa-bangsa yang sekarang berkuasa akan diturunkan Mesias hentikan “waktu dari non Israel”-babel, Media-Persia, Yunani, Roma
KETIGA (2:1-13) Yerusalem akan direstorasi dan dibangun kembali pada hari mereka Keturunan dan berkat dari Yerusalem dalam Milenium
KEEMPAT (3:1-10) Yoshua, mewakili bangsa, disucikan, memampukan bangsa untuk melayani Allah Mesias menyucikan bangsa, memampukan Israel untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa
KELIMA (4:1-14) Kuasa Allah memampukan mereka untuk menyelesaikan Bit (4:6-7) kuasa yang dinyatakan melalui Yoshua and zerubabel Kuasa Allah memampukan bangsa untuk menjadi terang bagi dunia- kuasa dilayani melalui Mesias
KEENAM (5:1-4) Allah akan cepat menghakimi dosa individu dari bangsa yang direstorasi Allah akan mengahakimi dosa pada akhir dari “waktu non-Israel”
KETUJUH (5:5-11) Allah akan menghakimi pengeksploitasi perdagangan selama restorasi (Neh. 5:1-13) Pengeksploitasi perdagangan yang jahat akan secara permanen dihakimi dan diangkat (why. 18)
KEDELAPAN (6:1-8) Allah siap untuk menghakimi para musuh Israel Allah akan menghakimi bangsa-bangsa: Asyur Utara, babel, Roma; mesir Selatan

Kitab para nabi telah memberikan suatu konsep perkembangan dari bagaimana Allah akan berhadapan dengan Israel dan dunia pada masa yang akaan datang. Para nabi memberikan suatu gambaran yang cukup luas tentang karya Mesias, baik pada waktu kedatangan-Nya yang pertama dan yang kedua. Fokus yang diberikan adalah pendirian kerajaan di masa yang akan datang. Yesaya merinci penebusan-Nya sebagai pengganti (Yes. 52:13-53:12) dan Zakharia jugga tinggal dalam penderitaan-Nya (Za. 11:12-13; 13:6-7). Namun demikian, penekanan yang besar diberikan pada kedatangan Mesias yang kedua kalinya dan kemuliaan pemerintahan-Nya di bumi. Sangat dekat berhubungan dengan peristiwa itu adalah pertobatan Israel, pengampunan, dan restorasi. Keduanya berjalan bersamaan karena melalui Israel Allah akan memberkati bangsa-bangsa dunia ini. Jadi, keduanya adalah konsep yang saling tumpang tindih yang dijelaskan oleh para nabi. Tetapi, fokus terakhir tidak terletak pada Israel; tetapi terletak pada kemuliaan Allah. Pelayanan Yesaya berfokus pada Allah yang kudus (Yes. 6) demikian pula Yehezkiel (Yeh. 1). Yesaya berbicara tentang suatu kerajaan di masa mendatang kepada Allah yang kudus, mulia dalam penampakan-Nya pada bangsa-Nya (Yeh. 43:2, 4, 5). Zakharia mengakhiri dengan suatu penekanan atas kekudusan Allah (Za. 14:20-21). Pengakuan dan penyembahan akan kekudusan Allah (Za. 14:20-21). Pengakuan dan penyembahan akan kekudusan Allah akan dicapai dalam zaman kerajaan di masa mendatang itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar