PERJALAN MENUJU ISRAEL BERSAMA Pdt Ivan

Retreat Gereja Tiberias Indonesia di Tanah Perjanjian
GO ISRAEL ... Experience His Miracle and His Power through the Land of The Bible ...
TEL AVIV – TIBERIAS (GALILEA) – KANA – NAZARET –
BETLEHEM – JERUSALEM – LAUT MATI + HONGKONG
23 NOVEMBER – 03 DESEMBER 2009 ( 11 HARI )
Bersama : Pdt. Ir. Ivan Tanudjaja, M.A

HARI 01 / SENIN / 23 NOVEMBER 2009 :

JAKARTA – HONGKONG

CI 680

06.35 – 12.25

HONGKONG – TEL AVIV

LY 076

16.30 – 22.40

Kesempatan retreat di Tanah Perjanjian haruslah disyukuri. Hari ini kita awali retreat ini dengan berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta 2 jam sebelum keberangkatan pesawat untuk penerbangan menuju Tel Aviv via Hongkong. Setibanya di Hongkong, melanjutkan penerbangan menuju Kota Tel Aviv di Tanah Perjanjian dengan maskapai penerbangan El Al. Tiba di Tel Aviv malam hari, diantar ke hotel untuk beristirahat.

HARI 02 / SELASA / 24 NOVEMBER 2009 :
TEL AVIV – JAFFA – MUHRAKA – GUNUNG KARMEL – GUNUNG TABOR – TIBERIAS
Pagi ini mengunjungi Jaffa, mengingatkan kita akan kisah Petrus yang memperoleh penglihatan penting pada saat ia menumpang di rumah Simon penyamak kulit (Kis 10). Dan Jaffa pun mengingatkan kita akan kisah Nabi Yunus (Yun 1:1). Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Muhraka di Gunung Karmel, mengingatkan kita akan kisah Nabi Elia yang berperang melawan Nabi Baal (1 Raj 18:19-30). Juga menuju Gunung Tabor, tempat Yesus dimuliakan dengan diapit oleh Musa dan Elia (Mat. 17:1-2). Sore hari tiba di Tiberias di Galilea. (Santap pagi / siang / malam)

HARI 03 / RABU / 25 NOVEMBER 2009 :
TIBERIAS – DANAU GALILEA – BUKIT SABDA BAHAGIA – TABGHA – KAPERNAUM – SUNGAI JORDAN – TIBERIAS
Pagi hari kita diajak naik perahu mengarungi Danau Galilea yang indah. Kemudian menuju Bukit Sabda Bahagia, tempat Yesus menyampaikan “Delapan Sabda Bahagia” (Mat. 5:1-12). Juga menuju Tabgha, untuk melihat tempat mukjizat penggandaan roti dan ikan (Yoh. 6:1-15) serta Gereja Primat Petrus, tempat penampakkan Yesus yang ketiga setelah kebangkitanNya dari antara orang mati ( Yoh 21:1). Juga mengunjungi Kapernaum, kampung dari Yesus. Sore hari menuju Sungai Jordan untuk mengenangkan pembaptisan Yesus (Mat 3:13-17) sekaligus melakukan acara rededikasi & baptisan.
(Santap pagi / siang / malam)

HARI 04 / KAMIS / 26 NOVEMBER 2009 :
TIBERIAS – GUNUNG HERMON – BANIAS – KANA – NAZARET – DESA NAZARET – TIBERIAS
“Seperti embun gunung hermon yang turun ke atas gunung Zion, kesanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya” (Mzm 133), pagi ini kita diajak untuk naik ke atas Gunung Hermon yang indah, yang juga merupakan puncak tertinggi di Tanah Perjanjian. Setelah itu mengunjungi Banias, tempat Petrus megatakan bahwa Yesus adalah Mesias, anak Allah yang hidup ( Mat 16:13). Setelah itu menuju Kana, tempat mukjizat pertama Yesus (Yoh. 2:1-11) dimana kita akan melakukan acara khusus bagi para pasangan yang hadir, yaitu PEMBAHARUAN JANJI PERNIKAHAN. Kemudian menuju Nazaret untuk melihat Gereja Kabar Gembira & Rumah Keluarga Kudus (Luk. 1:26-37). Juga menuju Nazaret Village, dimana kita dapat mengetahui lebih jauh desa Nazaret pada jaman Yesus. (Santap pagi / siang / malam)

HARI 05 / JUMAT / 27 NOVEMBER 2009 :
TIBERIAS – QUMRAN – JERIKHO – BUKIT ZION – JERUSALEM
Pagi ini meninggalkan daerah Galilea menyusuri tepi barat untuk menuju Qumran, tempat ditemukannya salinan gulungan Kitab Suci Perjanjian Lama tertua. Kemudian menuju kota Jerikho, kota pertama yang ditaklukkan Joshua (Yos 4). Di Jerikho, kita akan melihat pohon ara yang dipanjat oleh Zakeus (Luk 19:1) serta memandang ke arah bukit pencobaan (Mat 4:1). Setelah santap siang di Jerikho, kita naik ke arah Kota Suci Jerusalem untuk menuju Bukit Zion untuk melihat Makam Raja Daud & Ruang Perjamuan Terakhir (Luk. 22:14-38) yang juga merupakan tempat turunnya Roh Kudus atas para rasul (Kis. 2:1-8). Juga mengunjungi Gereja St. Petrus Ayam Berkokok, tempat penyangkalan Petrus kepada Yesus sebanyak 3 kali (Mat 26:34). Bermalam di Jerusalem.
(Santap pagi / siang / malam)

HARI 06 / SABTU / 28 NOVEMBER 2009 :
JERUSALEM – BETLEHEM – KOLAM BETESDA – DOMINUS FLEVIT – TAMAN GETSEMANI – JERUSALEM
Pagi ini menuju Gereja Kelahiran Yesus di Betlehem (Luk 2:4-8) untuk melihat gua tempat Yesus dilahirkan. Setelah santap siang menuju Kolam Betesda, mengingatkan orang lumpuh yang disembuhkan (Yoh. 5:1-18). Kemudian kita akan menuruni lereng Bukit Zaitun untuk menuju Gereja Dominus Flevit, tempat Yesus Menangisi Kota Jerusalem (Luk. 19:41-44) serta Taman Getsemani, tempat Yesus ditangkap pada Kamis malam (Luk. 22:52). (Santap pagi / siang / malam)

HARI 07 / MINGGU / 29 NOVEMBER 2009 :
JERUSALEM – VIA DOLOROSA – GOLGOTA – YAD VA SHEM – JERUSALEM
Pagi hari menyusuri Jalan Derita Yesus di Via Dolorosa menuju Golgota. Setelah itu kita akan diajak mengunjungi Museum Holocaust Yad va Shem, museum memorial mengenai pembantaian dari 6 juta orang Yahudi di Eropa oleh Nazi. Sebuah tempat yang menyimpan kenangan dari kegelapan sejarah manusia yang pernah terjadi. Sore hari kembali ke hotel. (Santap pagi / siang / malam)

HARI 08 / SENIN / 30 NOVEMBER 2009 :
JERUSALEM – GARDEN TOMB – KAPEL KENAIKAN – GEREJA BAPA KAMI – LAUT MATI
Pagi ini kita akan melakukan Perjamuan Kudus di Kubur Kosong Garden Tomb sebagai acara penutupan peziarahan kita di Tanah Perjanjian. Setelah itu menuju Kapel Kenaikan di Bukit Zaitun, tempat Yesus naik ke surga (Kis. 1:9-12) serta Gereja Bapa Kami (Mat. 6:9-13), tempat Yesus mengajar doa Bapa Kami. Setelah santap siang kita menuju hotel di Laut Mati, dan kemudian acara bebas untuk menikmati hotel di Laut Mati. Juga kesempatan untuk mencoba berenang terapung di Laut Mati, laut yang kadar garamnya 10 x lipat daripada laut biasa pada umumnya. (Santap pagi / siang / malam)

HARI 09 / SELASA / 01 DESEMBER 2009 :

LAUT MATI – TEL AVIV

TEL AVIV – HONGKONG

LY 075

20.50 – 13.45+1

Pagi hari masih acara bebas untuk menikmati hotel di Laut Mati sampai tiba saatnya setelah santap siang kita bersiap-siap diantar ke Bandara di Tel Aviv untuk penerbangan menuju Hongkong. (Santap pagi / siang)


HARI 10 / RABU / 02 DESEMBER 2009 :
HONGKONG
Tiba di Hongkong siang hari, kita akan diantar ke hotel. Setelah itu acara bebas bagi para peserta yang dapat dipergunakan berjalan-jalan sendiri untuk berbelanja atau bertemu dengan sanak saudara di Hongkong.

HARI 11 / KAMIS / 03 DESEMBER 2009 :

HONGKONG – JAKARTA

CI 679

16.35 – 20.20

Pagi hari kita diajak city tour sejenak di kota Hongkong. Setelah santap siang kita diantar ke Bandara untuk penerbangan kembali ke Tanah Air. Perjalanan Retreat kita berakhir ketika pesawat mendarat kembali di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Tetapi perjalanan panjang ziarah kehidupan kita masih berlanjut dan semua yang kita peroleh selama berziarah bersama Yesus semoga dapat menjadi bekal dalam perjalanan kita mewartakan kabar gembira keselamatan dari Tuhan bagi umatNya. Sampai bertemu dalam Retreat berikutnya bersama GEREJA TIBERIAS INDONESIA & STELLA KWARTA.

------------------------------------

----------------------------------------------

BIAYA TOUR :

(berdasarkan 1 kamar 2 dewasa)

Dewasa ( Twin Sharing )

USD. 2.695

Fuel Surcharge* (Subject to Change)

USD. 160

Tips Luar Negeri dan Visa Israel

USD. 125

Airport Tax Jakarta

Rp 150.000

Single Supplement (Tambahan 1 kamar sendirian)

USD. 450

---------------------------------

--------------------

KONDISI TOUR
TOUR TERMASUK :
01. Tiket kelas ekonomi EL AL Airlines rute Hongkong / Tel Aviv / Hongkong untuk
peserta.
02. Tiket kelas ekonomi China Airlines rute Jakarta / Hongkong / Jakarta untuk
peserta.
03. Akomodasi hotel berbintang 4* dengan ketentuan 1 kamar 2 dewasa (Twin
Sharing).
04. Seorang tour leader dari STELLA KWARTA.
05. Perlengkapan wisata seperti : tas, topi, dan dompet paspor
06. Transportasi perjalanan dengan bus turis (deluxe).
07. Tiket masuk obyek wisata sesuai acara perjalanan.
08. Santap pagi / siang / malam sesuai acara perjalanan.
09. Porter untuk hotel selama perjalanan.
10. Asuransi Perjalanan.

TOUR TIDAK TERMASUK :
01. Biaya pengurusan paspor.
02. Airport Tax Jakarta Rp 150.000 / peserta.
03. Fiskal Luar Negeri Rp 2.500.000 / peserta (GRATIS bila memiliki NPWP /
berumur dibawah 21 tahun).
04. Tour-tour tambahan diluar jadwal acara (optional).
05. Pengeluaran pribadi : telepon, minibar & laundry.
06. Biaya kelebihan berat bagasi.
07. Tips pemandu lokal, supir, pelayan restoran dan porter serta biaya
Visa Israel sebesar USD. 125 / peserta.
08. Fuel Surcharge dari Maskapai penerbangan (*dapat berubah
sewaktu-waktu sesuai kebijaksanaan dari Airlines) sebesar USD. 160 /
peserta.
---------------------

SYARAT DAN KONDISI TOUR :
01. Pendaftaran disertai uang muka USD. 300 / peserta.
02. Pelunasan paling lambat 21 hari sebelum keberangkatan.
03. PEMBATALAN :
- > 30 hari sebelum keberangkatan sebesar uang muka.
- 04 - 14 hari sebelum keberangkatan sebesar 50% dari biaya perjalanan.
- 00 - 03 hari sebelum keberangkatan sebesar 75% dari biaya perjalanan.

-------------

Catatan :

1. Bagi peserta yang extend di Hongkong akan dikenakan biaya tambahan tiket sebesar Usd. 30 / orang (sesuai ketentuan dari China Airlines)

2. Pengurusan Visa membutuhkan waktu minimal 1 bulan terhitung sebelum tanggal keberangkatan.

TANGGUNG JAWAB :
Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dan bertanggung jawab selama perjalanan, namun kami dan agen-agen kami di luar negeri hanyalah merupakan agen yang bertanggung jawab atas servis transportasi dan hotel, tidak bertanggung jawab atas kecelakaan, kehilangan barang atau dokumen perjalanan, kelebihan bagasi, penahanan baik di bandara maupun di hotel serta gangguan keterlambatan / perubahan jadwal pesawat dan transportasi lain atau akibat dari pemogokan, force majeur, peratouran pemerintah dan lainnya yang terjadi di luar kekuasaan kami serta biaya-biaya yang bersangkutan dengan karantina. Segala biaya yang terjadi akibat kehilangan barang ataupun dokumen perjalanan bukan menjadi tanggung jawab kami. Kami juga tunduk kepada segala persyaratan pembuatan visa kunjungan yang dikeluarkan oleh Kedutaan setempat. Kami tidak bertanggung jawab atas kegagalan / penolakan mendapatkan visa. Visa Kunjungan sepenuhnya menjadi hak dan wewenang dari Kedutaan Besar setiap negara yang dimaksud. Kedutaan tertentu tidak mengembalikan biaya visa. Kami akan menyampaikan kepada setiap peserta syarat-syarat untuk mendapatkan visa berdasarkan ketentuan kedutaan besar yang bersangkutan. Peserta yang pulang diluar jadwal dengan alasan apapun, tidak memperoleh pengembalian biaya. Overbooked pada maskapai penerbangan di luar kuasa kami. Kami berhak membatalkan keberangkatan bila jumlah peserta di bawah minimum yang ditentukan. Fuel Surcharge adalah kebijaksanaan dari setiap maskapai penerbangan yang dapat berubah setiap saat mengikuti fluktuasi minyak mentah dunia. NPWP dapat berlaku sebagai bebas fiskal minimal 7 hari setelah tanggal pembuatannya. Segala kebijaksanaan yang ada bersifat mutlak, peserta dianggap sudah mengetahui dan menyetujui kondisi yang ada. ----------------

KETERANGAN DAN PENDAFTARAN :
Sdr. Kiki / Sdr. Laurens
G.T.I. TIBERIAS – Intiland Tower Lt. 3
Jl. Jendral Sudirman Kav. 32 – Jakarta Pusat
Tel : (021) 570 8107
Fax : (021) 570 9520
Website : http://www.tiberias.or.id/

PT. STELLA KWARTA WISATA
Kompleks B.H.P Blok F-30 Jakarta 13550 – Indonesia
Tel. : (021) 877 94 878
Fax. : (021) 877 94 877
E-mail : info@stellatours.com / stellatr@centrin.net.id
Website : http://www.stellatours.com

APA ITU SPSS

Apa itu SPSS?

By suicidealone

SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya. Beberapa aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan pointing dan clicking mouse.

SPSS banyak digunakan dalam berbagai riset pemasaran, pengendalian dan perbaikan mutu (quality improvement), serta riset-riset sains. SPSS pertama kali muncul dengan versi PC (bisa dipakai untuk komputer desktop) dengan nama SPSS/PC+ (versi DOS). Tetapi, dengan mulai populernya system operasi windows. SPSS mulai mengeluarkan versi windows (mulai dari versi 6.0 sampai versi terbaru sekarang).

Pada awalnya SPSS dibuat untuk keperluan pengolahan data statistik untuk ilmu-ilmu social, sehingga kepanjangan SPSS itu sendiri adalah Statistikal Package for the Social Sciens. Sekarang kemampuan SPSS diperluas untuk melayani berbagai jenis pengguna (user), seperti untuk proses produksi di pabrik, riset ilmu sains dan lainnya. Dengan demikian, sekarang kepanjangan dari SPSS Statistikal Product and Service Solutions.

SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung ke dalam SPSS Data Editor. Bagaimanapun struktur dari file data mentahnya, maka data dalam Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables). Case berisi informasi untuk satu unit analisis, sedangkan variable adalah informasi yang dikumpulkan dari masing-masing kasus.

Hasil-hasil analisis muncul dalam SPSS Output Navigator. Kebanyakan prosedur Base System menghasilkan pivot tables, dimana kita bisa memperbaiki tampilan dari keluaran yang diberikan oleh SPSS. Untuk memperbaiki output, maka kita dapat mmperbaiki output sesuai dengan kebutuhan. Beberapa kemudahan yang lain yang dimiliki SPSS dalam pengoperasiannya adalah karena SPSS menyediakan beberapa fasilitas seperti berikut ini:

Data Editor. Merupakan jendela untuk pengolahan data. Data editor dirancang sedemikian rupa seperti pada aplikasi-aplikasi spreadsheet untuk mendefinisikan, memasukkan, mengedit, dan menampilkan data.

Viewer. Viewer mempermudah pemakai untuk melihat hasil pemrosesan, menunjukkan atau menghilangkan bagian-bagian tertentu dari output, serta memudahkan distribusi hasil pengolahan dari SPSS ke aplikasi-aplikasi yang lain.

Multidimensional Pivot Tables. Hasil pengolahan data akan ditunjukkan dengan multidimensional pivot tables. Pemakai dapat melakukan eksplorasi terhdap tabel dengan pengaturan baris, kolom, serta layer. Pemakai juga dapat dengan mudah melakukan pengaturan kelompok data dengan melakukan splitting tabel sehingga hanya satu group tertentu saja yang ditampilkan pada satu waktu.

High-Resolution Graphics. Dengan kemampuan grafikal beresolusi tinggi, baik untuk menampilkan pie charts, bar charts, histogram, scatterplots, 3-D graphics, dan yang lainnya, akan membuat SPSS tidak hanya mudah dioperasikan tetapi juga membuat pemakai merasa nyaman dalam pekerjaannya.

Database Access. Pemakai program ini dapat memperoleh kembali informasi dari sebuah database dengan menggunakan Database Wizard yang disediakannya.

Data Transformations. Transformasi data akan membantu pemakai memperoleh data yang siap untuk dianalisis. Pemakai dapat dengan mudah melakukan subset data, mengkombinasikan kategori, add, aggregat, merge, split, dan beberapa perintah transpose files, serta yang lainnya.

Electronic Distribution. Pengguna dapat mengirimkan laporan secara elektronik menggunakan sebuah tombol pengiriman data (e-mail) atau melakukan export tabel dan grafik ke mode HTML sehingga mendukung distribusi melalui internet dan intranet.

Online Help. SPSS menyediakan fasilitas online help yang akan selalu siap membantu pemakai dalam melakukan pekerjaannya. Bantuan yang diberikan dapat berupa petunjuk pengoperasian secara detail, kemudahan pencarian prosedur yang diinginkan sampai pada contoh-contoh kasus dalam pengoperasian program ini.

Akses Data Tanpa Tempat Penyimpanan Sementara. Analisis file-file data yang sangat besar disimpan tanpa membutuhkan tempat penyimpanan sementara. Hal ini berbeda dengan SPSS sebelum versi 11.5 dimana file data yang sangat besar dibuat temporary filenya.

Interface dengan Database Relasional. Fasilitas ini akan menambah efisiensi dan memudahkan pekerjaan untuk mengekstrak data dan menganalisnya dari database relasional.

Analisis Distribusi. Fasilitas ini diperoleh pada pemakaian SPSS for Server atau untuk aplikasi multiuser. Kegunaan dari analisis ini adalah apabila peneliti akan menganalisis file-file data yang sangat besar dapat langsung me-remote dari server dan memprosesnya sekaligus tanpa harus memindahkan ke komputer user.

Multiple Sesi. SPSS memberikan kemampuan untuk melakukan analisis lebih dari satu file data pada waktu yang bersamaan.

Mapping. Visualisasi data dapat dibuat dengan berbagai macam tipe baik secara konvensional atau interaktif, misalnya dengan menggunakan tipe bar, pie atau jangkauan nilai, simbol gradual, dan chart.


Senin, 01 November 2010

Eksposisi Pentateukh secara rinci.doc

KITAB KEJADIAN
PASAL 1
Ayat 1
(haššämaºyim) ~yIm:ßV'h; (´ët) taeî (´élöhîm) ~yhi_l{a/ (Bärä´) ar"äB' (Bürë´šît) tyviÞarEB.
`( hä´äºrec) #r

(Secara keseluruhan ayat 1 dapat dibaca Bürë´šît Bärä´ ´élöhîm ´ët haššämaºyim wü´ët hä´äºrec)

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

 “tyviÞarEB. Bürë´šît à Pada mulanya,” apakah ada sesuatu sebelum ayat 1?
Istilah tyviÞarEB. Bürë´šît menunjuk kepada satu saat, permulaan dari sesuatu. Permulaan di sini adalah saat Allah menciptakan langit dan bumi. Sebelum ayat 1 sudah ada sesuatu yakni:
1). Yesus dalam kemuliaan bersama Allah Bapa (Yohanes 17:5).
2). Hubungan dalam Allah Tritunggal: Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus (Yohanes 17:24).
3). Rencana Allah menyelamatkan orang-orang pilihan (Efesus 1:4; 1 Petrus 1:20).
4). Malaikat (Ayub 38:6-7)

 Apa arti “ar"äB' Bärä´ Menciptakan”
Kata Bärä´ menunjuk pada permulaan penciptaan dunia. Ayat 1 tersebut merupakan suatu pernyataan yang mutlak, dan bukannya anak kalimat yang dikaitkan dengan ayat 2. Walaupun demikian hal tersebut tidak menetapkan saat atau waktu penciptaan Allah yang kreatif (hal tersebut dibuktikan dengan kata Bärä´ yang sebelumnya didahului particle preposition B. Bü yang digabungkan dengan kata tyviÞar rë´šît. Istilah Bärä´ menjelaskan adanya usaha untuk menjadikan sesuatu yang baru dari yang belum ada menjadi ada atau tidak memakai bahan yang telah ada. Ibrani 11:3 menyatakan hal ini, demikian juga tekanan utama pada penulisan di Kejadian 1:1. Sebelum penciptaan tak ada fenomena keberadaan apapun. Pandangan ini menyingkirkan anggapan yang menyatakan bahwa materi bersifat kekal. Kata kerja Bärä´ yang dipakai dalam Kejadian 1:1, 21, 27 tidak memakai materi yang telah ada. Dipakai dalam PL hanya untuk kegiatan Allah (Allah Bapa à 1 Korintus 8:5-6; Allah Anak/Yesus à Yohanes 1:1-3, 14-15; Allah Roh Kudus à Kejadian 1:1, 21, 27; 2:3). Kata Bärä´ pada hakekatnya sama dengan asa yang artinya “melakukan, membuat (Kejadian 1:25; Keluaran 20:11; Nehemia 9:6).” Kata ketiga yang dipakai untuk aktivitas Allah yang kreatif adalah Yatsar, artinya “membentuk,” kata ini muncul di Kejadian 2:7.
Creatio ex nihilio adalah sebuah konsep yang berguna “bila dipahami untuk mengartikan bahwa benda-benda fisik diciptakan dari sumber kemahakuasaan Allah yang tidak bersifat material.”

 Apa arti “~yhi_l{a/ ´élöhîm à Allah”
Di dalam Kitab Pentateuk (lima kitab Musa) ada beberapa nama Allah. Setiap nama Allah mengandung arti khusus. Dengan mempelajari nama-nama Allah, maka diperoleh pengertian/kebenaran tentang Allah. Istilah Elohim/Allah adalah nama/sebutan yang pertama untuk Allah.
´élöhîm adalah nama yang dipakai bagi Allah, dipakai + 2.570 kali dalam Alkitab. ´élöhîm berarti “Dia adalah Allah yang kuat, Pemimpin yang perkasa, Keallahan yang tertinggi.” Bentuk jamaknya bermakna kuasa dan keagungan-Nya luar biasa. Identitas ´élöhîm sebagai Pencipta menangkis beberapa ajaran bidat, antara lain: a). Ateisme , b). Politeisme, c). Panteisme (menyerap/menembus).

 Apa arti “#r ~yIm:ßV'h; taeî ´ët haššämaºyim wü´ët hä´äºrec à Langit dan Bumi”
Langit dan Bumi adalah semua alam semesta, termasuk luar angkasa dan bumi, kecuali malaikat-malaikat dan surga (Nehemia 9:6). Bumi disediakan untuk keperluan manusia. Dari keadaan yang tidak teratur sampai ke keadaan yang teratur. Oleh firman Allah keadaan bumi makin baik. “Baik” dinilai dari keperluan manusia (menurut manusia).”



Ayat 2
x:Wråw> ~Ah+t. ynEåP.-l[; %v,xoßw> Whboêw" ‘Whto’ ht'îy>h' #r 2
`~yIM")h; ynEïP.-l[; tp,x,Þr:m. ~yhiêl{a/

2 (wühä´äºrec häytâ töºhû wäböºhû wüHöºšek `al-Pünê tühôm würûªH ´élöhîm müraHeºpet `al-Pünê hammäºyim)

(TB) Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

 Apa arti ht'îy>h' #r (wühä´äºrec häytâ)  Bumi itu telah menjadi (the earth be come) karena häytâ merupakan bentuk verb qal perfect 3rd person feminine singular.

 Apa arti “Whboêw" ‘Whto’ töºhû wäböºhû ” Bumi belum berbentuk dan kosong” apakah ini menjelaskan suatu keadaan yang dihukum Allah?
Whboêw" ‘Whto’ töºhû wäböºhû menjelaskan bahwa Bumi belum siap untuk ditempati manusia (kekosongan tanpa bentuk). Air dan Darat belum dipisahkan, belum ada tanaman atau binatang. Tafsiran yang menyatakan “Bumi belum berbentuk dan kosong” didasarkan pada Yeremia 4:23-26 dan Yesaya 34:11 (menunjuk pada keadaan, sesudah hukuman Allah dijatuh atas dunia). Dari dasar ini terbentuk teori celah (gap theory) bahwa di ayat 1 dan ayat 2 ada celah. Susunan peristiwa:
1). Bumi diciptakan bersama binatang-binatang (termasuk Dinosaurus) dalam keadaan baik dan lengkap.
2). Iblis jatuh
3). Bumi dihancurkan dan semua makhluk dimusnahkan (ayat 2)
4). Penciptaan kembali; dijelaskan dalam ayat-ayat berikut

 Jelaskan dua teori celah (gap theory), apakah teori celah tersebut mendukung teori Evolusi
Dua teori Celah
a). Diantara Kejadian 1:1; 1:2 ada selang waktu. Kejadian 1:1 menjelaskan penciptaan pertama, termasuk manusia manusia (manusia purba) berjalan cukup lama untuk meliputi semua periode ilmiah dan yang sekarang dikemukakan oleh para ahli geolog. Pada fosil-fosil (tulang-tulang bekas) baik dari binatang maupun manusia yang ditemukan sekarang berasal dari penciptaan pertama, bukan dari penciptaan kedua. Penciptaan pertama dimusnahkan oleh Allah karena adanya pemberontakan terhadap Iblis (Yesaya 14:12-15; Yehezkiel 28:11-19) kemudian bumi dikembalikan pada keadaan tanpa bentuk dan kosong.
b). Kejadian 1 menceritakan penciptaan umum termasuk manusia sudah ada selama ratusan tahun tetapi manusia yang menurut gambar dan rupa Allah belum ada, kemudian diciptakan Adam yang segambar dan serupa dengan Allah dan fosil-fosil, yang ditemukan dari orang-orang primitif, bukan fosil-fosil dari keturunan Adam tetapi sebelumnya, kemudian Tuhan menciptakan Adam secara khusus.
Jadi jelaslah bahwa dengan memperhatikan susunan peristiwa teori celah atau dua teori celah, maka jelaslah bahwa teori celah mendukung teori evolusi

 Apa tanggapan Anda terhadap teori celah dan bagaimana pengertian yang lebih tepat sehubungan dengan “Bumi belum berbentuk dan kosong”?
Dasar teori celah sangat lemah. Umumnya teori celah dipakai untuk mencocokkan waktu dalam “Kitab Kejadian” supaya ada zaman-zaman dimana terjadi semua hal yang terdapat dari teori-teori ilmu pengetahuan.
Pengertian yang lebih tepat töºhû wäböºhû adalah bumi disiapkan untuk manusia. Pengertian tersebut didukung oleh:
a). Bentuk kalimat bahasa Ibrani töºhû wäböºhû (Istilah w waw disjuctive) tidak mendukung ada celah diantara ayat 1 dan 2. Istilah waw yang terdapat di awal ayat 2 secara gramatikal merupakan kata sambung pemisah yang artinya “adapun” bukan “dan.” Kata sambung tersebut menandakan bahwa kalimat berikutnya adalah anak kalimat keterangan keadaan, dipakai dalam waktu yang lampau yang sudah selesai. Dengan demikian terjemahnya “Whboêw" ‘Whto’ ht'îy>h' #r wühä´äºrec häytâ töºhû wäböºhû adapun bumi itu become formlessness/confusion/unreality emptiness, namun terjemahan yang kurang tepat berbunyi “bumi menjadi tak berbentuk.” Dalam terjemahan ini waw diperlakukan semata-mata sebagai kata sambung. Kalau ini yang dimaksud, maka tentunya waw akan diikuti oleh kata kerja dalam waktu yang lampau yang sedang berlangsung. Contoh seperti ini terdapat di Kejadian 19:26; Hakim-hakim 11:39; II Raja-raja 17:3. Sebaliknya Kejadian 1:2, kata sambung waw adalah sebagai kata sambung pemisah, sehingga tidak dapat diartikan “menjadi.” Dengan demikian maka penulis kitab Kejadian mengharapkan perhatian diarahkan pada keadaan bumi, “ . . .” dan Zakharia 3:1-3 yang mana waw adalah bersifat memisahkan (diterjemahkan “adapun”) dan tidak diterjemahkan “menjadi.”
b). Menurut Yesaya 45:18 “Allah tidak menciptakan bumi supaya kosong”

 Jelaskan perbedaan teori Evolusi dan Penciptaan serta apa dampaknya bila teori evolusi benar?

Evolusi Penciptaan
1. Planet-planet terjadi karena terkompresnya proton dan neutron
2. Hidup dimulai secara kebetulan pada suatu sel tunggal yang tidak bernyawa
3. Semua zat hidup berasal dari bentuk yang sederhana

4. Manusia adalah puncak proses evolusi
1. Dunia diciptakan oleh Allah

2. Semua zat yang bernyawa maupun tidak bernyawa diciptakan oleh Allah secara sendiri-sendiri

3. Allah menciptakan makhluk hidup menurut kelompok dan jenisnya
4. Manusia adalah produk langsung dari Allah
BILA TEORI EVOLUSI DIANGGAP BENAR MAKA:
1. Kita tidak perlu Allah karena tidak ada hal-hal yang supranatural (semua terjadi dengan sendirinya)
2. Tanggung-jawab moral manusia tidak ada
3. Nilai-nilai moral tidak ada dasarnya dan hidup tidak ada tujuan. Perhatikan penyataan Nicci sehubungan dengan God is Dead (manusia dari kekosongan menuju kekosongan)
4. Manusia tidak perlu memberi diri/mengabdi kepada Allah
5. Alkitab tidak bisa dipercayai dan kekristenan adalah palsu
Teori evolusi menyatakan bahwa “berjuta-juta tahun yang lalu zat kimiawi yang terdapat dalam laut digerakkan oleh sinar surya dan tenaga kosmik, kemudian zat-zat tersebut membentuk diri melalui perubahan menjadi organisme bersel tunggal atau lebih, kemudian berkembang melalui suatu perubahan penting dan seleksi alamiah sehingga menjadi tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Charles Darwin sebagai tokoh teori tersebut selanjutnya memberi pernyataan “Saya tak akan memberi teori seleksi alamiah bila memerlukan tambahan mujizat dalam setiap tahapannya.” Darwin menambahkan bahwa supranatural tidak diperlukan dalam teorinya. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Julian Huxley “tak perlu dan tak masuk akal bila kita meminta campur tangan Ilahi dalam perubahan zat dan energi pada saat tertentu dalam sejarah bumi.”
Rumus dari proses evolusi: P (perubahan) + S (seleksi) A (alamiah) + W (waktu) = EVOLUSI. Perubahan adalah kunci untuk menjelaskan evolusi. Pentingnya perubahan karena evolusi itu terjadi tidak dapat ditekankan berlebih-lebihan. Seleksi alamiah adalah mekanisme yang memelihara bentuk lain yang disebabkan oleh perubahan. Dengan proses demikian keturunan dari suatu organisme secara bertahap diperbaiki bila diberi waktu yang cukup. Waktu dan masa yang lama adalah penting bagi evolusi. Karena perubahan tak sering terjadi, maka dibutuhkan banyak waktu agar cukup bagi terjadinya perubahan yang berfaedah lalu dipertahankan oleh seleksi alamiah, dengan demikian organisme diubah secara efektif menjadi tambah rumit.
Untuk mempercayai evolusi diperlukan “iman yang luar biasa besarnya.” Percaya yang luar biasa bahwa evolusi bisa menjadikan semua keberadaan dan kehidupan yang lalu dan sekarang melalui suatu kesempatan. Apakah kesempatan berubah melalui kesempatan tertentu? Kemungkinan untuk membentuk sebuah molekul protein sekarang melalui kesempatan ialah 1 berbanding 10 pangkat 243, yaitu angka 1 diikuti oleh angka nol sebanyak 243. Pecahan ini begitu kecil sehingga kemungkinan tersebut disebut nol, 1 kesempatan dari 1, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000, 000,


Harry Rimmer dalam buku The Harmony of Science and Scripture, Michigan: WM. B. Eerdmans Publishing, 1996, p. 63-74 menyatakan mengusulkan harmonisasi Alkitab dengan ilmu pengetahuan:
1. Alkitab berisi kebenaran ilmu pengetahuan, sekalipun fakta-fakta dikemukakan bukan dengan kata-kata ilmiah
2. Alkitab tidak berisi kesalahan dan kekeliruan mengenai ilmu pengetahuan pada masa penulisannya
3. Alkitab tidak setuju dengan kesalahan modern sebagaimana juga menentang kekeliruan kuno
4. Alkitab telah mengantifasi beberapa penemuan dalam beberapa abad ini.


10 bagian tAdôl.At (tôldôt = generations)  “inilah keturunan atau demikian riwayat” dalam kitab Kejadian
1. Keturunan Langit, Bumi dan isinya (1:1-4:26)
- Langit dan bumi (1:1-2:3)
- Kebahagiaan manusia (2:4-25)
- Masuknya dosa (3:1-24)
- Manusia dalam pembuangan (4:1-26)
2. Keturunan Adam (5:1-6:8)
3. Keturunan Nuh (6:9-9:29)
4. Keturunan anak-anak Nuh (10:1-11:9)
5. Keturunan Sem (11:10-26)
6. Keturunan Terah (11:27-25:11)
7. Keturunan Ismael (25:12-18)
8. Keturunan Ishak (25:19-35:29)
9. Keturunan Esau (36:1-37:1)
10. Keturunan Yakub (37:2-50:26)


Ada empat cara asal mula manusia di bumi ini:
- Dari hubungan suami istri saja
- Dari wanita saja (Tuhan Yesus Kristus)
- Dari laki-laki saja (Hawa)
- Dari Allah saja (Adam)


Pasal 2:5-6
Belum ada semak atau belum ada tumbuh-tumbuhan apapun di padang (bnd. 3:18) karena hujan belum ada, sehingga semak atau tumbuh-tumbuhan apapun di padang belum ada. Setelah kejatuhan, manusia kemudian mendapatkan semak-semak (akibat dosa).

Belum ada hujan. Mungkin ada hubungan dengan air bah. Karena tumbuh-tumbuhan tidak ada sebelum air bah terjadi. Setelah hujan atau air bah manusia menciptakan irigasi.

Ada kabut. Lebih tepat kalau diterjemahkan “aliran” (2:10). Bahasa ibrani menggunakan istilah wünähär yöcë´  aceäyO ‘(Ibr: yöcë´ artinya go to out) rh'n"w> (Ibr: wünähär artinya river). Istilah “sungai mengalir” oleh LAI dapat dipahami sebagai “air yang menyembur ke luar dari dalam tanah.”




Pasal 2:7
Manusia diciptakan oleh Allah dari debu tanah (hm'êd"a]h'ä-!mi ‘rp'[' ~d"ªa'h'( hä|´ädäm `äpär min-h亴ádämâ) memberikan penekanan bahwa sekalipun manusia mulia (Bnd. Kejadian 1:26-27), namun juga adalah ciptaan, artinya walaupun manusia ditinggikan oleh Allah, namun tetap makhluk ciptaan seperti ciptaan lainnya, sehingga tidak boleh sombong. Penciptaan dari debu tanah juga menjelaskan pada nats berikutnya (Kej. 3:19)  merupakan makhluk yang berbuat dosa.

Pasal 2:21
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Istilah TIDUR NYENYAK dalam naskah Ibrani menggunakan kata TarDëmâ (hm'²DEr>T;) yang artinya “tidur yang berasal dari Tuhan Allah. Orang yang terkena TarDëmâ tidak dapat bangun (bnd. Kej. 15:12; 1Sam. 26:12).” Tujuan dari TarDëmâ adalah untuk menginsafkan Adam bahwa ia sendirian di bumi, ia sepi! Adam dipersiapkan secara mental untuk kedatangan Hawa. Ia sendirian di antara semua makhluk tidak ada jodohnya yang sepadan dengannya.

Pasal 2:24-25 relevan dengan Matius 19:5; Markus 10:7-8; 1 Korintus 6:16; Efesus 5:31. 1 Korintus 7:4-5 menjelaskan bahwa seks DIHARUSKAN, dengan alasan:
1. Untuk memuaskan kebutuhan jasmani (1Kor. 7:2)
2. Untuk menyatakan atau sebagai penyataan kasih (1Kor. 7:6-8)
3. Untuk memperoleh keturunan/anak (Kej. 1:18)

Pasal 2-3
Akibat dosa adalah kematian (Kej. 2:17). Kematian yang dimaksudkan dibuktikan pada Kejadian 3:7-9 yaitu kematian rohani yang berakibat pada: kematian jasmani (1Kor. 15:20-24), kematian kedua (Why. 20:12-15).

Pasal 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."  H['_r>z: (zar`äh) artinya Seed, istilah zar`äh digunakan 224 kali dalam PL. Istilah zar`äh berasal dari istilah [r;z< yang merupakan bentuk noun common masculine singular construct suffix 3rd person feminine singular , yang digenapi dalam Matius 1:16; Roma 16:20; Ibrani 12:14. Matius 1:16 menyatakan bahwa Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Istilah h-j merupakan bentuk pronoun relative genitive feminine singular from o[j yang artinya who, which. Feminime berarti tidak ada unsur laki-laki atau menunjuk pada “benih perempuan.” Adapun nubuat tentang Mesias mengandung tiga hal: (1) Allah akan menunjukkan kepada Hawa bahwa Iblis bukan temannya tetapi musuh yang dasyat sekali. (2) Allah akan menimbulkan permusuhan antara pengikut Iblis dan umat Allah, (3) Wakil keturunan perempuan (umat Allah  Mesias) akan menghancurkan Iblis di salib, namun Ia mengalami kematian.

Pasal 3:16
Hawa akan “birahi” kepada Adam dan Adam akan berkuasa atas Hawa. Istilah “berahi” %teêq'WvåT.( (Tüšûºqätëºk) berarti dorongan, keinginan, yang dapat diartikan lebih lanjut bahwa Hawa ada keinginan untuk berkuasa di atas suami.

Adam memberikan dua nama kepada “tulang dari tulangku dan daging dari dagingku” (Kej. 2:21).
 Perempuan hV'êai (´iššâ, Kej. 2:23), karena berhubungan dengan asalnya.
 Hawa hW"+x; (Hawwâ, Kej 3:20), karena merupakan Ibu dari semua yang hidup. Ada harapan Adam bahwa ada kehidupan walaupun ada kematian. Hawa artinya hidup, yang juga berarti ada kehidupan yang berlangsung terus-menerus.

Penerapan Pasal 3-4
1. Tidak ada yang baik di luar Tuhan, usaha manusia untuk memperbaiki diri dan menyelamatkan sia-sia
2. Allah terkadang memberikan kesempatan kedua bagi manusia untuk bertobat
3. Pengakuan akan dosa oleh manusia melepaskan dari rasa bersalah/malu
4. Selalu ada konsekuensi terhadap dosa sebab Allah mahatahu
5. Terkadang untuk hal-hal tertentu lebih penting sikap hati dari perbuatan

Pasal 5
Pasal 5 yang berprikop “Keturunan Adam” tidak menjelaskan kronolgi keturunan Adam melainkan mengungkapkan bahwa dosa mengakibatkan kematian.

Pasal 5:1 Adam dibuat Allah menurut rupa Allah, beberapa pandangan tentang rupa Alllah:
1. MARTHEN LUTHER
Semua manusia memiliki pengetahuan tentang Allah sebagai pencipta. Pengetahuan tersebut adalah pikiran manusia yang sudah terbentuk di dalam konsep sehingga manusia dapat “melihat” Allah, dengan cara bagaimanapun sulit untuk menghilangkan pikiran itu. Karena manusia memiliki sisa gambar Allah walaupun manusia telah jatuh dalam dosa.
2. JHON CALVIN
Dalam diri manusia masih terdapat gambar Allah, karena itu secara universal manusia akan mengetahui tentang adanya Allah, berusaha menyembah Dia dan mencari hidup yang kekal. Ini yang disebut Calvin “Divinitas Sensum” yaitu adanya suatu kesadaran berdasarkan intuisi natural yang ada di dalam pikiran manusia bahwa Allah itu ada.
3. CARL BARH
Gambar Allah telah hilang karena jatuh ke dalam dosa, dengan cara apapun tidak akan ditemukan cara untuk berhubungan dengan Allah.

Pasal 5:24
Henokh (Ing: Enoch) hidup bergaul dengan Allah. Dalam naskah Ibrani bertuliskan ~yhi_l{a/h'¥-ta, %Anàx] %LEïh;t.YIw: (wayyithallëk Hánôk ´et-hä|´élöhîm). Istilah “hidup bergaul (LAI)” digunakan kata %LEïh;t.YIw: (wayyithallëk) dimana w> merupakan bentuk particle conjunction, dan %Le’h;t.YI merupakan bentuk verb hithpael waw consec imperfect 3rd person masculine singular yang berasal dari akar kata %l;h', yang dapat diterjemahkan to walk to and fro (berjalan ke sana kemari). Hithpael imperfect menjelaskan bahwa Henokh BERBUAT UNTUK DIRI SENDIRI guna bersama, berjalan dengan Allah, ini merupakan inisiatif Henokh bergaul dengan Allah karena ia melihat orang-orang sebelum dia mengalami kematian. Yudas 14-15 menjelaskan bahwa Henokh percaya pada Tuhan yang akan menghakimi orang-orang fasik.

Pasal 6:3
Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." Naskah Ibrani bertuliskan:
aWhå ~G:ßv;B. ~l'ê[ol. ‘~d"a'b'( yxiÛWr !Ad’y"-al{) hw"©hy> rm,aYOæw: 3
`hn")v' ~yrIßf.[,w> ha'îme wym'êy" Wyæh'w> rf"+b'
(wayyöº´mer yhwh(´ädönäy) lö|´-yädôn rûHî bä|´ädäm lü`öläm BüšaGGam hû´ bäSär wühäyû yämäyw më´â wü`eSrîm šänâ). IIIstilah “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia” menggunakan kalimat ~l'ê[ol. ‘~d"a'b'( yxiÛWr !Ad’y"-al{) (lö|´- yädôn rûHî bä|´ädäm lü`öläm). Istilah “tidak akan tinggal” dari kata !Ad’y"-al{) (lö|´- yädôn) merupakan gabungan dari kata al{ particle negative dan !wD verb qal imperfect 3rd person masculine singular yang artinya not to contend (bukan untuk bersaing/berbantah). Sedangkan “selama-lamanya” dari kata ~l'ê[ol> (lü`öläm) merupakan gabungan dari kata ol> particle preposition dan ~l'A[ noun common masculine singular absolute yang artinya long duration (durasi panjang, selama-lamanya). Jadi, Roh TUHAN tidak akan berbantahan dengan manusia” artinya Tuhan tidak akan menahan kejahatan ataupun menginsafkan manusia akan dosa-dosanya selama-lamanya melalui Roh-Nya. Dia mengambil keputusan untuk menghukum manusia yang berontak dan melawan-Nya.

Pasal 6:6 “maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya `AB*li-la, bCeÞ[;t.YIw: #r ~x,N"åYIw: (wayyinnäºHem yhwh(´ädönäy) Kî|-`äSâ ´et-hä|´ädäm Bä´äºrec wayyit`accëb ´el-liBBô). Istilah yang digunakan LAI “menyesallah TUHAN” dari istilah Ibrani hw"ëhy> ~x,N"åYIw: (wayyinnäºHem yhwh(´ädönäy)). Secara khusus istilah “menyesal (~x,N"åYIw wayyinnäºHem) dapat dijelaskan bahwa bentuk w> merupakan particle conjunction dan ~x;n merupakan verb niphal waw consec imperfect 3rd person masculine, singular yang artinya to be sorry (menjadi menyesal). Hal ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa pribadi Allah berubah, namun dalam hubungan-Nya dengan manusia bisa berubah. Penekanan Kejadian 6:6 bukan pada Allah yang berubah melainkan pada Allah yang tidak berubah, khususnya dikaitkan dengan Kejadian 3:15 bahwa sekalipun “benih perempuan” tidak lama lagi akan musnah karena dosa, dan mengancam maksud Allah, namun Allah tetap (tidak berubah) untuk merencanakan penebusan (keselamatan).


Kejadian 7:22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat. 23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu. Bagaiman cara Nuh memelihara binatang-binatang yang bersama-sama dengannya? Nuh dan keluarganya pasti memberi makan binatang-binatang itu, namun yang terlebih penting adalah Allah sendiri yang memelihara, sebab Allah tidak lalai/mengingat (8:1)  memelihara, melindungi dan menyelamatkan. Selanjutnya binatang-binatang tersebut tidak berkembang biak di dalam bahtera, karena untuk sementara waktu dilambatkan fungsi tubuhnya (bnd. 8:17  segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi."





Penerapan Kejadian 5-9
1. Hiduplah saleh dihadapan-Nya
2. Kejahatan ataupun dosa senantiasa mendukakan hati Allah
3. Selalu ada kesempatan untuk dipulihkan bagi orang yang sungguh-sungguh kepada-Nya
4. Allah senantiasa menunjukkan kasih-Nya pada manusia
5. Taat pada perintah Allah mendatangkan keberhasilan
6. Jangan menjadi pribadi yang terpengaruh oleh lingkungan, melainkan harus memberi pengaruh.

Pasal 14
Melkisedek menjadi penting karena, menyatakan:
1. Posisinya lebih tinggi dari Abraham
2. Silsilahnya tidak diketahui
3. Kekal (menjadi imam besar bukan karena keturunan Lewi tetapi menurut peraturan Melkisedek, Mazmur 110:4; Ibr. 7:1-10)

Kemunduran Lot dalam dosa:
1. Lot berkemah di dekat Sodom (13:12)
2. Diam di Sodom (14:12)
3. Duduk di pintu gerbang Sodom (19:1)

Malak artinya “utusan” mengandung gagasan yang terang, seseorang diutus untuk melakukan suatu tugas (misi), berbicara seperti Allah dan selama itu (berbicara seperti Allah) disamakan dengan Allah.

Keturunan Hagar yang tidak terhitung (25:12) akan hidup di atas dasar jaminan PERJANJIAN SETELAH AIR BAH (bnd. 8:21) tetapi tidak dalam TERTIB ABADI yang diberikan kepada benih Abram yang dijanjikan.

Kejadian 16:12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya." KELEDAI LIAR merupakan gambaran bagi bangsa yang bebas menembara, namun merupakan sasaran empuk perburuan di padang pasir.


Kejadian 16:15 Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael. Keturunan Ismael menurut Kejadian 25:13 (Inilah nama anak-anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam) adalah Kedar Nebayot 13 Berdasarkan Yesaya 60:7 (Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku) merupakan nubuatan di masa mendatang bahwa keturunan Ismael akan dibawa untuk “persembahan” kepada Tuhan (menerima Yesus).

Nama Abram menjadi Abraham
Genesis 17:5
yKi² ~h'êr"b.a; ‘^m.vi hy"Üh'w> ~r"_b.a; ^ßm.vi-ta, dA[± arEîQ'yI-al{w> 5
`^yTi(t;n> ~yIßAG !Amïh]-ba;
BHT wülö´-yiqqärë´ `ôd ´et-šimkä ´abräm wühäyâ šimkä ´abrähäm Kî ´ab-hámôn Gôyìm nütaTTîºkä 5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Jadi ada penambahan h (h).

Nama Sarai menjadi Sarah
ar"îq.ti-al{ ^êT.v.ai yr:äf' ~h'êr"b.a;-la, ‘~yhil{a/ rm,aYOÝw: Genesis 17:15
`Hm'(v. hr"Þf' yKiî yr"_f' Hm'Þv.-ta,
BHT wayyöº´mer ´élöhîm ´el-´abrähäm Säray ´išTükä lö´-tiqrä´ ´et-šümäh Säräy Kî Särâ šümäh. Jadi ada penambahan kamets h (h). 15 Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya. 16 Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya." Penambahan he (h') pada nama Abraham dan Sarah bermakna bahwa mereka tidak percaya akan mendapatkan anak. Juga menyatakan bahwa Allah akan menepati janji-Nya untuk memberikan anak kepada Abraham dan Sarah.

Makna Sahabat Allah yang menunjuk pada pribadi Abraham (Yak 2:23). Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."
1. Mengalami proteksi/pemeliharaan Ilahi yang definitif  2Taw 20:7 Bukankah Engkau Allah kami yang menghalau penduduk tanah ini dari depan umat-Mu Israel, dan memberikannya kepada keturunan Abraham, sahabat-Mu itu, untuk selama-lamanya?
2. Mengetahui hal-hal yang rahasia (secret)  Yohanes 15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
3. Menentukan Perkara  Amos 3 7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.

3 Alasan Abraham menipu Abimelekh (Kej 20:1-18)
1. Abraham berpikir takut akan Allah tidak ada di Gerar (ay. 11)
2. Abraham benar adalah saudara Sarai [satu bapak lain ibu] (ay. 12)
3. Abraham yakin Allah menyertainya sekalipun dengan prinsip yang salah (ay. 13)
Kejadian 20: 1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing. 2 Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara. 3 Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami." 4 Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: "Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah? 5 Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci." 6 Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia. 7 Jadi sekarang, kembalikanlah isteri orang itu, sebab dia seorang nabi; ia akan berdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, engkau dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau." 8 Keesokan harinya pagi-pagi Abimelekh memanggil semua hambanya dan memberitahukan seluruh peristiwa itu kepada mereka, lalu sangat takutlah orang-orang itu. 9 Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya: "Perbuatan apakah yang kaulakukan ini terhadap kami, dan kesalahan apakah yang kulakukan terhadap engkau, sehingga engkau mendatangkan dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal yang tidak patut kepadaku." 10 Lagi kata Abimelekh kepada Abraham: "Apakah maksudmu, maka engkau melakukan hal ini?" 11 Lalu Abraham berkata: "Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku. 12 Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku. 13 Ketika Allah menyuruh aku mengembara keluar dari rumah ayahku, berkatalah aku kepada isteriku: Tunjukkanlah kasihmu kepadaku, yakni: katakanlah tentang aku di tiap-tiap tempat di mana kita tiba: Ia saudaraku." 14 Kemudian Abimelekh mengambil kambing domba dan lembu sapi, hamba laki-laki dan perempuan, lalu memberikan semuanya itu kepada Abraham; Sara, isteri Abraham, juga dikembalikannya kepadanya. 15 Dan Abimelekh berkata: "Negeriku ini terbuka untuk engkau; menetaplah, di mana engkau suka." 16 Lalu katanya kepada Sara: "Telah kuberikan kepada saudaramu seribu syikal perak, itulah bukti kesucianmu bagi semua orang yang bersama-sama dengan engkau. Maka dalam segala hal engkau dibenarkan." 17 Lalu Abraham berdoa kepada Allah, dan Allah menyembuhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak. 18 Sebab tadinya TUHAN telah menutup kandungan setiap perempuan di istana Abimelekh karena Sara, isteri Abraham itu.


PENGERTIAN MENGUJI/MENCOBAI DALAM ALKITAB
1. Manusia diuji oleh sesamanya (ahli Taurat menguji murid-murid)
2. Manusia menguji diri sendiri (sebelum Perjamuan Kudus [Yn.: domimazo]; dan kegiatan-kegiatan lain [Yn.: peirazo]). Tujuannya adalah agar jangan menjadi angkuh/tertipu mengenai keadaan rohani (sendiri)
3. Manusia mencobai Allah (dengan tindakan/kelakuan sehingga merisaukan hati Allah)
4. Allah menguji umat-Nya (Tujuannya: Allah membawa umat-Nya kedalam keadaan-keadaan tertentu sehingga umat-Nya menjadi berkualitas dari segi iman atau penyerahan diri. Akibatnya: setiap orang percaya dapat melihat siapa dirinya dan semakin mengandalkan Allah)
5. Iblis mencobai manusia (cara-cara Iblis mencobai manusia tidak melebihi batas-batas yang diijinkan Allah)

Kejadian 21: 9 Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. Naskah Ibrani bertuliskan
~h'Þr"b.a;l. hd"îl.y"-rv,a] tyrI±c.Mih; rg"ôh'-!B,-ta,( hr"øf' ar`qxe(c;m.
waTTëºre´ Särâ ´e|t-Ben-hägär hammicrît ´ášer-yäldâ lü´abrähäm mücaHëq
Istilah “main” dalam bahwa Ibrani qxe(c;m. (mücaHëq) yang merupakan bentuk verb piel participle masculine singular absolute dari akar kata qxc. yang dapat diartikan to jest (mengolok-olok).
Istilah qxe(c;m. (mücaHëq) diparalelkan dalam Perjanjian Baru terdapat pada Roma 9:7-9 “melampiaskan kecemburuan,” Galatia 4:29 “menganiaya.”

Pandangan Abraham tentang Allah
1. Kejadian 14:22; 24:3 (Menciptakan langit dan bumi)
2. Kejadian 15:24 (Hakim yang adil)
3. Kejadian 17:1 (Maha Kuasa)
4. Kejadian 18:19 (Benar dan adil)
5. Kejadian 19:19 (Murah hati)
6. Kejadian 20:6 (Pengampun)
7. Kejadian 20:6 (Bijaksana)
8. Kejadian 21:13 (Kekal)
9. Kejadian 22:14 (Yang menyediakan)


RINGKASAN KITAB KEJADIAN
Bagian 1 2 3 5 6 9 10 11 12 24 25 26 27 36 37 51
Pokok Umat Manusia Umat Ibrani
Fokus Historis – 4 Peristiwa Biografi – 4 orang
Tempat Dari Eden ke Ur – Kasdim Dari Kanaan ke Mesir
Waktu Lebih dari 2000 tahun Kira-kira 350 tahun





























KITAB KELUARAN

Tema-tema dalam Kitab Keluaran
1. Allah yang mengontrol sejarah (The God who controls history)
2. Allah adalah YHWH (I am YHWH)
3. Allah yang suci (The God is holy)
4. Allah yang mengingatkan (The God is remembers)
5. Allah yang bertindak dalam keselamatan (The God who act in salvation)
6. Allah yang bertindak dalam pengadilan (The God who act in judgment)
7. Allah yang berfirman/berkata-kata (The God who speaks)
8. Allah yang transenden/besar (The God who trancendent)
9. Allah yang tinggal bersama umat-Nya (The God who lives among His people)

Empat peristiwa penting dalam kitab Keluaran
1. Allah memperkenalkan diri kepad umat-Nya melalui pernyataan nama YHWH
2. Paskah
3. Pemberian hukum
4. Pendirian Kemah Suci

Orang Mesir dan Kematian
Biasanya 70 hari mayat diolah dan diratapi, setelah mati mayat diantar kepada tabib-tabib yang pandai (dalam cara merempah-rempahi mayat). Mayat tersebut dipotong (diiris) dan pada sisi kiri dan perutnya (jeroan) dikeluarkan semuanya kecuali jantung dan kadang-kadang ginjal. Otaknya dikeluarkan melalui hidung dengan memakai kail yang dibuat dari logam. Isi perut diawetkan dengan mengisinya dengan neutron (cairan putih/kuning yang mengandung yodium karbonat kering). Dan disimpan dalam kendi-kendi. Kemudian mayat itu diisi dengan neutron kering. Mayat itu dikeringkan dengan cepat sekali sehingga tidak membusuk. Lalu neutron dikeluarkan dan mayat dibasahi dengan air dan parfum. Kulit dibasahi dengan damar lalu diisi dengan lenan yang direndam damar.

CEK LAGI MELALUI BUKU INERRANCY
Keluaran 1:5 = Kejadian 46:27 = Kisah Para Rasul 7:14
Keturunan Yakub 70 orang Keturunan Yakub 75 orang
Jawaban:
1. Walaupun hanya 70 yang ke Mesir tetapi sebenarnya Yusuf memerintahkan untuk menjemput 75 orang  Yusuf tidak mengetahui ada 3 istri Yakub [Lea, Dina, Rahel] dan 2 anak Yehuda [yang sudah meninggal (Kej. 38:7).
2. Stefanus menambahkan 12 orang (3 istri + 9 anak Yakub: Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Zebulon, Isakhar, Dan, Gad, Asyer, Naftali) dengan mengabaikan istri Yehuda yang sudah meninggal dan istri Yusuf juga Yusuf sendiri. Berdasarkan Kejadian 46:26 ada 66 orang. Jadi 66 + 12 = 78 ( - 3) = 75.
3. Dalam Kejadian 46:20 (LXX/Septaginta) mencantumkan nama Efraim dan Manasye + 2 orang anak mereka. Septuaginta menambahkan Efraim dan Manasye (1Taw. 7:14) + 2 orang. Kejadian 46:26. Jadi 66 + 2 + 2 = 70.

Latar Belakang Panggilan Allah kepada Israel
ISRAEL ALLAH
- Mengeluh karena perbudakan (2:23) - Mendengar (2:24; 3:7)
- Berteriak minta tolong - Mengingatkan akan perjanjian-Nya (2:24)
- Melihat (2:25; 3:9)
- Memperhatikan (2:25; 3:7)
- Turun untuk melepaskan (3:8)
- Turun untuk menuntun mereka keluar ke negeri yang dijanjikan (3:8)

Ada 986 dewa Mesir, dan adapun tujuan Allah mengeraskan hati Firaun hingga ada 10 tulah dan mempermalukan semua dewa-dewa orang Mesir menunjukkan bahwa: Allah berkuasa, bangsa Israel kenal Allah, bangsa lain tahu tentang Allah Israel, dan memberi kesempatan agar Firaun bertobat.


10 TULAH
TULAH AHLI SIHIR FIRAUN BERTOBAT YANG MENGERASKAN HATI FIRAUN ADA DI GOSYEN DEWA-DEWA DIHUKUM RESPON FIRAUN
1. Air jadi darah Bisa Belum
2. Katak Bisa
3. Nyamuk/kutu Tidak Bisa
4. Lalat pikat Tidak Bisa
5. Sampar -
6. Bara Kena Bara
7. Hujan Es dan Api -
8. Belalang Menasihati Firaun (10:1-20)
9. Gelap Gulita -
10. Kematian anak sulung -

II. TILAH HARI
• Non literal à Bukan berarti 24 jam, dengan argumentasi:
a. 1000 tahun. Contoh: II Petrus 3:8 (Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari) à hari menunjuk “zaman (1000 tahun – Millenium)”
b. Musim à Kejadian 30:14 (Ketika Ruben pada musim [ymeäyBi /Bîmê dari akar kata ~Ay (yôm) yang artinya day, time (hari, waktu)] menuai gandum pergi berjalan-jalan, didapatinyalah di padang buah dudaim, lalu dibawanya kepada Lea, ibunya. Kata Rahel kepada Lea: "Berilah aku beberapa buah dudaim yang didapat oleh anakmu itu.")
c. Satu waktu khusus à Yesaya 2:12 (Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari [~Ay yôm] untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan)
• Literal à 24 jam, dengan argumentasi:
a. Arti 24 jam adalah arti yang biasa. Hanya diberi arti yang lain kalau jelas dalam konteks. Dan setiap kali “hari” dijelaskan dengan nomor, artinya selalu 24 jam.
b. “Jadilah petang dan jadilah pagi” yang menjelaskan “hari” mendorong pengertian 24 jam (Kejadian 1:5 à Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari [~Ay yôm] pertama.
c. 7 hari dalam penciptaan dipakai sebagai dasar bagi Israel untuk kerja (6 hari) dan istirahat (1 hari) à Keluaran 20:11 (Sebab enam hari [~ymiy" yämîm dari akar kata ~Ay (yôm) yang artinya day, time (hari, waktu)]; lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya)
d. Dalam Kejadian 1:14 (Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari [~AYàh; hayyôm dengan h; particle article dari akar kata ~Ay yôm noun common masculine singular absolute artinya day, time tetap dalam bentuk singular dan bukan jamak, jadi sebaiknya diterjemahkan hari bukan hari-bari] dan tahun-tahun,), kata “hari” terdapat dalam hubungan dengan kata “tahun.” Jelas dipakai dengan arti biasa, yaitu tahun sebagai 365 hari dan hari 24 jam.
e. 12 jam siang (dibandingkan dengan 12 jam malam) à Kejadian 8:22 (Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim [~Ayðw> wüyôm dari akar kata ~Ay (yôm) yang artinya day, time (hari, waktu)] menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.")
f. 24 jam (malam dan siang) à Kejadian 7:17 (Empat puluh hari [~Ay yôm] lamanya air bah itu meliputi bumi; air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melampung tinggi dari bumi); 31:23 (dibawanyalah sanak saudaranya bersama-sama, dikejarnya Yakub tujuh hari [ ~ymi_y" yämîm dari akar kata ~Ayð (yôm) yang artinya day, time (hari, waktu)] perjalanan jauhnya, lalu ia dapat menyusulnya di pegunungan Gilead.

III. PENCIPTAAN MANUSIA
A. Asal-usul Manusia
1. Teori-teori Evolusi
a. Atheistic evolution: faham yang menganggap bahwa asal usul manusia adalah sesuatu yang terjadi secara spontan (Spontanous regeneration)
b. Theistic evolution: faham yang menganggap bahwa Allah adalah penyebab awal dan kekuatan yang menuntun terjadinya evolusi.

2. Creationism - Ciptaan Allah
a. Bukti-bukti dari pernyataan Allah
1). Banyaknya bukti-bukti yang menunjukan bahwa meskipun Alkitab bukan sebuah buku teks tentang ilmu pengetahuan, namun apabila ia menyatakan fakta-fakta ilmiah, ia menyatakannya tanpa salah (contoh: Yes. 40:22 à Bumi Bulat; Pkh. 1:5-8 à Ayat 5 Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. Ayat 6 Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. Ayat 7 Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu. Ayat 8 Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.

2). Kuasa dari kebenaran Alkitab memastikan kebenaran – bukti-bukti tentang penciptaan dunia.

b. Kenyataan-kenyataan Alkitab
1. Istilah Ibrani ar"äB' (bara) digunakan dalam Kejadian 1:1, 27
2. Istilah “hari” dipakai untuk menyatakan:
• Non literal à Bukan berarti 24 jam dari Matahari terbenam – terbit kembali. Contoh: II Petrus 3:8 (Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari) à hari: zaman (1000 tahun – Millenium)
• Hari menunjuk pada “saat pernyataan dinyatakan. Contoh: ini adalah keenam hari, TUHAN menunjukkan penciptaan-Nya kepada manusia.”
• Hari sekedar Frame Work
3. Penciptaan dunia oleh Allah dinyatakan sebagai pernyataan sejarah dalam banyak tempat di Alkitab (Kel. 20; Mzm. 8; Mat. 19; Ibr. 4)
4. Permulaan hari dinyatakan dalam Kejadian 1:3 (Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi); Ayub 2, mungkin menunjukan suatu masa yang lama
5. Lapisan-lapisan tanah yang menunjukan lamanya bumi, berasal dari suatu kegoncangan sesudah dunia diciptakan seperti terjadinya air bah.
3. Penciptaan manusia
a. Ciri-ciri penciptaan manusia menurut Alkitab
1. Direncanakan/dibuat oleh Allah (Kej. 1:26) à hf,î[]n:) (na|`áSè) dari akar kata hf'[' (‛âśâh) yang merupakan bentuk verb qal imperfect 1st person common plural cohortative in meaning, but no unique form for cohortative homonym 1 sehingga diterjemahkan to do (dilakukan/dikerjakan) atau make (dibuat)
2. Diciptakan secara langsung, spesial, dan segera (Kej. 2:7) à rc,yYIw: (wayyîcer) to form, create (membentuk, menciptakan).
3. Penciptaan itu meliputi dua bagian (Kej. 2:7) ‘rp'[' (`äpär) yang artinya dry earth, dust (tanah kering, debu) dan ~yYI+x; tm;äv.nI (nišmat Hayyîm) yang breath a living (nafas hidup)
b. Pola penciptaan manusia
Manusia diciptakan menurut “gambar” dan “rupa” Allah (Kej. 1:26; 27)
1. Beberapa ayat yang relevan hubungan dengan doktrin ini
a. Kejadian 5: 1-3 (Ayat 1 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah; Ayat 2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama "Manusia" kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan. Ayat 3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya) transmisi dari rupa Adam kepada keturunannya.
b. Kejadian 9:6 (Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri) hubungan dengan hukuman atau ancaman. Hukuman bagi orang yang menumpahkan darah sesama
c. I Korintus 11:7 (Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki) berhubungan dengan “kepala”
d. Kolose 3:10 (dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;) orang Kristen dinasehati untuk mengenakan manusia baru agar menunjukan gambar Penciptanya
e. Yakobus 3:9 (Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,) hubungan dengan penggunaan lidah secara benar
f. Mazmur 8 hubungan dengan manusia dan kuasanya. Arti “gambar” dan “rupa” dalam Kejadian 1:26. Kata “gambar” dalam naskah Ibrani WnmeÞl.c;B. (Bücalmëºnû) dengan B. particle preposition dan akar kata ~l,c, (tselem) yang merupakan bentuk noun common masculine singular construct suffix 3rd person masculine singular homonym 1 yang artinya an image (i.e. man in image of God), sedangkan kata “rupa” dalam naskah Ibrani Wnte_Wmd>Ki (Kidmûtëºnû) dengan &. particle preposition dan akar kata tWmD> (demûth) noun common feminine singular construct suffix 1st person common plural yang artinya form, shape (wujud, bentuk). Kata-kata PB yang sama adalah: eikon dan homoiosis.
Tselem, berarti gambar yang terbentuk, suatu gambar dalam pengertian konkrit. Sedangkan demuth arti: kesamaan (dalam arti lebih dari abstrak). Jadi maksudnya adalah: manusia pada satu sisi merupakan refleksi yang konkrit tentang Allah tapi juga pada sisi lain, ia menunjukan bagian spiritualnya/abstrak (Ryrie, Basic heologi, p. 190).
• Gambar dan rupa Allah dalam diri manusia tidak hilang
1. Manusia memiliki wewenang menguasai alam “di atas alam” bukan bagian dari alam (Mazmur 8:6-7 “Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya”:) à Makhluk Kultural
2. Manusia bisa berhubungan dengan Allah à Makhluk Rohani/spiritual
3. Manusia makhluk sosial
4. Manusia adalah makhluk pribadi
5. Adanya kebenaran dan kekudusan (sempurna/ fisik). Kejadian 1:31 (Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam) “sungguh amat baik”, dan cocok dengan kehendak Allah (Pengkhotbah 7:29 à Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih)
6. Adanya kesamaan/ tiruan dengan Kristus (Kolose 3:10 à 10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;)
Jadi gambar dan rupa Allah tidak hilang.

B. Pembagian keberadaan manusia
1. Bagian Sifat Materi
a. Unsur-unsur dari bagian yang bersifat materi:
1). Sarks (Galatia 2:20 à namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku; Roma 7:18 à Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia [sarki, yang artinya flesh, dari akar kata sa,rx ], tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.);
1 Korintus 3:1-3 menjelaskan manusia duniawi/daging sarki,noij (sarkinois) yang merupakan bentuk adjective normal dative masculine plural no degree from sa,rkinoj (sarkinos). Istilah sarki,noij dapat diterjemahkan fleshly, belonging to the realm of the flesh, i.e. weak, sinful, transitory (daging, kepunyaan dunia dari daging, yaitu. lemah, penuh dosa, fana). Jadi aspek manusia yang bersifat materi, yang mempunyai potensi untuk berkomunikasi dengan dunia (alam duniawi).
2). Swud (soma) - 1Petrus 2:24 à Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya (sw,mati auvtou/ [sōmati hautou] a body himself) di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh; Matius 6:22 à Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu [sw/ma, sou sōma sou a body you]. Jadi, mempunyai potensi untuk berkomunikasi dengan alam ilahi.
3). Lain-lain
a. Tubuh kehinaan (Fil. 3:21)
b. Bejana tanah (II Kor. 4:4, 7)
c. Bait Roh Kudus (I Kor. 3:16; 6:19)

2. Bagian non-materi; unsur-unsurnya:
a. Psyche – nefes à (jiwa)
Amsal 25:25 “Jiwa”; Ulangan 12:15 “menyembelih à mencabut nefes”; Roma 11:3 “nyawaku.” Jadi nepes adalah hidup itu sendiri, nyawa, jiwa.
b. Pneuma – Ruach à Kejadian 41:8 “hatinya = ruach”; 1Korintus 5:5 “diserahkan daging/sarkos; pneuma diselamatkan”; Matius 27:50 “nyawa = pneuma”; Yohanes 3:8 “angin = pneuma”, “Roh = pneumatos.” Jadi pneuma – ruach adalah hati, nyawa, angin, sesuatu yang berhubungan dengan mental, kemampuan intelektual, kecenderungan utama.
c. Lain-lain
i. Hati – leb (Ibr.) à Pusat intelektual (1Samuel 25:37; Amsal 18:11; Mazmur 46:11; Markus 2:6); Pusat ingatan (Mazmur 119); Pusat perasaan (Mazmur 25:17; Lukas 24:32); Pusat etis (Yeremia 51:7); Pusat kemauan (Matius 5:28); Pusat keagamaan (Roma 8:27)
ii. Suara hati/hati nurani/batin (I Sam. 24:6; I Pet. 3:15, 16; I Tim. 1:5)
• SUARA HATI (Ing: conscience. Latin: conscientia dari akar kata “con” dan “scion” = to knowledge with others (memperoleh pengetahuan bersama-sama dengan yang lain), Yunani syneidesis. Jadi yang dimaksudkan dengan hati nurani adalah kemampuan yang olehnya seseorang dapat membedakan yang baik dan salah secara moral atau kesaksian/nilai dari jiwa terhadap suatu keputusan.
• FUNGSI HATI NURANI (A. Obligatory = kehadirannya wajib untuk melakukan yang baik dan menolak untuk melakukan yang jahat. B). Judicial = hati nurani menjatuhkan hukuman terhadap keputusan dan tindakan seseorang. C). Executive = hati nurani melakukan hukumannya, menuduh bila tidak sesuai keyakinan, misalnya: stress, malu, menguji.
iii. Akal – nouse (Roma 1:20 à pusat pengendalian kehendak/pikiran)
Jadi manusia adalah satu kesatuan yang terdiri dari dua unsur (materi dan non materi) yang tidak dapat dipisahkan, pada dasarnya manusia menurut Kejadian 2:7 merupakan makhluk hidup yang terdiri dari materi (debu tanah) dan non materi (napas). Fungsi psyche bila berhubungan dengan Allah, fungsi soma bila berhubungan dengan alam/dunia. Penggunaan psyche dan soma bergantian, namun jiwa dipakai secara khusus untuk menunjukkan kesatuan (tidak memakai tubuh), contoh: ekor à untuk binatang, jiwa à untuk manusia, buah à pisang

C. Kejatuhan manusia
1. Nas Alkitab: Kej. 3; I Korintus 15:21-22; I Timotius 2:14; Roma 5:12-21
2. Pohon sebagai tes ketaatan (Kej. 2:17)
3. Penggoda (Kej. 3:1; Why. 12:9; 20:2)
4. Hukuman Allah (Kej. 3:15-24)
5. Terhadap Setan (ay. 15)
6. Terhadap Hawa dan kaum perempuan (ay. 16)
7. Terhadap Adam dan kaum laki-laki (ay. 17-24)

Tgl 27/9/2010
Qiuz Kejadian pasal 1-30 dan jelaskan Kejadian 2-30.






KITAB KELUARAN

KITAB IMAMAT

KITAB BILANGAN

KITAB ULANGAN
3 ¶ Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
6 ¶ Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air."
7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
9 ¶ Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian.
10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
11 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian.
12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
14 ¶ Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.
16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
20 ¶ Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala."
21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."
23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
24 ¶ Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian.
25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
26 ¶ Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
29 ¶ Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.
31 ¶ Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
1 ¶ Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
4 ¶ Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, —
5 belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu—
7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
8 ¶ Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.
13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.
15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
16 ¶ Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
18 ¶ TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.
20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
21 ¶ Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.
1 ¶ Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
6 ¶ Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
9 ¶ Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
11 ¶ Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
14 ¶ Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
16 ¶ Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
17 ¶ Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
20 ¶ Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
21 ¶ Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
22 ¶ Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."
23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
1 ¶ Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."
2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
3 ¶ Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
6 ¶ Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
8 ¶ Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
9 ¶ Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"
10 Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.
11 Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu.
12 Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi."
13 ¶ Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung.
14 Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku."
15 Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.
16 ¶ Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.
17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.
18 Bagi Henokh lahirlah Irad, dan Irad itu memperanakkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael, dan Metusael memperanakkan Lamekh.
19 ¶ Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu namanya Ada, yang lain Zila.
20 Ada itu melahirkan Yabal; dialah yang menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak.
21 Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling.
22 Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi. Adik perempuan Tubal-Kain ialah Naama.
23 ¶ Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu: "Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak;
24 sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat."
25 ¶ Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya."
26 Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN.
1 ¶ Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama "Manusia" kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.
3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.
6 ¶ Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan Enos.
7 Dan Set masih hidup delapan ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Enos, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
8 Jadi Set mencapai umur sembilan ratus dua belas tahun, lalu ia mati.
9 Setelah Enos hidup sembilan puluh tahun, ia memperanakkan Kenan.
10 Dan Enos masih hidup delapan ratus lima belas tahun, setelah ia memperanakkan Kenan, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
11 Jadi Enos mencapai umur sembilan ratus lima tahun, lalu ia mati.
12 Setelah Kenan hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Mahalaleel.
13 Dan Kenan masih hidup delapan ratus empat puluh tahun, setelah ia memperanakkan Mahalaleel, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
14 Jadi Kenan mencapai umur sembilan ratus sepuluh tahun, lalu ia mati.
15 Setelah Mahalaleel hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Yared.
16 Dan Mahalaleel masih hidup delapan ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Yared, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
17 Jadi Mahalaleel mencapai umur delapan ratus sembilan puluh lima tahun, lalu ia mati.
18 Setelah Yared hidup seratus enam puluh dua tahun, ia memperanakkan Henokh.
19 Dan Yared masih hidup delapan ratus tahun, setelah ia memperanakkan Henokh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
20 Jadi Yared mencapai umur sembilan ratus enam puluh dua tahun, lalu ia mati.
21 ¶ Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.

TEOLOGIA PL 1 (REVISI FINAL).doc

PENDAHULUAN TEOLOGI
PERJANJIAN LAMA
Ada banyak metode untuk mempelajari PL tetapi lebih baik fokus kepada penyataan Allah tentang diri-Nya dalam era yang berbeda.


“Kerajaan Theokratis melalui moderator-moderator” adalah cara Allah untuk menyatakan kehendak-Nya dan diri-Nya agar dikenal.

Bentuk akhir dari kerajaan PL adalah Millenium.


SEJARAH TEOLOGI PERJANJIAN LAMA
PERKEMBANGAN AWAL
Teologi PL dan PB belum terorganisir

ABAD KESEMBILAN BELAS
Ide religius dari kitab suci sebagai suatu fakta sejarah, yaitu untuk membedakan perbedaan waktu dan subyek, dan juga untuk membedakan tahap-tahap dalam perkembangan ide-ide ini.

SEJARAH AGAMA-AGAMA
- Sejarah agama-agama dibangun di atas teori Darwin dan diaplikasikan pada teori agama.
- PL dievaluasi tidak sebagai wahyu Ilahi melainkan berdasarkan perkembangan sejarahnya.
- Dugaan penulisan teori YEDP
• Dokumen Y dari Selatan (10 sM);
• Dokumen E dari Utara (8 sM);
• Dokumen D dari temuan raja Kitab Hukum oleh Yosia di Bait Suci (622 sM)
• Dokumen P pada masa pembuangan di Babel (5 sM)






BUKTI MUSA PENULIS UNTUK BAGIAN DIDUGA Y – E – D - P
Bagian-bagian Dokumen Graf-Wellhausen Musa Penulis

Kel. 17:8-13 E Kel. 17:14
Kel. 20:22-23;33 E Kel. 24:4
Kel. 34:10-26 Y Kel. 34:27
Im. 18:5 P Rm. 10:5
Bil. 33:3-49 P Bil. 33:2
Ul. 5:30 D Ul. 31:9
Ul. 32:1-42 D Ul. 31:22

- Wellhausen dengan teori “Y” (Yahweh), “E” (Elohim), “D” (Deuterenium), “P” (Priester Codex) melakukan kesalahan:
1. Menolak kesatuan PL dengan menekankan periode waktu yang berbeda
2. PL hanya merupakan koleksi-koleksi dari berbagai periode yang terpisah
3. PL hanya berisi refleksi orang Israel atas berbagai agama primitif yang berbeda


SEKOLAH SEJARAH KESELAMATAN
Penekanan sekolah keselamatan ada pada:
1. Pelayanan Kristus
2. Kedatangan-Nya yang pertama dan
3. Pelayanan akhir-Nya pada kedatangan-Nya yang kedua

Kelemahan sekolah sejarah keselamatan ada pada penolakannya terhadap inspirasi Kitab Suci (menerima beberapa pandangan Kritik tinggi terhadap Alkitab).

Kekuatan sekolah sejarah keselamatan ada pada “back to the revelation of God”


NEO ORTODOKSI
Teologi-teologi PL ditulis dibawah pengaruh penekanan neo-ortodoksi yaitu berkaitan dengan unsur subyektif (untuk mengabaikan obyektivitas) dalam pendekatan terhadap kitab suci.


KONSERVATISME
Teologi PL yang penting adalah The Basis of the Premillennial Faith yang melihat kesatuan PL berdasarkan pada covenan tanpa syarat antara Allah dengan Israel.

























METODE TEOLOGI PERJANJIAN LAMA
METODE DIDAKTIK DOGMATIK
R. C. Denton menyatakan bahwa “tanda yang paling dasar dari agama PL yaitu: Yahweh adalah Allah Israel, dan Israel adalah umat Yahweh.”


METODE PROGRESIF GENETIK
Chester K. Lehman menyatakan “Kami menemukan bahwa garis keturunan yang paling fundamental dalam Wahyu Allah berpusat pada beberapa kovenan yang Allah buat dengan manusia . . . Rencana waktu kovenan itu dibuat oleh Allah dengan Nuh, Abraham, Musa dan sampai pada Kristus.


METODE LINTAS BAGIAN
Walther Eichrodt pada tahun 1930-an mendasarkan sifat historisitas dari PL dan mengembangkan teologinya dengan “membuat suatu lintas bagian melalui proses historikal, di mana terhampar dengan jelas struktur inti dari agama.” Melalui prinsip kovenan, Eichrodt mengembangkan tiga kategori utama: Allah dan umat-Nya, Allah dan dunia, dan Allah dan manusia untuk memperlihatkan perkembangan pikiran dan institusi.
Walter Kaiser Jr, melihat suatu kesatuan dari PL yang berpusat pada “janji” di PL, di mana setiap penulis dari PL secara sadar memberikan sumbangsih berkaitan dengan tema ini.

METODE TOPIKAL
John L. McKenzie mengembangkan teologi PL tanpa pertimbangan PB. Sebagai kontras dengan teologi-teologi PL yang lain yang berusaha melihat hubungan antara kedua perjanjian tersebut. McKenzie menulis seakan PL tidak ada lagi. McKenzie setuju dengan Harnack dan Bultmann bahwa PL bukan sebuah buku Kristen.


METODE DIAKRONIK
G. von Rad menyatakan bahwa teologi PL harus “menceritakan kembali” kerugma Israel atau pengakuan PL, yang dinyatakan oleh orang Israel dalam konteks sejarah. Yang dimaksudkannya bukan fakta sejarah, melainkan “penafsiran” sejarah. “Penceritaan kembali” bukan merupakan pernyataan iman; “mereka merupakan tindakan di mana umat mengekspresikan kesadaran hubungan mereka dengan Allah. Rad tidak menemukan tema sentral dalam teologi PL-nya, tetapi ia puas dengan “menyampaikan apa yang PL katakan tentang isinya sendiri.


METODE FORMASI TRADISI
Hartmut Gese mengembangkan teologi PL yang harus dimengerti secara esensi sebagai suatu proses sejarah dari suatu perkembangan. Yang ada bukan teologi Kristen atau teologi Yahudi dari PL, tetapi satu teologi dari PL yang disadari melalui formasi tradisi PL. Gese dan Rad tidak melihat ada tema yang sama atau utama dalam studi PL.


METODE TEMATIK DIALEKTIKAL
W. Breggemann mengusulkan suatu relasi tematik dan dialektik. Breggemann mengutip karya Terrien, Westermann, dan Hason yang menggunakan sistem dialektikal (proses penalaran yang berusaha untuk mencari solusi dari konflik antara ide-ide yang berbeda).


METODE TEOLOGI BIBLIKAL BARU
Bevard Childs menyerukan tentang “teologi biblikal baru” yang bergerak melampaui kritik historis (yang meninggikan penalaran manusia sebagai otoritas tertinggi dan memperlakukan Alkitab sama dengan buku-buku yang lain) yang mendasari hampir semua teologi PL.






IDENTIFIKASI DARI TEOLOGI PERJANJIAN LAMA
Beberapa unsur yang harus jelas dalam teologi PL:
1. Doktrin inspirasi kitab suci merupakan keharusan apabila keadilan akan ditegakkan pada teks kitab suci.
2. Teologi PL harus melibatkan eksegesis teks kitab suci, mengaplikasikan prinsip-prinsip hermeneutik yang tepat, sehingga membiarkan teks itu berbicara untuk dirinya sendiri
3. Teologi PL dibangun di atas premis wahyu progresif dan melalui eksegesis menemukan progresif dari wahyu Alah dalam sejarah
4. Teologi PL menyelidiki berbagai era yang berbeda, khususnya sebagaimana yang dicatat melalui kovenan-kovenan Allah yang dibuat dengan pengantara-pengantara-Nya, untuk menemukan bagaimana Allah telah menyatakan diri-Nya dalam sejarah Alktab.
5. Sebuah teologi PL harus memperhatikan kesatuan kitab suci, wahyu Allah yang telah diberikan berkaitan dengan diri-Nya harus merefleksikan tujuan akhir di mana Allah dari PL dan PB membawa kemuliaan pada diri-Nya sendiri. Kesatuan itu ditemukan dalam konsep kerajaan.


PENEKANAN DARI TEOLOGI
PERJANJIAN LAMA
Janji Allah kepada Daud bahwa kerajaan-Nya yang diwujudkan oleh Mesias tidak akan pernah diberhentikan dan pemerintahan kerajaan Mesias akan selama-lamanya.

Tujuan Allah memanggil orang berdosa adalah agar setiap orang kembali ke dalam persekutuan-Nya untuk membahwa kemuliaan nama-Nya. Allah adalah kudus dan semua yang akan masuk ke dalam persekutuan dengan-Nya harus kudus. Hari di mana Allah akan disembah dalam kekudusan-Nya oleh suatu bangsa yang diharubirukan dalam dunia yang telah direstorasi yakni dalam kerajaan Millenium.


TEOLOGI ERA EDENIK
PENCIPTAAN DAN TUJUANNYA
Elohim adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi. Istilah El berakar pada kata “kuasa dan takut,” yang mengartikan “Kebesaran Allah atau superioritas-Nya atas ilah-ilah lain.” Nama Elohim menyatakan Allah sebagai “subjek dari semua aktivitas ilahi yang dinyatakan kepada manusia dan Allah sebagai objek dari semua penghormatan dan ketakutan dari manusia. Nama Elohim menekankan kedaulatan-Nya (Kej. 24:3; Yes. 37:16; 54:5); peran-Nya sebagai Hakim (Mzm. 50:6; 58:11; 75:7); kemuliaan-Nya (Yes. 40:28; 65:16); peran-Nya sebagai Allah Sang Juruselamat (Kej. 17:8; 26:24; 28:13); dan keintiman dengan umat-Nya (Kej. 48:15; Mzm. 4:2; Yer. 23:23).

Penciptaan dalam Kejadian 1:1 “Pada Mulanya” bukan merupakan mitos, melainkan peristiwa sejarah. Istilah yang digunakan “bara” yang menyatakan Allah menciptakan dalam arti ex nihilo, yaitu “dari yang tidak ada.” Penciptaan ini bukan merupakan perevisian dari materi yang sudah ada sebelumnya (lih. Rm. 4:17; Ibr. 11:3). Hari-hari penciptaan diakhiri dengan pernyataan “ini adalah malam dan ini adalah pagi.” Pernyataan itu menunjukkan waktu dua puluh empat jam sehari. Pernyataan-pernyataan “hari kedua,” “hari ketiga,” juga menuntut waktu dua puluh empat jam sehari. Hal ini menjadi sarana untuk menyangkali pemahaman , evolusi, ateistik. Apabila manusia adalah produk dari proses evolusi, maka secara moral tidak bertanggung-jawab kepada Allah. Karena Allah yang menciptakan manusia, maka manusia bertanggung-jawab kepada Allah yang menciptakan supaya manusia berjalan dalam kekudusan untuk bersekutu dengan Allah, hal ini tidak menunjukkan keserupaan fisik tetapi keserupaan dalam hal spiritual, natural dan moral. Dalam keserupaan spiritual keberadaan manusia telah diregenerasikan untuk memiliki persekutuan dengan Allah (Ef. 2:1, 5), dalam keserupaan secara natural manusia memiliki akal budi, emosi, dan kehendak untuk mengetahui dan berkomunikasi dengan Allah, dalam keserupaannya manusia dapat mengetahui dan mentaati kehendak Allah.

Tujuan Allah menciptakan manusia dinyatakan di Kejadian 1:26 “biarlah mereka berkuasa.” Allah menempatkan manusia di taman untuk memerintah atas ciptaan-Nya. Sebagai pengantara Allah, Adam harus melaksanakan otoritas atas semua ciptaan, yaitu kehidupan tumbuh-tumbuhan dan binatang. Adam harus berkuasa atas ciptaan Allah.


KEJATUHAN DAN PENGHAKIMAN
Pembujukan untuk berdosa datang kepada Hawa melalui Ular. Fakta bahwa Ular dapat mencobai Hawa menunjukkan kehadiran si jahat (meskipun manusia belum jatuh ke dalam dosa). Namun demikian tetap menjadi teka-teki dari mana asalnya dosa, ini merupakan salah satu misteri dalam kehidupan. Meskipun Ular yang berbicara, sebenarnya Setan yang menjadi perancang dari pencobaan itu. Kemungkinan besar oleh karena ia “cerdik” (“pandai,” Mat. 10:16). Ular melawan kemuliaan Allah dan berusaha untuk merusak persekutuan manusia dengan Allah dan penguasaan manusia atas ciptaan Allah. Setan, melalui Ular, membangkitkan keraguan atas perkataan Allah (Kej. 3:1); ia berbohong dengan mengatakan bahwa manusia tidak akan mati (Kej. 3:4), mengekspresikannya dengan istilah yang kuat, “kamu pasti tidak akan mati.”

Penghakiman atas Adam berarti bahwa ia akan bekerja dengan susah payah; tanah akan melawan dia. Berita yang tragis menunggu Adam: kematian akan muncul. Adan dan Hawa akan mati baik secara fisik maupun secara spiritual.

JANJI PENEBUSAN
Kejadian 3:15 merupakan protevangelium, pemberitaan tentang Injil di kitab suci. Ini menunjuk kepada kemenangan Kristus atas Setan di kayu Salib (Kol. 2:14-15; Ibr. 2:14) pada saat itu Kristus akan menunjukkan ketidakberdayaan setan, dan memampukan manusia untuk selamanya dipulihkan hubungannya dengan Allah, dan memungkinkan manusia akhirnya sebagai yang berdaulat. Setan akan mendapatkan sedikit kemenangan (“kamu akan melukai tumitnya”), menunjukkan kematian Kristus, namun demikian kematian itu akan membuat kekalahan Setan.

Meskipun Adam kehilangan cukup besar berkaitan dengan otoritas dalam memerintah kerajaannya sebagai pengantara Allah, Kejadian 3:15 melihat pada masa yang akan datang pada waktu kerajaan Mesianik akan dimulai, serta memulihkan apa yang telah dihilangkan oleh Adam.

Beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan penyataan Allah pada teologi Era Edenik:
1). Allah menyatakan diri-Nya sendiri sebagai yang mahakuasa dan berdaulat atas penciptaan alam semesta dan dunia.
2). Allah yang kudus, menuntut ketaatan untuk dapat bersekutu dengan Dia.
3). Allah adalah Allah dari anugerah, seperti yang dimanifestasikan melalui janji seorang Juruselamat.
4). Manusia adalah puncak dari ciptaan Allah, diciptakan segambar dan serupa dengan Allah untuk bersekutu dengan Allah dan untuk memerintah atas ciptaan Allah.
5). Manusia adalah makhluk yang bertanggung-jawab kepada Allah yang kudus. Manusia ditetapkan berdosa melalui dosa Adam.
6). Allah berinisiatif untuk memberikan program penebusan dengan menjanjikan seorang Juruselamat kepada Adam dan Hawa. Janji menantikan kemenangan terakhir dari Mesias atas Setan itu, menyediakan dasar bagi yang dipulihkan.















TEOLOGI ERA NUH

ORANG KANAAN DAN ORANG SET
Periode Nuh memperlihatkan degradasi dan kemerosotan umat manusia. Masa ini ditandai dengan pemisahan antara gadis keturunan Set yang saleh dengan garis keturunan Kain yang tidak saleh; dua cabang yang berbeda dari umat manusia sedang berlangsung.

Kejadian 5 menelusuri keturunan Set yang terpisah dari keturunan Kain. Garis keturunan Set mewakili garis keturunan orang-orang saleh, sedangkan keturunan Kain mewakili garis keturunan orang-orang yang tidak saleh.

AIR BAH
Nuh, sebagai mediator pemerintahan kerajaan Allah, berdiri sendiri sebagai manusia yang benar di tengah dunia yang berdosa (Kej. 6:9-11). Nuh berlaku benar terhadap manusia dan Allah: ia adalah benar (Ibrani zedek), dilihat dari sudut pandang manusia, dan ia tanpa cacat cela (Ibrani tamim), dilihat dari sudut pandang Allah (6:9). Kontras antara Nuh dan dunia itu sangat nyata: Nuh adalah benar sedangkan bumi telah tercemar; Nuh berjalan dengan Allah sedangkan bumi penuh dengan kejahatan.

W. E. Vine, Merrill F. Unger, William White, Jr juga memberikan komentar tentang penggunaan kata tâmîym sebagai berikut: tâmîm (~ymiîT'), “sempurna, tak bercela, ketulusan, seluruh, utuh, lengkap, penuh.” Kata tâmîm muncul berkaitan dengan makna korban persembahan. Tâmîm berarti “lengkap” dalam pengertian keseluruhan atau kepenuhan: “Kemudian dari korban keselamatan itu ia harus mempersembahkan lemaknya sebagai korban api-apian bagi Tuhan, yakni segenap ekornya yang berlemak yang harus dipotong dekat pada tulang belakang . . . (Imamat 3:9). Tâmîm dapat juga berarti tidak perlu diragukan lagi atau lepas dari keberatan dalam Yesaya 32:4 perkataan-Nya menunjukkan pekerjaanNya: “perbuatan-Nya adalah sempurna.” Umat Tuhan harus menghindari praktek penyembahan berhala dari orang Kanaan. Mereka harus hidup dengan tidak bercela (sempurna) dihadapan Tuhan Allahmu (Ulangan 18:13). Digunakan dalam konteks untuk menerangkan bahwa (kesempurnaan) harus memenuhi semua persyaratan dari hukum Tuhan (bnd. Mazmur 18:23). Kata ini juga menunjukkan korban yang harus dipersembahkan kepada Tuhan (15 kali). Itu berarti korban harus yang tak bercacat cela (Imamat 22:18-21) dimana “cacat cela”nya adalah dilihat dari sudut pandang Tuhan: “maka supaya TUHAN berkenan akan kamu, haruslah persembahan itu tidak bercela dari lembu jantan, domba atau kambing (Imamat 22:19). Dalam beberapa konteks lain karena ini memiliki latar belakang yang lebih luas. Ketika korban (bakaran) itu sudah dinyatakan berkenan, maka tidak ada tampilan luar atau bagian dalamnya yang menjijikkan untuk Tuhan “… Nuh tidak berbuat salah, dan dia satu-satunya orang yang baik pada zamannya. Ia hidup akrab dengan Allah. ” (Kej. 6:9). Kata ini menunjukkan hubungan sepenuhnya antara Nuh dan Tuhan. Dalam Hakim-Hakim 9:16, dimana tâmîm dijelaskan sebagai “suatu hubungan antar sesama manusia yang lebih dari sekedar perbuatan yang kelihatan diluar: “Maka sekarang, jika kamu berlaku setia dan tulus ikhlas (literal, “sikap tulus hati/bersungguh-sungguh’) dengan membuat Abimelekh menjadi raja …” Konotasi yang meluas ini juga mewarnai seperti yang terdapat dalam Kejadian 17:1 yang berkaitan dengan Roma 4. Dimana Paulus menyatakan bahwa Abraham memenuhi persyaratan Tuhan tetapi ia melakukannya hanya melalui iman. Kata sifat yang lain, Tam, muncul 15 kali. Dengan akar kata yang sama dari Ugaritic. Kata ini juga berarti lengkap atau sempurna (Kid. 5:2), dapat dipercaya atau bermanfaat (Kej. 25:27) dan lengkap, secara moral tidak bersalah, dan berintegritas (Ayub 1:8).

KOVENAN NUH
Tindakan pertama Nuh setelah peristiwa Air Bah adalah membangun mezbah dan beribadah kepada Tuhan (Kej. 8:20). Ini merupakan catatan pertama di Perjanjian Lama tentang ibadah kepada Tuhan melalui korban penumpahan darah di atas mezbah. Persembahan korban bakaran kemudian dinyatakan sebagai korban persembahan (Im. 1:1-7).
Kovenan Nuh memberikan prinsip-prinsip untuk manusia sebagai penguasa kerajaan Allah di atas bumi: (1) Allah membuat provisi untuk penyebaran umat Allah (9:1) tidak lagi muncul; hal itu tidak berlaku lagi karena dosa. (2) Ketakutan kepada manusia diberikan kepada binatang (Kej. 9:2). (3) Provisi untuk memelihara kehidupan manusia (Kej. 9:3-4). Manusia tidak lagi harus menjadi pemakan sayur-sayuran; melainkan juga daging untuk dimakan. Namun darah tidak boleh dimakan karena mewakili kehidupan (lih. Im. 17:14). (4) Provisi untuk melindungi kehidupan manusia (Kej. 9:5-6). Sebagai administrator kerajaan Allah, Nuh harus menjaga kekudusan hidup manusia. (5) Allah berjanji tidak akan lagi mengirimkan air bah yang akan membinasakan seluruh umat manusia (Kej. 9:11).

BERKAT SEM
Bersamaan dengan penghakiman Allah akan dunia yang berdosa ini dengan Air Bah, berkat yang akan datang bagi semua orang pun diumumkan. Berkat itu akan bersumber dari kovenan Allah, Yahweh, dengan umat perjanjian-Nya, yaitu keturunan Sem. Allah sekarang mewahyukan bahwa Ia akan melaksanakan program kerajaan-Nya melalui garis keturunan Sem, yaitu bangsa Ibrani.

MENARA BABEL
Ketransedenan dan keimanenan Tuhan sangatlah jelas (Kej. 11:7). Ia yang jauh “turun” untuk melihat apa yang sedang dikerjakan oleh orang-orang itu. Allah Tritunggal secara implisit tersirat dalam pernyataan itu “Baiklah Kita turun.”
Dosa orang-orang itu adalah: (1) Mereka memberontak melawan perintah Allah yang eksplisit (Kej. 9:1); (2) Mereka berusaha mencari kemuliaan mereka sendiri bukannya kemuliaan Tuhan. Mereka mendelekrasikan, “mari kita membuat untuk kita sendiri (Kej. 11:3-4). (3) Mereka mau membuat nama untuk mereka sendiri (Kej. 11:4). Mereka mau membangun sebuah menara yang akan memberikan kemuliaan bagi mereka sendiri; (4) Mereka ingin menghindari penyebaran oleh karena itu mereka membangun menara yang akan menjadi titik temu supaya mereka tidak tercerai berai. Mereka ingin membangun kerajaan mereka sendiri bukannya kerajaan Allah.
Melalui pengacaubalauan bahasa, Allah mencapai tujuan-Nya. Bangsa itu terserak dan menggenapi perintah-Nya (Kej. 9:1) dengan memenuhi bumi.
Sepanjang periode Nuh, Allah mewahyukan diri-Nya kepada umat-Nya: (1) Ia adalah Allah yang benar, yang menuntut ketaatan pada perintah-Nya, (2) Allah tidak mengabaikan dosa, (3) Allah adalah transenden dan imanen. Allah yang “tidak sama dan terpisah dengan ciptaan-Nya” juga merupakan Allah yang berkomunikasi dengan umat manusia, (4) Allah menerima penyembahan dari umat-Nya. Persembahan kurban dengan penumpahan darah pertama kali disebutkan pada zaman ini, (5) Allah adalah Allah yang berdaulat; kehendak-Nya selalu akan terjadi, (6) Allah akan memberkati orang Ibrani dan pada akhir semua bangsa di dunia melalui keturunan Sem, sebagai garis keturunan Mesianik. Kerajaan itu diantisifasi melalui Sem.



























TEOLOGIA PATRIAKH
Konsep kerajaan menjadi lebih jelas di Kejadian 12. Pasal ini menandai suatu perubahan dalam Allah berhadapan dengan manusia. Pada pasal-passal sebelumnya dari Kejadian, Allah berhubungan secara umum dengan umat manusia. Sehubungan dengan keberdosaan umat manusia yang sudah terjadi, Allah sekarang bertindak untuk memberkati dan menebus umat manusia yang telah jatuh dengan melakukannya melalui bangsa tertentu. Abraham menjadi pusat figure dimana melaluinya Allah akan bertindak. Ia menjanjikan suatu berkat bagi Abraham dan keturunannya yang akan melahirkan seorang Mesias dengan berkat bagi orang Ibrani dan bangsa-bangsa di dunia dalam Kerajaan milenial.

KOVENAN ABRAHAM

NATUR KOVENAN
Allah menentukan untuk memilih bangsa tertentu bagi diri-Nya di mana melalui bangsa itu Allah akan memberkati semua bangsa. Kovenan Abraham adalah penting untuk mendapatkan pengertian yang tepat tentang konsep Kerajaan dan merupakan dasar dari Teologi PL. (1). Kovenan Abraham dijelaskan di Kejadian 12:1-3 dan merupakan Kovenan tak bersyarat. Tidak ada persayaratan yang melekat pada Kovenan itu (tidak ada kata ”jika” yang menunjukkan bahwa penggenapan kovenan itu bergantung pada manusia). (2). Kovenan itu juga merupakan kovenan literal di mana janji-janji itu harus dimengerti secara harfiah. Tanah yang dijanjikan itu harus dimengerti secara harfiah atau dengan penafsiran yang normal, dengan kata lain tanah itu tidak menggambarkan surga. (3). Kovenan itu juga merupakan kovenan yang kekal. Janji-janji yang Allah buat dengan Israel adalah kekal.

GAMBARAN DARI KOVENAN
Ada tiga segi dalam Kovenan Abraham
Tanah perjanjian (Kej 12:1). Allah memanggil Abraham keluar dari Ur Kasdim ke tanah yang akan Ia berikan kepadanya (Kej 12:1). Janji ini diulang lagi di Kejadian 13:14-18, yang dikonfirmasikan dengan suatu kovenan kasut, dimensi kovenan itu diberikan di Kejadian 15:18-21 (menghindari semua anggapan bahwa hal ini baru akan digenapi di surga). Aspek tanah perjanjian dalam Kovenan Abraham lebih jauh dijelaskan lagi di Ulangan 30:1-10, yang adalah Kovenan Palestina.
Perjanjian Keturunan (Kej 12:2). Allah menjanjikan Abraham melaluinya Ia akan membuat bangsa yang besar. Abraham, yang telah berumur 75 tahun pada waktu itu, tidak memiliki anak (Kej. 12:4). Ia dijanjikan akan memiliki keturunan yang sangat banyak. Janji ini diperjelas di Kejadian 17:6 di mana Allah berjanji bangsa-bangsa dan raja-raja akan berhasil dari era Patriakh. Janji ini (dijelaskan lebih jauh di Kovenan Daud di 2Samuel 7:12-16) akan terjadi pada garis keturunan kerjaan Daud di mana kerajaan Mesias akan memerintah atas bangsa Ibrani.
Perjanjian berkat dan penebusan (Kej. 12:3). Allah berjanji melalui Abraham untuk memberkati Abraham dan keluarganya di bumi ini. Janji ini dipertegas di PB (Yer. 31:31-34, lihat Ibr. 8:6-13) dan janji ini berkaitan dengan berkat rohani dan penebusan Israel. Yeremia 31:34 mengantisipasi pengampunan dosa yang dijanjikan itu.
Natur Kovenan tanpa syarat dan kekal itu terlihat pada waktu Kovenan itu ditegaskan kembali pada Ishak (Kej. 21:12, 26:3-4). Janji-janji “Aku akan” menunjukkan aspek tanpa syarat dari Kovenan itu. Kovenan itu kemudian dikonfirmasikan pada Yakub (Kej. 28:14-15). Perlu diperhatikan bahwa penegasan Allah yang berulang-ulang atas janji-janji itu menunjukkan pengakuan Allah atas dosa-dosa para Patriakh. Fakta itu menekankan lebih lanjut tentang natur tanpa syaratnya dari Kovenan Abraham.
Metode Allah menggenapi Kovenan Abraham adalah harfiah, sebagaimana Allah menggenapi sebagian dari Kovenan itu dalam sejarah. Allah memberkati Abraham dengan memberikan ia tanah (Kej. 13:14-17); Allah memberkatinya secara rohani (Kej. 13:8, 14:22, 23; 21:22); Allah memberikannya banyak keturunan (Kej. 22:17; 49:3-28).
Unsur penting dari Kovenan Abraham adalah penggenapan dimasa yang akan datang di mana kerajaan Mesias akan berkuasa. (1). Israel sebagai sebuah Negara akan memiliki tanah itu di masa yang akan datang. Banyak bagian PL mengantisipasi berkat di masa yang akan datang bagi Israel dan kepemilikan tanah sebagaimana yang dijanjikan kepada Abraham. Yehezkiel menerima visi untuk masa depan pada waktu Israel akan dipulihkan kembali ke tanah itu (Yeh. 20:33-37, 40-42; 36:1-37:28). (2). Israel sebagai suatu bangsa akan bertobat, diampuni dan dipulihkan (Rm. 11:25-27). (3). Israel akan bertobat dan menerima pengampunan dari Allah pada masa yang akan datang (Za. 12:10-14). Kovenan Abraham akan digenapi sepenuhnya dalam hubungan dengan kedatangan Mesias kembali untuk membebaskan dan memberkati umat-Nya Israel. Hal itu terjadi melalui bangsa Israel bahwa Allah menjanjikannya di Kejadian 12:1-3 untuk memberkati bangsa-bangsa di dunia. Puncak berkat itu adalah pengampunan dosa dan kerajaan Mesias yang mulia akan memerintah di atas bumi.

RINGKASAN
Wahyu progresif Allah dapat dilihat selama era Abraham. Allah bertindak untuk menyelesaikan masalah dosa yang telah masuk ke tengah umat manusia. Allah sekarang tidak lagi berhubungan dengan umat manusia secara umum seperti sebelumnya. Allah mulai bekerja dengan pribadi lepas pribadi. Ia berhubungan dengan Abraham secara pribadi, di mana melaluinya Ia akan memanggil keluar bangsa tertentu. Dan melalui bangsa ini Allah akan memberkati semua bangsa di dunia serta melalui bangsa ini Allah akan memberkati semuanya bangsa di dunia serta melalui bangsa ini yaitu Israel Mesias akan datang dan mendirikan kerajaan-Nya. Jadi, janji Allah berupa berkat melalui keturunan Abraham adalah suatu berkat yang mana pengampunan dosa kemudian termasuk di dalamnya (Yer. 31:34).









TEOLOGI ERA MUSA
Allah memimpin Israel yang telah ditebus turun ke Sinai di mana Ia membuat kovenan dengan bangsa itu. Ia menetapkan untuk memisahkan orang Israel sebagai bangsa yang dikhususkan untuk diri-Nya sendiri. Israel menjadi mediator Allah dalam kerajaan teokrasi Allah di atas bumi melalui Kovenan Musa. Allah masuk pada perjanjian bersyarat, yaitu Kovenan Musa, dengan Israel. Persyaratan kovenan itu kemudian diajukan kepada bangsa itu, mereka berkewajiban untuk menaati raja itu. Apabila mereka menaati Dia, maka mereka akan menerima berkat, apabila mereka tidak taat kepada Dia, maka mereka akan menerima penghukuman. Perjanjian itu dikenal sebagai Kovenan Musa yang terjadi antara TUHAN dengan bangsa Israel.

MEDIATOR BANGSA-BANGSA
Allah berjanji akan membuat Israel “imamat yang rajani dan suatu bangsa yang kudus” (Kel. 19:6). Bangsa itu dikhususkan bagi Tuhan untuk menjadi mediator kebenaran-Nya kepada bangsa lain. Ini merupakan perintah bagi seorang utusan. Seorang imam adalah seorang mediator, mewakili umat Allah, dalam pengertian semua bangsa Israel harus menjadi mediator antara kerajaan Allah dengan semua bangsa di dunia. Israel merupakan imamat yang bersifat universal. Mereka adalah mediator-mediator anugerah Allah bagi bangsa-bangsa di dunia sebagaimana yang dinyatakan kepada Abraham “semua bangsa dibumi akan diberkati.” Israel sebagai bangsa harus menjadi terang spiritual bagi bangsa-bangsa di dunia. Israel gagal, tetapi Mesias pada akhirnya akan memproklamirkan terang Allah bagi bangsa-bangsa melalui pendirian kerajaan seribu tahun (Yes 42:6, 49:6; 51:4, 60:1,3).


KONSTITUSI BANGSA
Hukum Moral
Hukum moral ditemukan pada prinsipnya di sepuluh Hukum (Kel. 20:2-17; Ul. 5:6-21), meskipun tidak terbatas pada hukum-hukum itu saja. Kesepuluh Hukum itu didaftarkan dalam dua kategori, hubungan manusia dengan Allah, meliputi empat hukum yang pertama (Kel 20:2-11) dan hubungan manusia dengan manusia, meliputi enam hukum yang terakhir (Kel. 20:12-17). Hukum moral mulai dengan pernyataan, “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau, keluar dari tanah mesir (Kel. 20:2), oleh sebab itu “standart moral untuk memutuskan apa yang benar dan salah, baik dan jahat, ditetapkan berdasarkan kekudusan dari karakter Yahweh yang tanpa salah dan tidak bergeser yaitu Allah orang Israel.

Hukum Sipil
Hukum sipil meliputi banyak hukum yang muncul di Keluaran 21:1-24:18, demikian pula di Imamat dan Ulangan. Hukum-hukum ini mencerminkan kepedulian sosial di mana orang Israel akan hidup dengan kepedulian yang benar terhadap sesamanya dalam kerajaan mediatorial ini. Hukum-hukum itu memberikan referensi untuk budak, mencelakakan orang lain, hak kepemilikian, penindasan kepada janda dan yatim piatu, peminjaman uang, dan kepedulian-kepedulian yang lain.

Hukum Seremonial
Dijelaskan di Keluaran 25:1-40:38 (demikian pula di imamat dan Bilangan), meliputi tabernakel, pakaian, dan fungsi dari imam-imam, dan korban-korban serta persembahan.

IBADAH BANGSA
Pada waktu Allah memilih suatu bangsa bagi diri-Nya juga memberikan cara bagaimana bangsa itu dapat bertemu dengan TUHAN; jadi Dia memberikan ibadah tabernakel di mana Israel dapat menghadap Allah yang kudus. Di tempat itu TUHAN akan bertemu dengan Isral (Kel. 25:22; 29:42, 43; 30:6, 36).
TUHAN memanggil Israel untuk membangun tabernakel. (1) Hal itu merupakan pemberian jalan untuk Allah tinggal di tengah bangsa itu (Kel. 25:8). (2) Hal itu memberikan jalan untuk Allah menyatakan kemuliaan-Nya (Kel. 40:34, 35). (3) Hal itu memberikan jalan bagi bangsa yang berdosa untuk menghadap Allah yang kudus karena itu merupakan pusat ibadah pengorbanan (Im. 17:11). (4) Hal itu merupakan peringatan terhadap orang berdosa untuk berhenti berbuat dosa. (5) Hal itu mengantisipasi (menunjuk) penebusan dalam Kristus (Ibr. 8:5).
Tabernakel itu dibagi menjadi dua ruangan, Ruang Kudus dan Ruang yang Maha Kudus. Allah menginstruksikan Israel untuk menempatkan kotak dari kayu, yang disebut tabut perjanjian, ditempat yang Maha Kudus, dan menutupi tabut perjanjian itu dengan kursi kemurahan. Di sini Allah tinggal dengan bangsa-Nya (Kel. 25:22). Pada pintu masuk ke halaman tabernakel ada mezbah korban bakaran dimana imam setiap hari mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan (Kel. 29:38). Ini merupakan peringatan bagi bangsa itu bahwa dituntut darah untuk menghadap TUHAN. Para imam, yang berasal dari suku Lewi, dikhususkan sebagai mediator antara bangsa itu dengan Allah yang kudus. Mereka melayani di tempat peribadahan tabernakel. Keseluruhan sistem penyembahan tabernakel merupakan peringatan akan kemahakudusan Allah; hal itu memperingati bangsa itu bahwa seorang mediator harus ada menghadap Allah.

KOVENAN PALESTINA
Kitab Bilangan mengantisipasi kepemilikan tanah oleh Israel. Bangsa ini mengembara melalui padang belantara dan sampai ke bagian timur Laut Mati dalam penantian memiliki anak itu. Ini adalah penekanan penting dari kitab itu karena “Enam puluh sembilan kali penulis kitab Bilangan mengulangi ikrar bahwa Israel pada suatu hari akan ‘memiliki’ dan ‘mewarisi’ tanah yang dijanjikan kepadanya.” TUHAN mengulangi natur persyaratan dari Kovenan dengan mengutip keharusan ketaatan untuk mendapat berkat (Ul. 28:1-14) dan mengutip penghukuman atas ketidaktaatan (Ul. 28:15-68).

Natur Kovenan
Natur kovenan Palestina adalah sebagai berikut: “(1) Bangsa itu akan diangkat dari tanah itu karena ketidaksetiaannya (Ul. 30:1-3); (2) Akan ada pertobatan dikemudian hari dari Israel (Ul. 28:63-68); (3) Mesias mereka akan kembali (Ul. 30:3-6); (4) Israel akan dipulihkan kembali dari tanah itu (Ul. 30:5); (5) Israel akan sebagai sebuah bangsa (Ul. 30:4-8; Rm. 11:26-27); (6) Para musuhnya akan dihakimi (Ul. 30:7); (7) Bangsa itu akan kemudian menerima berkatnya secara penuh (Ul. 30:9).
Kovenan Palestin adalah penting sejauh hal itu menegaskan kembali kepemilikan Israel akan tanah itu. Janji dari kovenan Palestina tidak dibatalkan oleh karena Kovenan Musa yang bersyarat. Kovenan Palestina diberikan sebagai Kovenan kekal (Yeh. 16:60) oleh karena hal itu adalah bagian dari Kovenan Abraham yang tanpa syarat dan suatu penjelasan akan hal itu.

Penggenapan Kovenan
Studi atas Ulangan 28-30 memperlihatkan bahwa Allah memprediksi kemurtadan Israel dan penyebaran dibawah Asyur, Babel dan Roma sebelum mendiami tanah itu. Sebelum Kovenan Palestina digenapi, Israel harus terlebih dahulu bertobat dan sampai pada pengenalan akan Mesias (Za. 12:10-14), maka mereka akan dikumpulkan kembali dari tengah bangsa-bangsa ditanah, dimana orang-orang telah tinggal selama ribuan tahun. Jadi, Kovenan Palestian adalah tentang masa depan, yaitu suatu peristiwa eskatologis yang akan digenapi di tanah Israel yang sebenarnya dalam kerajaan Millenial.

RINGKASAN
Ibadah Musa memberikan tambahan wahyu berkaitan dengan Allah. (1) Allah adalah kudus; Ia tidak dapat didekati tanpa seorang mediator. Kekudusan Allah juga dapat dilihat dalam tuntutan-Nya akan moral yang benar dari umat-Nya, oleh karena itu Ia memberikan mereka kode moral yang mereka jalani dalam kehidupan mereka. (2) Allah adalah imanen; hal itu diperlihatkan melalui perhatian pada umat-Nya dan tinggal bersama mereka. (3) Darah penting dalam beribadah kepada Allah yang kudus. Darah harus ada sebagai penebusan dari murka Allah karena dosa, dan tanpa darah adalah tidak mungkin menghadap Allah. (4) Pekerjaan mediator dalam keimaman orang Lewi menunjuk pada Mediator yang akan sekali untuk selamanya merekonsiliasi manusia yang berdosa dengan Allah yang kudus. (5) Allah telah membuat Kovenan dengan bangsa yang khusus, Israel. Di era PL Allah memerintah atas Israel dikerajaan mediator melalui mediator-mediator yang dipilih-Nya.



TEOLOGI ERA MONARKHI
Dalam janji Allah semula kepada Abraham, Ia berjanji untuk memberkati para patriakh dengan memberikan keturunan yang banyak jumlahnya. Allah berjanji untuk memberikan Abraham nama besar dan membuat dia menjadi berkat melalui keturunannya. Ini merupakan janji berkaitan dengan keturunan di Kejadian 12:2 yang ditegaskan di kovenan Daud di 2 Samuel 7:12-16. Allah menjanjikan Daud bahwa ia akan memiliki seorang anak, Salomo, yang akan mendirikan kerajaannya; lebih dari itu, garis keturunan Daud akan berlangsung terus, dan pada akhirnya melahirkan kerajaan yang diperintah oleh Mesias yang akan memiliki kerajaan politik, pemerintahan di bumi yang akan berlangsung selama-lamanya.

KOVENAN DAUD
Konsep kerajaan mencapai titik akhirnya di kovenan Daud, yang memprediksikan pemerintah milenial dari Anak Daud yang agung, Sang Mesias.

NATUR KOVENAN
Di 2 Samuel 7 Allah berjanji kepada Daud sebagai berikut: (1) Daud akan memiliki seorang anak, yang akan lahir, yang akan mengantikan dia dan mengokohkan kerajaannya. (2) Anak itu, yaitu Salomo akan membangun bait Allah bukan Daud. (3) Tahta kerajaan itu akan berlangsung selama-lamanya. (4) Tahta kerajaan itu akan direbut dari Salomo, meskipun dosanya layak untuk mendapatkan hukuman. (5) Rumah, tahta, dan kerajaan Daud akan berdiri selama-lamanya.
Salomo, anak Daud, akan bertahta dalam kerajaan Israel, dan Allah berjanji bahwa berkat di kovenan Daud akan berlangsung terus melalui Salomo. Esensi dari kovenan Daud diberikan di 2 Samuel 7:16 dan berisi tiga unsur penting. (1) Rumah. Hal itu menunjuk ada dinasti kerajaan Daud; Allah menjanjikan Daud suatu keturunan raja Daud yang berlangsung terus-menerus. Janji ini memvertifikasi bahwa garis keturunan Daud tidak akan dipunahkan tetapi akan dilahirkan dalam Mesias yang akan memerintah dunia. (2) Kerajaan. Kata kerajaan menyangkut suatu bangsa dan penguasaan atas siapa raja itu dalam pemerintahannya. (3) Selama-lamanya. Selama-lamanya menekankan bahwa hak untuk memerintah tidak akan diambil dari keluarga Daud; lebih dari itu, keturunan Daud tidak akan pernah berhenti memerintah atas Israel.

PENGGENAPAN KOVENAN
Natur dari penggenapan terakhir kovenan dapat dimengerti dengan memperlajari penggenapan inisial dari janji kepada Daud. Takhta Salomo adalah harfiah, takhta secara politik; oleh karena itu, penggenpan terakhir melalui Mesias juga akan harfiah dan politis (demikian pula spiritual). Allah menyatakan kembali penggenapan di masa yang akan datang dari penggenapan kovenan Daud kepada Daud di Mazmur 89. Allah berjanji dengan sumpah kepada Daud bahwa garis keturunannya akan berlangsung selama-lamanya dan bahwa Daud akan memiliki keturunan yang memerintah atas raja-raja dunia ini (Mzm. 89:3-4, 27-29, 33-37)
Mazmur-mazmur lain mengantisipasi pendirian kerajaan Mesianik. Mazmur 110, dinyatakan sebagai “Mazmur mesianik murni”, yang mengantisipasi Mesias yang akan menaklukkan bangsa-bangsa di dunia kepada diri-Nya. Mazmur itu mengantisipasi penghakimannya atas raja-raja dunia (110:5-6) dan pemerintahan-Nya melalui penaklukan-Nya (110:2). Hal itu mencerminkan musuh-musuh yang akan dikalahkan (110:1) Mazmur 2 memiliki penekanan yang serupa. Bukanya pemberontak dari bangsa-bangsa yang tidak percaya, Yahweh malahan menempatkan Mesias di Sion, gunung kudus di Yerusalem, dari mana Ia akan memerintah dunia ini.
Para nabi PL juga mengharapkan penggenapan harfiah dari kovenan Daud melalui Mesias. Mereka menyatakan kembali janji-janji dari penggenapan di masa yang akan datang tanpa memperhitungkan dosa dan kemurtadan Israel (menunjukkan natur tanpa syarat dari kovenan itu). Nubuat Yesaya tentang Anak yang akan diberikan yang akan memerintah di takhta Daud (Yes 9:6-7); ia berbicara tentang keadilan dari pemerintahan kerajaan Mesias (Yes 11:4-5). Yeremia menggambarkannya sebagai suatu hari ketenangan di mana suatu “cabang Daud yang benar” akan menjalankan keadilan dan kebenaran di bumi” (Yer. 33:15). Yeremia menjanjikan kesinambungan garis keturunan Daud yang memampukan Mesias, keturunan Daud, menggenapi janji ini (Yer. 33:15-17; lihat juga 23:5-6; 30:8-9). Yehezkiel juga mengantisipasi penggenapan kovenan Daud di mana Daud (sebutan dari Mesias) akan memerintah atas mereka (Yeh. 37:24-28). Hal ini penting untuk diperhatikan bahwa nubuat sekarang berada dipembuangan di Babel oleh karena dosanya. Hosea juga menegaskan kembali kovenan itu (Hos. 3:4-5), demikian pula Amos (Am. 9:11) dan Zakharia (Za. 14:4,9)
Jadi PL memproklamirkan sebuah kerajaan didirikan di bumi oleh Mesias, Anak Daud, sebagai ahli waris kovenan Daud. Orang Yahudi berharap kerajaan seperti itu oleh karena mereka mengambil secara harfiah perkataan Allah, yang secara tegas dan berulang kali mengkonfirmasikan pengharapan-pengharapan dan janji-janji dari kovenan dengan Daud.

RINGKASAN
Meskipun PL sejauh ini telah cukup menekankan keterpisahan manusia dengan Allah karena dosa, era monarkhi telah mewahyukan bahwa Allah pada akhirnya akan bertindak untuk memulihkan manusia dari perbudakan dosa. Ia akan melakukannya melalui Mesias, keturunan Daud. Allah pada akhirnya akan memberikan Mesias kerajaan politik dan spiritual di dunia atas Israel dan atas bangsa-bangsa, di mana Mesias itu akan memerintah dengan benar.
















TEOLOGI ERA PARA NABI

TEOLOGIA ERA PARA NABI
Para nabi di Israel memegang peran penting untuk mendeklarasikan masa depan, berkat-berkat bagi kerajaan Israel berkaitan dengan janji semula yang diberikan kepada Abraham di kejadian 12:1-3 dan dijelaskan lebih jauh di bawah kovenan Palestina (Ul. 30:1-10) dan kovenan Daud (2Sam. 7:12-16).
Pekerjaan seorang nabi dijelaskan di Ulangan 18:15-18 dan langsung mengantisipasi nabi besar, yaitu Mesias, kepada siapa orang akan mendengarkan (Ul. 18:8). Ada beberapa istilah berbeda yang digunakan untuk menjelaskan seorang nabi. Istilah bahasa Ibrani untuk nabhi artinya adalah jurubicara atau seorang pembicara dan menunjuk pada “seorang yang dipanggil untuk memproklamasikan sebagai pembuka bagi berita dari Allah sendiri.” Istilah Ibrani kedua menjelaskan nabi itu adalah roeh, yang berarti “melihat” (1Sam. 9:9); ini merupakan kata yang lebih terdahulu untuk nabi dan pada dasarnya mirip dengan nabhi. Roeh merupakan istilah popular yang biasa dipakai, sedangkan nabhi merupakan istilah teknis. Istilah Ibrani ketiga, seer, artinya “melihat atau lihatlah”, dan ini juga mirip dengan roeh. Ketiga istilah itu digunakan di 1 Tawarikh 29:29, yang mengusulkan bahwa ketiganya memiliki arti yang sama.
Fungsi dari nabi PL adalah sebagai administrator dari kerajaan teokrasi untuk membawa Israel kembali pada hukum Musa, di mana orang Israel terikat pada Tuhan dalam kovenan antara Tuan dengan hamba-Nya. Hukum Musa merupakan kovenan bersyarat di mana Allah menjanjikann akan memberkati Israel apabila mereka menaati Dia. Apabila mereka tidak menaati Dia, Dia akan menghukum mereka. Fungsi lain (di antara lainnya) dari seorang nabi adalah untuk memproklamirkan apa yang akan terjadi. Kulminasi dari berita tentang apa yang akan terjadi ini berbicara tentang masa depan Israel di bawah pemerintahan kerajaan Mesias.

PENGHARAPAN PADA SEORANG HAMBA YESAYA
Kitab Yesaya seringkali dianggap sebagai surat Rimanya PL. Nabi Yesaya memberikan gambaran kerajaan dari Mesias, melalui siapa Allah akan membawa terang bagi bangsa-bangsa, menebus Israel, menyediakan pengampunan, dan membawa berkat universal bagi bumi dalam kerajaan milenial.
Nubuat Yesaya tumpang tindih dengan pengumuman tentang penundaan penghakiman dan berkat masa yang akan datang. Berkat-berkat pada masa yang akan datang ini ditentukan pada hari di mana Israel akan bertobat atas dosa-dosa mereka dan menikmati berkat-berkat pemulihan pada tanah dalam kerajaan Mesias. Dasar bago teolog Yesaya adalah pangggilannya yang dijelaskan di Yesaya 6. Dalam panampakan Ilahi ini Yesaya melihat kemulian Tuhan di tahta dan dikelilingi oleh seraphim. Yesaya juga mengingatkan kekudusan Allah (Yes 6:3). Bangsa Israel akan kudus bagi Tuhan dankemuliaan Allah akan memenuhi bumi.
Yesaya secara tidak biasa menjelaskan secara deskriptif kerajaan Mesias yang akan datang, yang akan menjadi berkat bagi Israel dan bangsa-bangsa. Nabi itu menunjuk Mesias sebagai “Ranting dari Tuhan” (Yes 4:2). Mesias akan lahir dari garis keturunan Daud dan membawa berkata bagi seluruh bumi. Mesias juga akan menjadi Imanuel, “Allah berserta kita”, oleh karena Ia menunjukkan karya Allah dan menyampaikan perkataan Allah.
Yesaya menjabarkan Dia sebagai “anak yang lahir” dan “putra yang diberikan”, yang pertama menunjukkan kemanusian-Nya sedang yang terakhir menunjukkan keilahian-Nya (Yes 9:6). Sebutan Yesaya akan Mesias juga menekankan keilahian-Nya “Penasihat Ajaib” (lihat 28:29), “Allah yang perkasa” dan Bapa yang kekal” (Yes 9:6).
Yesaya menekankan bahwa Mesias bukan hanya akan membawa berkat bagi Israel, tetapi juga bagi bangsa-bangsa di dunia. Daerah Galilea yang dihina, dikenalkan sebagai “Galilea orang kafir”, akan menjadi mulia karena kehadiran Mesias (Yes. 9:1-2; lihat juga 42:6; 49:6). Tetapi Mesias juga ditetapkan untuk memerintah. Sebagai keturunan Daud, Ia akan melaksanakan pemerintahan atas bumi pada kerajaan yang akan datang (Yes 11:1-5). Tetapi pemerintahan-Nya diawali dengan penghakiman atas bangsa-bangsa di dunia (Yes 24:1-23). Pada waktu itu Mesias akan memberkati Israel (Yes 14:1-2) dan bangsa-bangsa (Yes 25:8). Pada waktu kerajaan itu, bumi akan mengetahui kebenaran oleh karena Mesias, sang Guru, akan membimbing orang-orang pada kebenaran-Nya (Yes 30:20-21). Mesias akan membawa kesembuhan pada dunia (Yes 35:5-6), yaitu suatu kesembuhan yang akan efektif pada mereka yang berjalan dalam kekudusan (Yes 35:8).
Dalam mengembangkan topik-Nya tentang kemuliaan Tuhan di masa yang datang, Yesaya memperlihatkan bagaimana Allah akan membawa berkat bagi orang Israel dan bangsa-bangsa di dunia. Hal itu akan berdasar pada pengampunan dosa. Oleh karena itu, Yesaya bukan hanya berhubungan dengan Mesias yang memerintah tetapi juga dengan Mesias yang menderita, yang adalah pribadi yang sama. Mesias yang menderita , yang adalah pribadi yang sama. Mesias akan menderita kematian yang sangat hebat sebagai pengganti bagi dosa dunia (Yes. 52:13-53:12).
Teologi Yesaya memberikan pencerahan yang cukup banyak tentang metode Allah untuk membereskan dilemma dari dalam kehidupan umat manusia. Melalui Mesias, dosa akan ditebus dan kemuliaan Allah akan dimanifestasikan di atas bumi dalam kerajaan millennium yang akan datang.

ANTISIPASI DARI UMAT YANG TELAH MENGALAMI REGENERASI KOVENAN BARU
Kovenan Baru, yang telah diberitahukan sebelumnya oleh Yeremia, menjelaskan bagaimana umat Allah, Israel akan menikmati berkat kerajaan. Hal itu terjadi melalui regenerasi dari hati.

NATUR KOVENAN BARU
Nabi Yeremia mengumumkan penundaan invasi oleh Nebukadnezar dan pembuangan di Babel yang akan terjadi. Namun, Yeremia memperlihatkan hari akan datang dimana Allah akan memulihkan keberuntungan Israel dan membawa mereka kembali ke tanah (Yeremia 30:3). Hal ini akan merupakan pemulihanes katologis, oleh karena itu akandiikuti dengan masa tribulasi yang besar bagi Israel (Yer 30:7). Yeremia bernubuat tentang pembangunan kembali tembok Yerusalem pada masa yang akan datang (Yer. 30:18-24) dan penghasilan dari berkat-berkat kerajaan (Yer 31:1-12). Berkat Israel pada masa yang akan datang akan berdasar pada kovenan baru yang mana Allah akan buat dengan Israel (Yer 31:31-34). Kovenan Baru itu dibuat dengan bangsa Israel (Yer 31:31) dan akan kontras dengan kovenan Lama, kovenan Musa, yang tidak dapat menghasilkan kebenaran dalam diri bangsa itu.

Sebelas provisi kovenan baru adalah sebagai berikut:
(1) Kovenan baru itu merupakan kovenan anugerah tanpa syarat yang berdasar atas “Aku hendak” dari Allah (2) Kovenan baru merupakan kovenan kekal (3) Kovenan baru juga menjanjikan adanya pembaruan akal budi dan hati yang disebut regenerasi (4) Kovenan baru menyediakan restorasi yang berasal dari kemurahan dan berkat Allah (5) Pengampunan dosa juga termasuk dalam kovenan itu, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka. (Yer 31:34b). (6) Diamnya Roh Kudus juga termasuk di dalamnya. Hal ini dapat terlihat dari perbandingan Yeremia 31:33 dengan Yeheskiel 36:27. (7) Pelayanan pengajaran Roh Kudus akan dimanifestasikan, dan kehendak Allah akan dikenali melalui ketaatan hat (8) Sebagaimana biasanya dalam kasus Israel adalah ada pada tanah itu, ia akan diberkati secara materi seturut dengan provisi dari kovenan baru itu (9) Bait Suci akan dibangun kembali di Yerusalem, karena telah menulis Aku akan memberikan tempat kudus-Ku ditengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. Tempat kediaman-Ku pun akan ada pada mereka (Yeh. 37:26-27a). (10) Perang akan berhenti dan damai akan memerintah sesuai dengan Hosea 2:18 (11) Darah dari Tuhan Yesus Kristus adalah dasar dari semua berkat-berkat kovenan baru, karena’oleh karena darah perjanjian-Ku dengan engkau, Aku akan melepaskan orang-orang tahananmu dari lubang yang tidak berair (Za. 9:11).

PENGGENAPAN KOVENAN
Meskipun kovenan Baru dikutip di Ibran 8, hal itu tidak dapat diartikan bahwa Kovenan Baru telah digenapi dalam gereja. Di eremia 31:31 dan Ibrani 8:8 menyatakan bahwa kovenan itu dibuat dengan “orang Israel dan orang Yehuda” Kovenan itu akan digenapi pada bangsa dengan siapa kovenan itu dibuat. Waktu penggenapan dari kovenan Baru itu adalah eskatologis sebagaimana terlihat dalam konteks dari Yeremia 31. Dalam bagian Yeremia 30-33 konteksnya telah dinyatakan dalam Yeremia 30:3, di mana dinyatakan, Lihatlah, hari itu sedang datang, menunjukkan suatu konteks eskatologis (lihat Yer.31:27). Yeremia 30:7 menjabarkan periode tribulasi di masa yang akan datang, di mana sisa dari Yeremia 30adalah milenial. Nabi lain jugs menunjuk kovenan baru sebagai eskatologis dan karena itu terjadinya di masa depan (Yes. 55:3; Yeh. 16:60, 62; 20:37; 34:25-26; Hos. 2:18-20). Yesaya menghubungkannya dengan restorasi Israel pada tanah itu (Yer. 32:27, 40-41), Urutan peristiwa yang disusun oleh para nabi adalah bahwa Israel akan pertama dikumpulkan lagi dan direstorasi ke tanah itu dan kemudian akan mengalami berkat dari kovenan baru di tanah itu. Penggenapan nubuat itu menuntut pengumpulan kembali semua orang Israel, kelahiran baru secara spiritual dari mereka, dan kembalinya Kristus. Kovenan Baru tidak digenapi oleh gereja tetapi dalam kerajaan dimasa yang akan datang.

ANTISIPASI IBADAH YANG DIBARUI: YEHEZKIEL
Nabi Yehezkiel menjabarkan restorasi Israel pada tanah itu, regenerrasinya, dan pembaruan ibadah Israel dalam kerajaan milenial.
Tidak lama sebelum kehancuran bait Allah oleh Nebukadnezar pada tahun 586 kemuliaan Allah meninggalkan Bait Allah (Yeh 11:23). Kekudusan Allah telah dilanggar oleh penyembahan berhala dan kemurtadan bangsa Israel. Mereka telah melanggar Kovenan Musa, yang telah mengikat mereka dengan Tuhan, dan mereka telah melacurkan iman mereka. Namun demikian, Yehezkiel melihat masa yang akan datang, Pada waktu Israel akan direstorasi kembali ketanah itu (Yeh 36:1-37:28), beribadah kepada Allah dalam bait Allah baru yang akan datang ini sebagai sesuatu yang datang dari Timur dari mana hal itu juga telah pergi (Yeh 43:2-4).
Dalam diskusi rinci Yehezkiel menjabarkan suatu pertobatan dan pemulihan bangsa beribadah kepada Allah dalam lingkungan yang baru di Bait Allah milenial.Yehezkiel 33-48 adalah eskatologis, menjabarkan bagaimana Allah akan menobatkan dan memulihkan bangsa itu ketanah itu. Mesias, dibawah sebuah Daud, akan menjadi Rja dan Gembala mereka akan menikmati istirahat dan damai dikerajaan itu (Yeh. 36:1-37:28). Bangsa ibrani akan bertobat sebagaimana Allah akan memberikan kepada mereka hati yang baru dan menaruh Roh Kudus-Nya di antara mereka (Yeh. 36:25-27). Setelah Tuhan menghancurkan musuh utara mereka (Yeh. 38:1-39:6) tanah itu dibersihkan dan mempersiapkan untuk ibadah milenial. Pasal 40-48 menjabarkan ibadah milenial dari Tuhan secara rinci.

Ini adalah paling sedikit lima tujuan khusus dari Bait Allah milenial.
(1) Mendemonstrasikan kekudusan Allah. Kekudusan natur dan pemerintahan Yehovah yang maha itu telah menimbulkan murka dan pertanyaan oleh karena penyembahan berhala dan pemberontakan bangsa-Nya yang telah mengaku itu. Hal ini telah mengharuskan penghakiman Israel yang penuh dosa bersama dengan bangsa-bangsa di lingkungan mereka yang jahat. Hal itu diikuti dengan pemameran anugerah Allah dengan memulihkan bangsa yang terhilang pada Diri-Nya sendir (2) Menyediakan tempat perhentiaan bagi kemulian Allah. Ini adalah “tempat tahta-Ku, dan tempat tumpuan kaki-Ku, dimana Aku akan tinggal di tengah anak-anak Israel selama-lamanya” (43:7). (3) Melanjutkan korban peringatan. Tentu saja bukan korban itu, sebagai hal yang memungkinkan seseorang mendapatkan keselamatan, tetapi korban peringatan dari keselamatan tang telah dicapai yang dipelihara dalam kehadiran kemulian Yehovah dinyatakan. (4) Menyediakan pusat pemerintahan Ilahi. Pada waktu kemuliaan ilahi menempati tempat tinggal-Nya di Bait Allah, pengumuman itu bukan hanya bait adalah tempat tinggal Allah dan tahta ibadah, hal itu juga merupakan pusat pencerminan pemerintah ilahi. “Ini adalah tempat tahta-Ku” (43:7). (5) Menyediakan kemenangan atas kutuk (47:1-12). Dari bawah antara rumah Bait Allah, nabi itu melihat arus yang luar biasa muncul dan mengalir ke timur dan semakin meluap yang menyegarkan sampai aliran itu masuk pada puncaknya di Laut Mati, yang mana air yang beracun itu dipulihkan. Di lintasan dari air yang memberi kehidupan itu, sang pelihat menemukan kedua sisinya dipenuhi dengan pohon-pohon yang tumbuh lebat obatan dan makanan.
Yehezkiel mengawali nubuatannya dengan menjabarkan kemuliaan Allah (Yeh. 1:4-28) dan mengakhiri bukunya dengan menjabarkan kembalinya kemuliaan Allah pada Bait milenial (Yeh. 43:2). Jadi, yehezkiel menjabarkan penghakiman Allah dan kemenangan atas dosa di mana kemuliaan-Nya akan kembali dimanifestasikan pada umat-Nya Israel dan pada bangsa-bangsa di dunia.
Daniel memberikan cukup banyak rincian dalam menjabarkan kehancuran dari kerajaan-kerajaan palsu pendirian kerajaan Mesias.
Allah memampukan Daniel untuk menafsirkan mimpi dan visi yang diberitahukan sebelumnya tentang konsumsi zaman oleh Allah. Nebukadnezar, raja Babel, Media Persia, Yunani, dan Romawi (Dan. 2:36-43). Setelah penurunan dari keempat kerajaan itu Daniel melihat kerajaan lainyang tidak pernah dihancurkan keempat kerajaan kelima; itu adalah kerajaan Mesias. Kerajaan kelima ini menghancurkan keempat kerajaan sebelumnya dengan potongan batu “tanpa tangan”, mengartikan kerajaan Mesias bukan berasal dari manusia (Dan. 2:45).
Pasal 7, suatu bagian paralel, menjabarkan keempat kuasa kafir yang sama, dihancurkan oleh Anak Manusia (sebutan bagi Mesias), yang membebaskan kerajaan itu pada hari-hari yang lampau (Dan. 7:13-14). Bangsa Ibrani yang telah bertobat akan berkembang dalam kerajaan bari itu (Dan. 7:27). Daniel kemudian menjabarkan tujuh puluh minggu (490 tahun) dibberikan pada bangsa Ibrani. Ketujuh puluh minggu itu menjabarkan rencana Allah untuk membuat provisi bagi dosa (untuk mengakhiri pelangggaran, untuk mengakhiri dosa, untuk membuat penebusan bagi dosa, 9:24), dan untuk mendirikan kerajaan-Nya yang benar diatas bumi ini (untuk membawa kebenaran yang kekal, untuk memeteraikan visi dan nubuat, dan untuk mengurapi tempat yang maha kudus” 9:24). Enam puluh Sembilan minggu (483 tahun) telah digenapi dalam sejarah, diakhiri dengan kematian Kristus pada tahun 33 masehi (Dan. 9:26). Minggu ketujuh (7 tahun) masih merupakan masa yang akan datang, dimana Israel akan menderita selama tribulasi dan di bawah: “raja yang akan datang “(Dan. 9:26). Namun demikian, raja itu (yang terkenal sebagai antikristus) yang melawan Israel akan dihancurkan juga (Dan. 11:45). Israel akan dilepaskan dari opresi, dan mereka yang telah mati akan dibangkitkan (Dan. 12:1-2). Daniel menjabarkan suatu kebangkitan kepada “kehidupan yang kekal” dan suatu kebangkitan pada “kehinaan yang kekal” (Dan. 12:2). Kebangkitan pasti akan dipisahkan oleh zaman milenial
Daniel telah memberikan gambaran rinci dari dari konsumasi zaman itu. Allah yang berdaulat yang melakukan apa yang dikehendaki-Nya dan akan mengakhiri zaman itu sesuai dengan kehendak-Nya yang baik (Dan. 2:21; 4:35). Kuasa dunia orang tidak percaya yang melawan Allah dan kebenaran-Nya akan dikalahkan dan dimusnahkan; Israel, bangsa yang tertindas, akan dibebaskan dan didirikan dalam kerajaan milenial di masa yang akan datang. Kelmuliaan Allah akan dimanifestasikan di kerajaan yang akan datang (Dan. 12:3).

ANTISIPASI HARI TUHAN:YOEL
Nabi Yoel memberikan pandangan lebih lanjut tentang konsep kerajaan melalui deskripsi-Nya akan penghakiman Israel pada masa yang akan datang, bangsa-bangsa, dan berkat-berkat milenial.
Yoel memanggil bangsa Yehuda untuk bertobat melalui wabah belalang mengerikan yang menghancurkan bangsa itu (Yl. 2:12-13). Wabah belalang itu memberikan gambaran sebelum hari Tuhan itu (1:15), Sebuah konsep yang melibatkan tiga gambaran: (1) hal itu dapat menunjuk pada hukuman Allah yang mana pun dalam sejarah; (2) hal itu dapat menunjuk pada penghukuman eskatologis; (3) hal itu dapat berarti berkat-berkat pada zaman milenial. Jadi, hari Tuhan adalah “suatu periode yang panjang yang diawali dengan Allah berhadapan dengan Israel setelah pengangkatan pada awal dari periode tribulasi dan dilanjutkan samapi kedatangan yang kedua dan zaman milenial sampai penciptaan langit baru dan bumi baru setelah millennium. Yoel mempersembahkan 2:18-3:21 untuk menjabarkan penekanan eskatologis dari hari Tuhan, baik dalam penghakiman masa yang akan datang maupun berkat-berkat.
Setelah mendorong bangsa itu untuk bertobat, Yoel menggambarkan hari yang akan datang pada Israel bertobat: “Tuhan menjadi cemburukarena tanah-Nya, dan Ia belas kasihan, kepada umat-Nya” (2:18). Yoel menjabarkan hari yang akan datang sebagai waktu di mana Tuhan akan bertindak untuk memberkati Israel pada kerajaan milenial: (1) tanah itu akan produktif (2:21-27); (2) Israel akan hidup dalam damai (2:26); (3) Tuhan akan tinggal di tengah bangsa itu (2:27); (4) Roh akan dicurahkan atas bangsa itu (2:28-32).
Hari berkat pada masa yang akan itu juga adalah hari pemusnahan bagi musuh-musuh Israel. Pada saat pertobatan Israel, Allah akan menghakimi bangsa-bangsa berdasar pada perlakuan mereka pada Israel (3:2-6). Tuhan akan ditinggikan pada saat Ia menyatakan penghakiman atas bangsa-bangsa (3:9-17), dan dunia akan mengetahui bahwa Tuhan adalah Allah Israel, yang tinggal di Yerusalem (3:17). Yoel menggambarkan zaman akhir dengan berkat Allah atas tanah Israel (3:18-21). Seturut dengan rencana Allah bagi umat tebusan-Nya supaya menjadi kudus, demikianlah akan terjadi pada hari itu. Yerusalem akan menjadi kudus, dan semua yang tinggal di situ akan kudus bagi Tuhan (3:17).

ANTISIPASI KEDATANGAN MESIAS: ZAKHARIA
Allah memberikan nabi Zakharia delapan malam visi untuk menekankan penghakiman atas bangsa-bangsa dan kemuliaan masa yang akan datang dari umat-Nya, Israel dalam kerajaan itu. Signifikansi penglihatan itu, baik yang berimplikasi jauh dan dekat, dapat dilihat dalam bagan di bawah ini.
Visi-visi itu menjabarkan penderitaan Israel (1:7-17), yang diakhiri dengan Mesias yang menghancurkan para penindas (1:21). Setelah musuh Israel dimusnahkan, Yerusalem menikmati ekspansi dan pertumbuhan (2:1-13), di mana hanya akan terjadi setelah bangsa itu telah dimurnikan dari pencemaran dosa (3;1-10). Kemudian Israel akan menggenapi perannya sebagai terang bagi bangsa-bangsa. Hal itu merupakan maksud awal dari Allah bagi bangsa itu (Yes. 49:6; 60:1-3; Zak. 4:1-14), demikian pula dosa seluruh negeri (5:5-11). Penghakiman akan diumumkan dari Yerusalem, pusat kudus dari Allah yang kudus (6:1-8).
Berkat-berkat kerajaan itu akan diawali oleh Mesias, yang disebut Cabang itu (6:12) dan yang akan juga memerintah sebagai imam dan Raja (6:13). Dalam presentasi dari dua beban itu (pasal 9-14), Zakharia menjabarkan bagaimana zaman kemuliaan kerajaan ini akan datang. Hal itu adalah melalui pekerjaan Mesias yang datang dalam kerendahan di Yerusalem (9:9) sebagaimana Gembala yang baik tetapi ditolak dan dijual untuk tiga puluh keping perak demi gembala-gembala yang tidak berarti itu (11:12-17). Gembala yang baik terluka (13:6) dan dibunuh oleh umat-Nya sendiri (13:7). Namun pada kedatangan-Nya yang kedua kali Ia akan datang dalam kemenangan, membebaskan umat yang telah bertobat (12:10-14), membebaskan mereka dari musuh-musuh mereka (14:1-4), meninggikan Yerusalem sebagai pusat kekudusan (14:10), dan memerintah atas bangsa-bangsa dunia dalam kerajaan itu (9:10).
Mesias telah membuat provivi untuk dosa. Pada hari itu semua yang tinggal dalam kehadiran Tuhan akan dimurnikan dari dosa dan akan dikuduskan bagi Tuhan yang adalah kudus (14:20-21).



VISI-VISI ZAKHARIA
VISI SIGNIFIKANSI LANGSUNG PENGGENAPAN DI MASA YANG AKAN DATANG

PERTAMA (1:7-17) Dorongan karena dominasi orang non- Israel-bait akan dibangun Terlepas dari ominasi orang non- Israel
KEDUA (1:18-21) Bangsa-bangsa yang sekarang berkuasa akan diturunkan Mesias hentikan “waktu dari non Israel”-babel, Media-Persia, Yunani, Roma
KETIGA (2:1-13) Yerusalem akan direstorasi dan dibangun kembali pada hari mereka Keturunan dan berkat dari Yerusalem dalam Milenium
KEEMPAT (3:1-10) Yoshua, mewakili bangsa, disucikan, memampukan bangsa untuk melayani Allah Mesias menyucikan bangsa, memampukan Israel untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa
KELIMA (4:1-14) Kuasa Allah memampukan mereka untuk menyelesaikan Bit (4:6-7) kuasa yang dinyatakan melalui Yoshua and zerubabel Kuasa Allah memampukan bangsa untuk menjadi terang bagi dunia- kuasa dilayani melalui Mesias
KEENAM (5:1-4) Allah akan cepat menghakimi dosa individu dari bangsa yang direstorasi Allah akan mengahakimi dosa pada akhir dari “waktu non-Israel”
KETUJUH (5:5-11) Allah akan menghakimi pengeksploitasi perdagangan selama restorasi (Neh. 5:1-13) Pengeksploitasi perdagangan yang jahat akan secara permanen dihakimi dan diangkat (why. 18)
KEDELAPAN (6:1-8) Allah siap untuk menghakimi para musuh Israel Allah akan menghakimi bangsa-bangsa: Asyur Utara, babel, Roma; mesir Selatan

Kitab para nabi telah memberikan suatu konsep perkembangan dari bagaimana Allah akan berhadapan dengan Israel dan dunia pada masa yang akaan datang. Para nabi memberikan suatu gambaran yang cukup luas tentang karya Mesias, baik pada waktu kedatangan-Nya yang pertama dan yang kedua. Fokus yang diberikan adalah pendirian kerajaan di masa yang akan datang. Yesaya merinci penebusan-Nya sebagai pengganti (Yes. 52:13-53:12) dan Zakharia jugga tinggal dalam penderitaan-Nya (Za. 11:12-13; 13:6-7). Namun demikian, penekanan yang besar diberikan pada kedatangan Mesias yang kedua kalinya dan kemuliaan pemerintahan-Nya di bumi. Sangat dekat berhubungan dengan peristiwa itu adalah pertobatan Israel, pengampunan, dan restorasi. Keduanya berjalan bersamaan karena melalui Israel Allah akan memberkati bangsa-bangsa dunia ini. Jadi, keduanya adalah konsep yang saling tumpang tindih yang dijelaskan oleh para nabi. Tetapi, fokus terakhir tidak terletak pada Israel; tetapi terletak pada kemuliaan Allah. Pelayanan Yesaya berfokus pada Allah yang kudus (Yes. 6) demikian pula Yehezkiel (Yeh. 1). Yesaya berbicara tentang suatu kerajaan di masa mendatang kepada Allah yang kudus, mulia dalam penampakan-Nya pada bangsa-Nya (Yeh. 43:2, 4, 5). Zakharia mengakhiri dengan suatu penekanan atas kekudusan Allah (Za. 14:20-21). Pengakuan dan penyembahan akan kekudusan Allah (Za. 14:20-21). Pengakuan dan penyembahan akan kekudusan Allah akan dicapai dalam zaman kerajaan di masa mendatang itu.